Arti Kesabaran Sebagai Pondasi Cuan di Saham

Bagi Anda yang sudah lama di pasar modal, pasti mengetahui bahwa basis kesuksesan sebenarnya dari investasi di pasar modal adalah kesabaran. Yang lain hanyalah aksesoris saja. Saya pun setelah tahun ketiga memahami hal tersebut.

Hal ini sudah pernah disinggung oleh Warren Buffet, pakar investor dunia yang menyebutkan bahwa pasar modal adalah aliran dana dari orang yang tidak sabar kepada orang-orang yang bersabar.

Bagaimana prakteknya di pasar modal. Saya akan jelaskan satu persatu berdasarkan pengalaman yang saya rasakan selama mengalami kerugian dan keuntungan di pasar saham. Ini lebih kepada kecerdasan emosional saja.

Problem Utama Investasi di Saham

Bisa dikatakan, kalau berbicara pasar modal, saham di Indonesia, orang lebih sering mendengarnya dengan nada negatif. Menyebutkan kalau banyak ruginya daripada untungnya. Atau itu spekulatif sekali sehingga membahayakan uang.

Tapi sebenarnya semua itu berpangkal pada masalah tidak sabarnya orang dalam berinvestasi. Contoh ketika orang memilih saham, mereka enggan untuk menganalisa lebih jauh, baik dari sisi fundamental, teknikal atau bandarmologi atau analisa yang lain.

Lebih banyak ingin instan dengan cara dapat rekomendasi untuk membeli saham A. Kemudian membeli. Masalahnya adalah yang merekomendasikan orang lain, maka Anda tidak tahu kapan titik take profit, atau ketika harga turun masih layak dipegang atau harus dijual.

Kedua, problem paling besar di saham adalah orang membeli di harga yang sudah tinggi. Atau kemahalan. Ini juga karena tidak sabar menunggu harga turun kembali. Ada masa penyesuaian dalam saham yang butuh waktu. Maka juga bersabar.

Ketiga, masalah lain dalam saham adalah tidak mengimani bahwa di dalam saham ada namanya proses naik turun. Sehingga turunnya harga juga sudah menjadi bagian dari saham itu sendiri. Bukan hanya naiknya saja.

Kalau kita mengimani hal tersebut. Maka kita akan mengetahui bahwa, saham yang turun adalah bagian dari awal kenaikan saham yang jauh lebih tinggi. Kecuali terjadi namanya kesalahan membeli di harga yang sangat tinggi. Kesalahan besar dalam investasi saham bisa dibaca di sini.

Kesabaran dalam Investasi Saham

Solusi semuanya pada hakikatnya adalah sabar. Sabar yang pertama adalah menelaah perusahaan tersebut. Terutama dari sisi prospek. Karena sentimen terkadang lebih penting dari perusahaan itu sendiri. Kami sudah mengulasnya lengkap di sini.

Biasanya masalahnya adalah, Anda enggan menelaah, takut ketinggalan, sahamnya keburu naik. Padahal tidak demikian, kalau memang perusahaan itu bagus, artinya adalah Anda masuk pada trend bullish, awal naik. Ini bagus. Dan akan banyak lagi yang masuk ke saham tersebut.

Sayangnya banyak yang membeli saham hanya tahu kodenya saja. Tidak tahu sebenarnya ini perusahaan apa ya. Atau bidang usahanya apa ya. Menghasilkan laba atau tidak ya.

Sabar yang kedua adalah menunggu harganya turun. Sabar menunggu harga turun itu tidak hanya satu hari dua hari. Bisa dua minggu, sampai satu bulan. Wah lama banget. Anda tahu bandar? Mereka bisa menurunkan harga pelan-pelan sekali. Kami sudah menulis cara menurunkan harga saham di sini.

Kita hanya nunggu saja barangnya bandar itu habis. Ingat kasus Unilever, saham itu dihancurkan begitu saja. Atau HMSP yang dulu dikenal blue chip juga dihabisi. Tapi ketika sudah di angka 900-an, mantul lagi. Mereka sabar menunggu harga 900-an.

Mengapa harga 900-an diambil, bukankah PBV masih beberapa kali. Anda lupa berpikir ada rasio dividen di situ. Ketika harga 900-an, dividen perlembar HMSP jadi lebih tinggi, bisa di atas lima persen. Itu sudah daya tarik. Juga sudah jenuh jual. Maka sabar saja.

Sabar yang ketiga adalah menunggu harganya naik. Ini yang kadang kita juga lemah. Kasusnya adalah ketika kita membeli satu saham, harganya tidak naik-naik. Kita tidak sabar, lihat gerai sebelah, kok sudah pada naik.

Sedangkan yang kita pegang masih disitu-situ saja. Naik turun, terus naik turun. Akhirnya kita pindah lapak. Ke sebelah biar ikut harganya naik. Tapi ternyata, yang kita jual naik, yang kita beli turun. Maka ada istilah yang kita beli turun yang kita jual naik.

Sebabnya adalah ketika kita berada di saham yang disitu-situ saja, sebenarnya itu proses menyingkirkan orang-orang yang tidak sabar. Sehingga akan muncul pemegang saham yang dominan dengan harga bawah. Ketika harganya naik, maka dia yang akan lebih menikmati.

Seharusnya adalah Anda sabar menunggu sembari terus akumulasi. Maka ketika naik, prosentase yang Anda dapatkan juga akan besar.

sahamhijau.com

Di sisi lain juga ketika Anda membeli saham ke lapak sebelah, harganya justru turun. Hal ini karena ketika naik, mereka sedang distribusi, menjual pelan-pelan ke pembeli. Anda tidak sabar sih. Coba sabar sedikit, maka saham yang ditinggalkan tadi harganya jadi naik.

Ingat, saham hanya perpindahan uang dari orang yang tidak sabar, kepada orang-orang yang sabar. Itu saja. Semoga saham Anda dari merah menjadi hijau.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Copas Ya