Cara Hold Saham dan Durasinya Agar Untung Berlipat

Cara hold saham menjadi pertanyaan besar bagi para investor di pasar modal. Bahkan mungkin untuk trader juga yang ingin memegang saham dalam jangka waktu tertentu. Biasanya terkait waktu yang tepat dan momentumnya.

Oleh sebab itu kami akan jelaskan cara hold saham berdasarkan pengalaman selama beberapa tahun di pasar modal, bahkan melewati masa 2019, 2020, 2021. Tiga tahun ini menurut kami masa yang cukup sulit. Buktinya harga IHSG tidak naik-naik. Semoga bermanfaat.

Kriteria Saham Layak Dipegang

Sebelum kami lebih jauh membahas cara hold saham, kami akan menjelaskan terlebih dahulu beberapa kriteria saham yang memang layak untuk dihold meskipun dalam jangka waktu sebentar saja.

Yang pertama kami jelaskan saham yang menurut kami tidak layak dihold dalam jangka waktu minimal satu bulan. Pertama adalah saham gorengan yang dibeli diujung.

Cirinya mudah. Kalau Anda membeli saham yang sudah naik 50% dalam waktu satu minggu saja, dan Anda beli diujungnya, ini bukan saham layak dipegang panjang. Lebih baik kalau harganya turun, cut loss saja. Cara cut loss yang baik bisa dibaca di sini.

Kedua, perusahaan dengan kinerja buruk, merugi terus, tapi justru harga sahamnya naik. Lebih baik Anda cutloss, biasanya ini cara bandar membuang barang. Naikkan dulu sebelum dijual. Kalau Anda masuk di sini, tidak ada cara hold saham yang benar.

Saham yang layak dipegang dalam jangka panjang menurut kami hanya ada dua. Pertama, saham tersebut Anda membelinya memang benar-benar undervalue. Percayalah, saham demikian pasti akan mantul keras.

Karena saham model demikian tidak hanya bandar yang menyukai, tapi ritel juga akan menyebut perlahan-lahan. Sehingga tidak ada yang mau jual, harga otomatis naik perlahan-lahan dengan tenang. Cara memilah saham undervalue sudah kami jelaskan lengkap di sini.

Kedua, adalah saham yang memiliki prospek bagus sehingga akan ramai dengan sentimen di masa yang akan datang. Contoh ketika musimnya covid, maka sentimen terkait saham sektor Kesehatan sangat ramai sekali.

Sentimen ini tidak habis-habis sampai dalam jangka waktu sekitar sepuluh bulan, dari masa awal covid-19 hingga awal 2021 tidak pernah berhenti. Maka kemungkinan naiknya akan sangat panjang. Saham ini layak untuk dihold. Saat itu salah satunya adalah Kimia Farma, atau yang dikenal dengan KAEF.

Cara Hold Saham

Menurut kami pasar saham Indonesia dengan negara-negara besar lainnya seperti Amerika sangatlah berbeda. Mungkin di Amerika banyak saham yang memiliki pattern konsisten naik meski pelan-pelan setiap tahunnya. Seperti BBCA kalau di Indonesia.

Tapi Indonesia saham model itu tidaklah banyak. Bahkan cenderung mengalami kenaikan yang tidak konsisten. Maka pegang sahan seperti Warren Buffet yang sampai puluhan tahun, menurut kami hanya sedikit sekali layak demikian.

Kalau menurut kami di pasar modal Indonesia, mungkin paling lama lima tahun saja. Selebihnya kemungkinan turun. Kongkrit adalah Unilever yang longsornya hingga 4000. Secara fundamental tidak rugi. Tapi diturunkan harganya oleh market. Baca cara bandar turunkan saham di sini.

Maka cara hold saham menurut kami tergantung dari jenis saham yang dimiliki. Ingat hukum menjual adalah ketika orang lain sedang bahagia, itu artinya saatnya Anda menjual. Dan ketika yang lain takut maka saatnya membeli. Jangan dibalik.

sahamhijau

Oleh sebab itu cara hold saham yang pertama adalah jika keadaan saham tersebut undervalue. Contoh harganya di bawah nilai bukunya, misalkan setengahnya. Maka perhatikan grafik. Pernah mencapai harga paling tinggi selama dua tahun terakhir seberapa, kalau pernah dua ratus, berarti mungkin 180 bisa dilepas.

cara hold saham
pixabay.com

Atau kalau memang undervalue, maka perhatikan secara teknikal, harga psikologis saham tersebut berapa. Harga psikologis adalah harga standar yang biasanya diinginkan pasar. Bisa dibaca lengkapnya tentang harga psikologis di sini.

Maka cara hold saham demikian adalah mendekati harganya kembali normal. Atau kalau mau lebih sabar bukan hanya mendekati, tapi menyentuh harga normal secara psikologis saham tersebut.

Cara hold saham yang kedua adalah jika Anda membelinya karena marak sentimen. Maka saham demikian sangat tergantung sekali dengan sentimen internal, maupun eksternal. Oleh sebab itu hold saham tersebut sampai sentimennya dirasa sudah mulai sepi.

Kalau tidak dijual ketika sentimen habis, biasanya saham-saham demikian hanya berperilaku naik turun sideway saja. Tidak naik-naik, bahkan cenderung turun. Karena sentimen penggeraknya sudah habis. Seperti saham bank digital. Ketika sentimennya habis, kemungkinan naik lagi sudah  semakin tipis.

Pengalaman Teknik Hold Saham

Kami juga punya pengalaman cara hold saham yang pernah dilakukan dan berhasil. Yaitu take profit di angka 20%. Pokoknya setiap naik dua puluh persen kami take profit. Tidak peduli saham itu kemudian naik lagi.

Berapa lama waktu tunggu dengan model seperti ini, pengalaman kami antara 2-10 bulan. Dengan catatan milihnya tidak buruk-buruk amat. Cara milih saham yang bagus bisa dibaca di sini.

Jika muncul pertanyaan kenapa tidak 30% atau 40%. Karena menurut kami 20% setahun dari saham sudah bagus. Sudah oke, tiga kali lipat dari deposito. Baca pengalaman kami melakukan metode demikian di link ini.

Namun seiring berjalannya waktu metode dan teknik hold saham yang kami lakukan berkembang sesuai dengan yang kami jelaskan di depan. Semoga saham Anda semuanya hijau dan cuan besar.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Copas Ya