Analisa Saham UNVR | Turun Tapi Diakumulasi

Analisa saham UNVR sangat ditunggu para investor. Sebab utamanya adalah, siapa yang tidak tahu saham Unilever Indonesia? Pasti semua investor tahu. Tidak hanya karena masuk kategori bluechip, tapi juga memiliki kinerja yang cukup stabil.

Sayangnya sahamnya sedang mengalami proses penurunan yang sangat tajam. Bayangkan yang biasanya di angka 8000-an, kini nangkring di harga 5000-an saja. Oleh sebab itu kami ingin analisa saham UNVR dari beragam sumber. Di antaranya yang akan kami ulas adalah mengapa saham UNVR turunt terus.

Pemegang Saham Unilever Indonesia

Pemegang saham Unilever Indonesia memiliki komposisi yang sangat ideal. Seperti laiknya perusahaan besar seperti HMSP, atau BDMN, di mana pemegang saham mayoritas tunggal dan cukup besar, yaitu Unilever Indonesia Holding sebesar 85%.

Adapun sisanya sebesar 15%, dipegang oleh masyarakat. Sehingga bisa terlihat bagaimana Unilever dikempit kuat-kuat sebagai sebuah asset yang tidak bisa dilepaskan. Dari sini saja sudah tampak bahwa Unilever merupakan perusahaan bagus.

Unilever Bergerak di Bidang Apa?

Kalau ada yang bertanya Unilever Indonesia bergerak di bidang apa? Maka kami akan menjawab bahwa rata-rata yang kita konsumsi, atau bahkan yang kita pakai untuk sehari-sehari adalah produk Unilever Indonesia.

Sebut saja Sariwangi, Paddle Pop, Buavita, Rinso, Super Pell, Molto, Axe, Clear, Dove, Rexona, Sunsilk, dan beragam macam lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Ini adalah barang konsumsi masyarakat Indonesia sehari-hari.

Analisa Fundamental Saham Unilever

Kalau bisa analisa fundamental saham unilever, maka kami akan mengatakan bahwa perusahaan ini labanya naik turun atau stagnan. Kalau rugi, rasanya tidak ada kamusnya. Setiap hari ada saja yang beli produk Unilever. Bisa kita lihat dari tabel berikut.

201841.8T
201942.9T
202043T
ipot

Dari tabel tersebut terlihat bagaiman pendapatannya cukup stabil. Bahkan di masa covid tahun 2020 pun perusahaan ini masih sanggup meningkatkan laba. Sepertinya tidak berpengaruh.

Apalagi jika melihat kemampuan perusahaan ini menghasilkan laba. Mengagumkan. Kami sajikan rasio ROE dari tahun ke tahun.

2018119%
2019139%
2020145%
ipot

Hampir dipastikan di IHSG tidak banyak perusahaan dengan kemampuan ROE di angka demikian. 20% saja sudah sangat bagus. Inilah mengapa banyak yang mengincar perusahaan ini untuk jangka panjang. Titik lemahnya menurut kami terletak pada hutangnya (DER).

20181.58
20192.91
20203.16
ipot

Kami mengatakan titik lemah, karena yang bagus, perusahaan memiliki rasio DER di bawah satu. Meskipun memang analisa saham UNVR menyebutkan bahwa riwayat DER Unilever Indonesia dari dulu memang demikian. Tidak ada yang aneh.

Dengan kata lain analisa fundamental saham UNVR cukup bagus. Tidak ada tanda-tanda aneh yang menandakan jeleknya kinerja perusahaan.

Analisa Teknikal Saham UNVR

Paling menarik dari analisa saham UNVR adalah sisi teknikalnya. Pada tahun 2021, saham UNVR mengalami penurunan yang cukup dalam. Bukan karena covid, tapi memang tren sedang bearish. Di angka 6000 pernah berusaha banyak yang membeli, tapi akhirnya jebol juga.

