3 Risiko dan Keuntungan Investasi Saham

Risiko dan Keuntungan Investasi Saham | Pertama kali mendengar investasi saham adalah investasi yang sangat berisiko. Sehingga hanya orang-orang yang benar-benar kuat mental yang masuk ke dalam investasi ini. Sudah bukan rahasia lagi jika banyak yang stres setelah masuk dunia pasar modal.

Tapi benarkah demikian? Kami akan mengulas pengalaman kami terjun ke investasi saham, terutama risiko dan keuntungannya. Kalau hanya keuntungan saham, kami tidak adil, harus kami ulas pula risikonya.

Risiko dan Keuntungan Investasi Saham

Jika Anda belum mengetahui benar apa itu saham, bisa dibaca di sini. Keuntungan saham pada hakikatnya adalah kenaikan harganya dari tahun ke tahun. Sehingga jika Anda menanam saham di tahun 2020 seharga 500, bisa jadi di tahun 2025 sudah seharga 1000. Inilah keuntungan yang paling diidamkan.

Bisa dilihat dari grafik situs idx.co.id. Di tahun 2009 IHSG berada di 1.300, sekarang sudah mencapai 5000. Artinya dalam jangka waktu sebelas tahun, nilai uang kita berlipat hampir empat kali lipat. Semua pasti mengiginkannya.

Oleh sebab itu ada istilah orang kaya tidur saja menghasilkan uang. Salah satu caranya adalah investasi saham. Biarkan sahamnya bekerja secara mandiri dan harganya naik berlipat-lipat. Istilahnya capital gain. Orang kaya tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Keuntungan Investasi Saham

Rata-rata kenaikannya setiap tahun 10%. Di atas deposito, dan lain sebagainya. Bahkan jika perusahaan yang dibeli sahamnya bagus, bisa untung sampai 30% dalam setahun.

Keuntungan investasi saham yang selanjutnya adalah mendapatkan pembagian keuntungan dari hasil usaha perusahaan yang kita beli sahamnya. Istilahnya deviden. Biasanya satu tahun satu kali membagikan deviden, bahkan ada pula yang dua kali.

Rata-rata nilai deviden antara 2-10%. Meskipun ada yang membagikan deviden di atas itu, seperti PTBA, MPMX, tapi tidak banyak, rata-rata hanya sebesar itu. Namun sangat lumayan.

Contoh ketika kita investasikan dana 100.000.000, maka setiap tahun kita akan mendapatkan 5 juta rupiah. Investasi yang masuk akal. Biasanya orang kaya menanam hingga milyaran. Satu milyar saja, dia mendapat 50 juta setiap tahun. Belum lagi jika harga sahamnya naik.

Risiko Investasi Saham

Namun demikian saham memang sangat berisiko. Yang harus diperhatikan adalah risiko dari kinerja perusahaan. Kalau kinerja perusahaan buruk, itu artinya harga sahamnya sudah pasti turun. Turunnya bisa sangat drastis sekali. 30% dalam satu bulan hal yang sangat mungkin terjadi. Inilah mengapa banyak orang tidak mau mendekat.

Bahkan risiko paling buruk adalah bukan hanya nilai uangnya menyusut, tapi uangnya raib karena perusahaan bermasalah dan delisting dari pasar modal. Perusahaannya diusir dari pasar modal. Hehehe.

risiko dan keuntungan investasi saham
pixabay.com

Masalahnya adalah risiko investasi di saham tidak hanya berasal dari kondisi internal perusahaan. Bahkan kondisi yang tidak kita pahami sangat mempengaruhi. Contoh ketika ada demo besar pengumuman pilpres, harga saham seluruhnya runtuh. Ini sulit diprediksi. Tapi memang demikian di pasar modal.

Apalagi jika Anda membeli saham perusahaan tanpa tahu seluk beluknya. Asal beli karena mungkin naik. Padahal kondisi perusahaannya buruk. Pola demikian akan memperbesar risiko dalam berinvestasi di pasar modal.

Tapi sebenarnya risiko investasi saham bisa dirisiko jika tahu caranya. Terutama memahami seluk beluk dari perusahaan yang kita beli dan memahami keadaan ekonomi jangka panjang. Toh hidup selalu ada risiko, apalagi pasar modal.

Oleh sebab itu pasar modal bukan tempat orang yang jantungan. Lebih tepat tempatnya orang yang memang memiliki kesabaran tinggi dan memahami bahwa hidup kadang nikmat kadang tidak. Seperti layaknya naik turunnya harga saham. Karena demikianlah risiko dan keuntungan investasi saham.

Trik Menghindari Risiko Investasi Saham

Salah satunya adalah dengan membaca rutin berita dan buku-buku tentang investasi pasar modal. Terutama, menurut kami adalah buku para investor yang berpengalaman seperti Warrent Buffet, pengalaman mereka sangat berharga sekali untuk kita yang pemula.

Perhatikan momentum mereka membeli, kapan mereka menjual, perusahaan apa saja yang mereka beli. Sesuaikan dengan karakter kita yang berada di Indonesia. Semakin lama, pasti Anda memahami gaya investasi yang identik dan tidak bisa ditiru oleh orang lain.

Nikmati artikel bermanfaat lainnya tentang dunia saham di sahamhijau.com

 

Related Posts