Apakah Saham Itu Judi? Bisa Jadi

Apakah saham itu judi? Menjadi pertanyaan yang sering dilontarkan oleh teman-teman yang akan masuk di pasar modal. Terutama karena mendengar banyak omongan dari orang yang memang pernah merasakan kejamnya dunia pasar modal hingga uangnya mengkerut drastis.

Bahkan kami pernah menemukan seseorang pimpinan Lembaga pendidikan, yang menurut kami dia ikut investasi yang meragukan, kami sarankan, “Masuk ke saham saja.” Jawabannya membuat kami terkejut, “Saham itu judi, uang kita bisa hilang semuanya.”

Kami kaget, karena kami merasakan sebaliknya. Uang berkembang meski tidak berlipat-lipat. Tapi kami paham mengapa beliau mengatakan demikian. Oleh sebab itu kami akan jelaskan jawaban apakah saham itu judi?

Saham Investasi Berisiko

Saham merupakan sarana berinvestasi bagi siapapun yang memiliki kelebihan uang. Namun demikian sifat saham adalah investasi high return otomatis juga mengandung high risk. Artinya memungkinkan menghasilkan keuntungan berlipat, tapi juga potensi loss besar. Risiko saham bisa dibaca di sini.

Pertanyaannya adalah kenapa ada orang yang bisa untung, menikmati high return, tapi di sisi lain kenapa banyak orang justru merasakan high risk, yaitu justru risiko yang begitu besarnya.

Dengan kata lain, satu sisi saham bisa menjadi judi dan akhirnya mendapatkan risikonya, dan saham menjadi investasi ketika menikmati keuntungannya.

Saham Bisa Dipelajari

Saham pada hakikatnya investasi yang bergerak sangat dinamis, naik turun. Sebab utamanya adalah karena saham aktif diperdagangkan. Pembeli dan penjual melakukan transaksi terus. Sehingga harganya naik turun.

Hukum yang berlaku adalah semakin banyak yang beli, harga akan semakin naik. Semakin banyak yang menjual, maka harga akan semakin turun. Artinya tugas investor saham adalah bagaimana mengetahui sebuah saham harganya akan naik dan menghindari saham yang harganya terus turun.

Inilah yang sebenarnya bisa dipelajari. Ada teknik dan metode yang memang harus dipelajari investor. Karena saham sebenarnya membeli surat modal perusahaan, sehingga semakin banyak membeli surat tersebut, maka berarti kita memiliki hak kepemilikan yang besar.

Artinya yang harus dipelajari adalah bagaimana membeli saham perusahaan yang bagus, namun harganya murah. Inilah tingkat kesulitan dalam investasi saham. Menilai perusahaan berarti menilai laporan keuangan, prospek, sejarah, sektor usaha, sentimen dan lain sebagainya.

Perlu Analisa Saham

Butuh waktu pasti. Kami kalau akan membeli saham biasanya minimal sampai tiga hari menelaah. Bahkan bisa sampai satu minggu sebelum memutuskan apakah saham jadi dibeli atau tidak. Sehingga benar-benar mendapatkan saham bagus.

Ketika kita melakukan demikian, kemungkinan mendapatkan keuntungan sangatlah besar. Bisa sekian persen. Bisa lihat portofolio kami di link ini. Kami sudah menikmati cuan puluhan persen dalam jangka waktu bulanan. Karena kita melihat perusahaan bagus dan potensi orang lain ikut membeli. Lalu bagaimana jawaban apakah saham itu judi?

Apakah Saham Itu Judi

Tapi di sisi lain banyak orang yang malas untuk membuat Analisa. Entah melakukan Analisa teknikal, apalagi Analisa fundamental. Boro-boro membaca Analisa laporan keuangan. Terlalu bertele-tele. Susah amat mendapat cuan.

Nah ini awal bencana. Lalu sebagai orang yang punya uang merasa sombong, padahal meskipun uang Anda serratus juta, di pasar modal masih sedikit. Ia tidak mau menganalisa. Bagaimana kemudian caranya membeli saham. Hanya ikut-ikutan.

Anda tidak pernah tahu itu perusahaan apa, prospeknya bagaimana, keadaan finansialnya seperti apa. Seperti masang nomor. Besok akan keluar nomor ini. Di saham juga bisa seperti itu. Besok yang naik saham ini. Contoh, besok akan naik saham TOTO. Misal.

apakah saham itu judi

Lalu tanpa tahu itu saham apa, usahanya apa, bahkan untung rugi juga tidak tahu, langsung beli. Sehingga kemudian muncul dua kemungkinan, bisa naik bisa turun. Ya bergantung hoki saja. Di sinilah jawaban apakah saham itu judi? Jawaban saya ketika Anda melakukan demikian, sama artinya dengan judi.

Apakah dengan cara demikian bisa untung? Bisa, mungkin saja. Seperti laiknya judi yang bisa menang satu kali. Tapi kemungkinan buntungnya jauh lebih besar.

Bahkan dalam buku The Great Investor diibaratkan dengan orang yang naik motor sangat kencang. Satu kali bisa sampai, tapi mungkin besok, bisa jatuh, tidak hanya sakit, tapi langsung mati.

Musuh Utama Investasi Saham

Begitulah yang dialami oleh pimpinan Lembaga pendidikan yang tadi, “Pertama untung, kedua untung, ketiga ketika investasi lebih besar, uang hilang.”

Itulah keserakahan. Orang di pasar modal akan berada pada jurang judi ketika dekat dengan keserakahan. Yaitu ingin cepat untung dalam hitungan minggu, kalau bisa hari, kalau bisa jam, kalau bisa menit, dan seterusnya.

Padahal saham adalah sarana investasi yang mana kita harus tahu objek investasi itu apa. Kami sudah menulis bagaimana memilah saham bagus di sini. Kami sudah jelaskan prosesnya. Memang butuh waktu, karena kita menempatkan uang terbaik untuk membeli perusahaan.

Oleh sebab itu apakah saham itu judi? Jawabannya tergantung dari sikap kita di pasar modal. Apakah kita menganalisa sehingga besar kemungkinan untung, ataukah kita hanya ikut-ikutan rekomendasi tanpa tahu yang kita beli sehingga kemungkinan buntung jauh lebih besar dari untung.  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Copas Ya