Padahal harga psikologis saham ini dari lima tahun ke belakang di angka 8000-an. Artinya kalau berada di bawah angka tersebut banyak potensi naik, sedangkan di atas angka tersebut banyak potensi turun. Tapi hal ini tidak berlaku di tahun 2021. Terus turun.

Kalau dari sisi PBV saham UNVR memang mengerikan. Bisa dilihat dari tabel di bawah.

201845.71x
201960.67x
202056.79x
ipot

Nah hanya di tahun berjalan 2021, pada saat harganya di angka 5000-an, saham ini memiliki PBV di angka 27.15x. Di harga demikian kami belum bisa menyimpulkan apakah masih murah atau masih standard. Ini seperti sedang mencari titik keseimbangan baru.

Kalau secara sekilas, pasti dikatakan sudah terlalu mahal, karena PBV mencapai 50x lebih. Tapi perusahaan bagus seperti Unilever Indonesia di IHSG memang sering dihargai demikian.

Mengapa Saham Unilever Turun Terus

Melihat beberapa tahun ke belakang, sangat jarang saham UNVR menentuh angka demikian. Lalu mengapa saham Unilever turun terus. Jika banyak yang menyatakan karena kinerja kurang memuaskan, menurut kami lain. Secara kinerja standard, apalagi di masa covid. Unilever Indonesia mampu bertahan.

Namun menurut kami ada beberapa sebab. Pertama, tren saham big capital sedang banyak yang turun. Sedang mencari titik keseimbangan baru. Biasanya ini pola big money untuk mengeruk saham dari bawah. Masalahnya tidak ada yang tahu pasti titik support di angka berapa.

Kedua, secara keseluruhan IHSG memang sedang goncang. Terutama karena migrasi investor ke crypto. Efeknya, ketika saham turun, maka daripada ditahan, diturunkan sekalian saja untuk mendapatkan nilai rendah.

Ketiga, banyak yang menyadari bahwa valuasi memang sudah terlalu mahal. Kalau kami selalu mengukur dari dividen. Pada tahun buku 2019, saham UNVR hanya membagikan sebesar 107 perlembar saham. Itu sudah final. Artinya hanya sekitar 1.5% jika harganya 6000 perak. Keterlaluan.

Padahal umumnya saham blue chip, minimal memiliki dividen 3%, atau di atas 5%. Maka dicari harga baru agar lebih rasional bagi para investor. Inilah jawaban kami mengapa saham Unilever turun terus. Cek saham dividen besar di sini.

analisa saham unvr
pixabay

Riwayat Dividen Saham UNVR

Analisa saham UNVR selanjutnya adalah riwayat dividen. Saham ini tergolong setia membagikan dividen bagi para pemegang saham. Kami sajikan dari tabel yang bersumber dari website resmi.

2019Rp107
2018Rp775
2017Rp550

Dari sini terlihat bagaimana saham ini mengalami penurunan nilai dividen yang signifikan pada tahun buku 2019. Jika diteliti lebih jauh, trend turunnya saham UNVR dimulai sejak pembagian dividen tahun buku 2019, kira-kira sejak Agustus 2020. Perlahan tapi pasti turun, dan turun.

Rekomendasi saham UNVR

Rekomendasi saham UNVR dari kami adalah, jika harga di bawah 6000, borong saja. Tapi cara akumulasinya perlahan-lahan. Misal jika anggaran dana Anda 50 juta, masukkan dulu 25 juta, sisanya untuk average down jika memang masih turun.

Tapi saham ini lebih layak untuk investor, kalau trader menurut kami tidak begitu signifikan. Tipis-tipis. Mungkin butuh waktu sekitar setengah tahun untuk mendapatkan potensi keuntungan 20%. Apalagi rata-rata akumulasi terjadi sejak bulan April di angka 5.800-an. Maka ikuti saja.

Semua kembali kepada Anda, kami hanya memberikan pertimbangan saja. Semoga saham Anda selalu hijau royo-royo, cuan kotos kotos. Website resmi Univeler Indonesia di sini.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *