Cara Kerja Saham | Anda Duduk Uang Berkembang

Cara kerja saham untuk mengembangkan uang harus kita pahami sebelum benar-benar memulai investasi di pasar modal. Terutama bagi yang baru ingin masuk agar mengerti mengapa di saham uang Anda bisa berkembang berlipat.

Kami akan membahas dari sekilas pengertian, hingga cara kerja saham menggandakan uang kita, atau bahkan mengurangi uang kita. Dari sini Anda bisa mulai mengerti bagaimana sebenarnya investasi di pasar modal.

Apa Itu Saham

Saham sudah pernah kami bahas lengkapnya di sini. Namun kami sekarang akan mengulas sedikit saja. Saham merupakan sebuah penyertaan modal kepada perusahaan yang menandakan kepemilikan. Artinya Anda membeli saham, berarti membeli kepemilikan dari perusahaan tersebut.

Namun jumlah kepemilikannya tergantung dengan jumlah saham yang Anda miliki. Misalkan jumlah saham beredar adalah 1 juta lembar. Ketika Anda memiliki 600.000 lembar, itu artinya Anda menjadi pemilik dominan dari perusahaan.

Jika Anda membeli saham, nantinya dikirim riwayat transaksi bukti Anda memiliki sekian saham dari perusahaan. Tanda lain Anda memiliki saham adalah diundang untuk Rapat Umum Pemegang Saham yang biasanya diadakan pertahun.

Sederhana untuk memahami adalah ada teman Anda akan bangun bisnis, kemudian dia butuh modal. Kemudian Anda akan menyetor modal. Semakin banyak porsi modal, semakin banyak pula porsi keuntungan yang akan didapatkan ketika pembagian. Begitulah saham.

Cara Kerja Saham

Agar mudah memahami cara kerja saham mengembangkan uang Anda, maka saya ilustrasikan dengan Anda membeli sebuah rumah. Saham yang dibeli adalah rumah, di mana nilai rumah itu semakin naik setiap tahunnya karena harga sudah berkembang.

Begitu juga dengan saham. Yang dibeli adalah perusahaan. Maka semakin bertambahnya waktu nilai perusahaan itu akan naik. Sehingga kalau saham kita jual lagi suatu hari, nilainya sudah semakin tinggi. Begitulah cara mudah dalam menggambarkan cara kerja saham. Maka uang kita berkembang, dan nilainya naik.

Tapi apakah selalu naik. Tidak. Rumah yang kita beli bisa jadi ternyata dekat dengan lokasi bencana, sehingga justru nilainya setiap tahun semakin turun. Atau rumahnya roboh, sehingga hanya bisa dibeli tanahnya saja.

Begitu juga dengan perusahaan, bisa jadi nilainya turun, karena kinerjanya tidak bagus. Rugi. Bisa faktor eksternal seperti adanya pandemi, atau faktor internal karena adanya manajemen yang buruk. Nilai perusahaan itu menjadi rendah. Kita rugi.

Maka unsur penting dalam saham adalah melihat potensi dari perusahaan tersebut. Atau melihat masa depan, kira-kira rumah ini kalau kita beli sekarang, di masa depan akan jadi kota besar, maka nilainya naik berlipat-lipat. Begitulah.

cara kerja saham

Pengaruh Suply And Demand Saham

Namun demikian ada satu aspek yang paling berbeda dari cara kerja saham dengan pembelian rumah. Jika beli rumah harus seharga rumah itu, misalkan 500 juta, maka jarang terjadi jual beli. Tapi kalau saham kepemilikan dipecah menjadi kecil-kecil dalam bentuk lembaran. 

Jumlahnya bisa jutaan, bisa milyaran lembar. Sehingga nilai perlembarnya menjadi kecil. Satu lembar ada yang 50 perak, ada juga yang 50.000. Oleh sebab itu frekuensi transaksi jual beli menjadi lebih kencang. Inilah mengapa harga saham naik turun.

Maka suply and demand dalam saham sangat berpengaruh terhadap naik turunnya harga saham. Inilah mengapa keuntungan dalam saham bisa lebih cepat dibandingkan dengan membeli rumah.

Contoh, kita membeli perusahaan bernama Kencana Energi Lestari. Kita membeli setiap lembarnya seharga 300 rupiah. Ternyata prospek perusahaan tersebut cukup cerah. Orang berbondong-bondong ingin membeli. 

Karena hukum suplay and demand berlaku, maka harga saham perusahaan tersebut perlembarnya naik. Bisa naik menjadi 350 rupiah dalam jangka waktu hanya satu minggu. Inilah cara kerja saham mengembangkan uang Anda. 

Maka pintar-pintarlah dalam memilah saham yang akan Anda beli. Jangan membeli di harga mahal, jangan membeli saham yang ternyata kinerjanya buruk, jangan membeli yang kita tidak tahu bagaimana kinerjanya. 

Apalagi jika membeli yang kita sendiri tidak tahu usahanya di bidang apa. Itu sama artinya dengan membeli kucing dalam karung. Inilah mengapa banyak yang rugi di investasi saham. Maka hal inilah yang harus diwaspadai. Maka ada aspek belajar.

Memang cara kerja saham sangat menarik. Uang kita bisa berlipat-lipat naik hanya dalam waktu setahun. Naik 5 kali lipat dalam setahun adalah hal mungkin terjadi. Oleh sebab itu cukup bagus sebagai alat investasi.

Namun saham menjadi alat investasi yang juga memiliki risiko cukup tinggi. High return pasti high risk, itulah hukumnya. Maka juga ada hukum uang anda minus hingga seperlimanya dalam jangka waktu satu tahun. Inilah mengapa banyak orang tidak mau mendekati saham.

Tapi semua ada ilmunya. Saham ada analisa yang bisa dipelajari. Sehingga keuntungan bisa didapatkan. Bukan seperti judi yang Anda lempar dadu kemudian bisa untung bisa tidak sesuai keberuntungan. Yang pasti jangan masuk ke investasi saham jika tidak tahu ilmunya. Maka banyak baca website ini ya. Hahaha. 

Jika Anda memiliki uang hanya seratus ribuan, jangan berkecil hati. Saham bisa dibeli hanya dengan seratus ribu rupiah saja. Atau bahkan lebih kecil dari itu. Jika ingin tahu cara memulai investasi saham bisa selengkapnya dibaca di sini. 

Related Posts

One thought on “Cara Kerja Saham | Anda Duduk Uang Berkembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *