7 Cara Analisa Fundamental Saham Yang Mudah

Cara analisa fundamental saham yang mudah sangat penting di era serba cepat seperti sekarang. Menurut kami jangan yang rumit-rumit karena sudah banyak terbantu dengan adanya puluhan aplikasi baik yang berbayar, atau yang gratis.

Oleh sebab itu kami akan sajikan tujuh cara analisis fundamental saham berdasarkan pengalaman yang kami lakukan di pasar modal selama beberapa tahun. Namun sebelum itu kita akan mengurai pengertian analisa fundamental saham.

Pengertian Fundamental Saham

Pengertian analisa fundamental saham sebenarnya adalah sebuah cara untuk melihat kondisi perusahaan dari beragam aspek yang menunjukkan sehat tidaknya, bagus tidaknya, perusahaan tersebut.

Ini seperti hasil laboratorium pemeriksaan tubuh manusia. Dari aspek kolekterol, tekanan darah, sampai kondisi jantung dan lainnya. Begitu pula dalam analisa fundamental. Maka sangat penting. Analisa yang satu ini menurut kami adalah pokok ketika akan membeli saham sebagai sebuah investasi.

Sebagai investor Anda harus bisa membaca fundamental perusahaan, jangan hanya melihat grafik. Nanti ujungnya hanya rugi saja. Berikut beberapa cara analisa fundamental saham yang mudah.

sahamhijau.com

Gunakan Aplikasi Saham

Dulu membaca bagus tidaknya perusahaan harus dengan membaca laporan keuangan secara detail. Saat ini sudah terpangkas dengan adanya beragam aplikasi yang menunjukkan laporan keuangan. Tidak hanya itu, tapi disertai dengan rasio-rasio yang penting di dalamnya. Ini cara analisa fundamental saham dengan mudah.

Bagi Anda yang ingin masuk dunia investasi saham, saran kami pilih sekuritas yang tidak hanya aman, tapi aplikasinya bagus, karena sangat mendukung dalam memilah saham dengan mudah. Atau jika Anda sudah memiliki sekuritas kami berikan beberapa rekomendasi aplikasi saham.

Pertama RTI, ini ringkas sederhana. Atau bisa melihat IPOT, kami sangat menyukai yang satu ini. Bisa juga menggunakan Stockbit dan lain sebagainya. Kalau sudah menggunakan aplikasi maka perhatikan beberapa aspek fundamental yang penting.

cara analisa fundamental saham

Analisa Laba Rugi Perusahaan

Aspek yang pertama harus dilihat dalam analisa fundamental saham adalah laba rugi perusahaan. Ini pokok dari fundamental. Mampu menghasilkan laba atau tidak dalam usaha. Untuk apa investasi di perusahaan yang merugi.

Jika perusahaan tersebut merugi di saat perusahaan lain yang satu sektor mendapatkan untung, ini sangat bahaya. Tapi kalau perusahaan tersebut untung di saat yang lain rugi, berarti perusahaan tersebut istimewa. Maka perhatikan baik-baik.

Analisis Hutang Perusahaan

Analisis fundamental saham berikutnya adalah hutang perusahaan. Hutang dilakukan biasanya untuk alat ekspansi perusahaan. Tapi kalau hutang terlalu besar maka keuntungan yang dihasilkan pasti tidak maksimal. Karena ada beban bunga yang harus ditanggung. Semakin besar hutang semakin besar bunga.

Biasanya dalam aplikasi ada rasio disebut dengan DER yang artinya adalah hutang berbanding dengan ekuitasnya. Kalau menurut kami rasio di atas 2 sangat berbahaya. Di bawah dua cukup. Sedangkan di bawah satu bagus. Bisa terlihat di aplikasi masing-masing.

Analisa Kemampuan Menghasilkan Laba

Cara analisis Fundamental saham berikutnya adalah menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba berbanding ekuitasnya. Jadi ada perusahaan yang dengan ekuitasnya mampu menghasilkan laba banyak ada yang hanya seupil saja.

Biasanya dinamai dengan ROE, Return on Equity. Semakin besar prosentasenya semakin bagus. Rata-rata di pasar modal ROE memiliki angka 5-7%. Jika di atas itu bagus.

Apalagi jika mencapai di atas angka 10%, cukup bagus. Maka pilih yang kemampuan menghasilkan labanya besar. Saham rokok seperti HMSP atau consumer goods seperti UNVR biasanya sangat besar.

Tapi banyak juga saham yang hanya mampu menghasilkan laba 3% dari ekuitasnya, bahkan minus karena merugi. Ini harus teliti. Cara analisa fundamental saham harus menyeluruh.

Analisa Harga Berbanding Laba

Ada satu lagi rasio yang penting, yaitu price to earning ratio. Atau biasa disingkat dengan PER. Ini adalah rasio di mana harga saham dibandingkan dengan laba yang dihasilkan. Angkanya semakin kecil semakin bagus.

Jadi ilustrasinya, dengan membeli saham seharga sekian, modal kita akan balik berapa tahun lagi. Semakin banyak angkanya, berarti semakin lama kita mendapatkan balik modal. Semakin kecil, akan semakin bagus. Biasanya ditunjukkan dengan tanda x (kali). Misal PER 20x. Jangan cari perusahaan yang PER-nya besar sekali.

Analisa Harga Saham

Ada satu cara analisa fundamental saham yang juga sering digunakan, yaitu membandingkan harga dengan nilai buku perusahaan tersebut. Namanya PBV atau disingkat dengan Price to Book Value. Ini cara paling mudah melihat saham murah atau mahal.

Jadi seolah-olah kita melihat ayam dengan bobot dua kilo, harga seharusnya lima puluh ribu karena perkilo dua puluh lima ribu, tapi ternyata dihargai seratus ribu. Maka harganya sudah mahal. Lebih dari harga aslinya. Semakin kecil angkanya semakin bagus.

Apakah selalu yang dibawah angka 1 berarti murah. Tidak selalu. Pasar bisa mengapresiasi lebih tinggi. Contoh ketika kemampuan perusahaan menghasilkan laba tinggi, di atas 10%, umumnya memiliki PBV di atas satu bahkan dua. Tapi cara analisa fundamental saham lihat rasio ini dan cari yang paling kecil.

Arus Cash Perusahaan

Memang cara analisa fundamental saham yang satu ini sedikit lebih rumit. Karena tidak ada rasio langsung, hanya saja sangat penting menilai arus cash perusahaan. Kalau minus bahaya sekali. Nah di aplikasi sudah ditunjukkan.

Paling tidak arus cash flow positif, jangan sampai negatif. Masa cash flownya minus. Bahaya sekali. Juga arus cash operasional. Harus bagus. Jangan minus ini juga bahaya. Masa membiayai operasional saja memakai hutang.

Cara Menilai Perusahaan Bagus

Nah cara menilai perusahaan yang bagus adalah ketika kombinasi analisa fundamental di atas menghasilkan yang bagus. Kalau sangat bagus semua mustahil. Contoh, laba besar, ROE 15%, DER 0.7. PER 10x, PBV 0.5, Cash Flow Positif. Ini sangat jarang, terlalu bodoh orang tidak investasi di saham ini.

Biasanya pasti ada satu yang lemah. Misalkan PBV sudah lebih dari satu kali, PER sudah tinggi, maka jangan hanya mengandalkan analisa fundamental, harus digabungkan dengan analisa lain, seperti prospek sektor, teknikal dan lain sebagainya. Semoga sahamnya hijau ya. Bisa dibaca perbandingan fundamental dan teknikal di sini.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *