Cara melihat saham yang bagus sebenarnya tidaklah sulit jika kita sudah terbiasanya masuk ke pasar modal. Terutama yang sudah bertahun-tahun. Istilahnya feel sudah dapat. Jadi seperti mendengar musik, tahu antara yang bagus dan yang tidak.

Oleh sebab itu kami akan membagikan pengalaman bagaimana cara melihat saham yang bagus sehingga memiliki potensi untuk cuan. Cara ini mudah asalkan Anda mau mengikutinya step by step. Modal kecil atau besar bisa cocok untuk metode ini.

Tidak Tamak dan Sombong di Saham

Sebelum kami memberitahu cara melihat saham yang bagus dan kadang-kadang juga murah, maka tahapan yang pertama kami tekankan adalah jangan tamak. Maksud tamak adalah selalu menginginkan keuntungan berlipat-lipat dalam waktu singkat. Ini namanya tamak.

Untung dari saham sebesar 15% pertahun sudah bagus kok. 20% bagus sekali. Di atas itu istimewa. Bisa dibaca berapa keuntungan standard investasi saham di sini.

Kalau Anda dalam hati, “Ah terlalu kecil, saya pengin 100% setiap tahun…” ya tulisan ini tidak cocok. Seringnya, ketamakan terlalu ingin mendapatkan untung besar dalam waktu singkat adalah awal dari kegagalan.

Sombong di dunia pasar modal juga bahaya. Maksudnya adalah Anda meyakini bahwa pilihan saham Anda pasti naik. Sehingga dengan pedenya membeli dengan semua uang yang Anda punya. Inilah kesombongan tingkat dewa.

Saya tekankan semua metode hanyalah sebuah cara melihat saham yang bagus yang memiliki potensi capital gain atau dividen. Ingat, masih potensi. Bukan pasti.

Apalagi kalau hanya basisnya satu metode saja, seperti murni teknikal, menurut kami pada akhirnya bukan lagi potensi, tapi sudah prediksi, seperti menebak skor bola. Dua sifat ini disingkirkan dulu, tamak dan sombong.

Memilih Saham Yang Bagus di Indeks

Kalau Anda merasa bodoh dalam mengetahui fundamental saham itu bagus seperti kami, atau kalau baca laporan keuangan detil tidak tahu artinya, hanya tahu rasio-rasio fundamental sebatas dari aplikasi saja, maka saran kami cara melihat saham yang bagus lebih baik merujuk pada indeks yang sudah tersedia.

Indeks berfungsi mempermudah para investor untuk memilih saham yang bagus. Ada macam-macam indeks. Contoh kalau ingin kapitalisasi besar, fundamental bagus, maka ada indeks saham LQ45. Kalau ingin sedikit diturunkan lagi kapitalisasinya, fundamental tetap bagus, maka ada indeks Kompas100.

Kalau ingin yang sedang mengalami pertumbuhan ada index growth 30. Dan masih banyak lagi, kami sudah pernah mengulasnya bagaimana cara memanfaatkan indeks di sini. Secara fundamental yang berada dalam indeks tersebut bagus. Anda cukup memilah salah satunya saja.

Aksi Korporasi Perusahaan

Kalau Anda ingin out of the box, cara melihat saham yang bagus adalah mencari saham yang fundamentalnya mungkin biasa, tapi suatu hari akan bagus, maka tetap analisa fundamental. Yaitu analisa tentang bagus tidaknya potensi kinerja perusahaan tersebut.

Misalkan saham VIVA dulu hutangnya banyak, sehingga keuntungan tidak bisa optimal, tiba-tiba ada aksi korporasi melunasi hutang. Ini istimewa. Atau seperti BRMS yang mulai mengoperasikan tambang emas, ini juga istimewa.

Itu artinya labanya suatu waktu akan naik berlipat. Oleh sebab itu di media selalu muncul yang namanya aksi korporasi. Bagi investor hal ini sangat penting sekali. Cara melihat saham yang bagus adalah sering baca berita.

Saham Bagus Secara Teknikal

Mungkin Anda merasa, saya beli saham fundamental bagus, ternyata longsor juga. Itu artinya kita melakukan kesalahan kedua dari investasi di pasar modal, yaitu melupakan teknikal dan beli di harga yang terlalu tinggi.

Contoh, saham UNVR fundamentalnya bagus, masuk golongan blue chip, di index masuk kelompok LQ45, tapi sahamnya longsor terus. Karena secara teknikal saham ini sudah ketinggian. Sudah terlalu mahal. Teknikal akan menghasilkan analisa kepada kita bahwa saham itu sudah murah secara psikologis pasar atau mahal secara psikologis pasar.

Lho kok psikologis pasar? Ya, seringkali saham fundamental bagus harganya pasti sudah mahal. Bisa tiga atau empat kali lipat dari nilai bukunya. Tapi begitulah pasar menghargai. Nah kita sebagai investor menunggu jatuhnya saja. Bisa kok saham bagus diskon besar.

Contoh yang pernah terjadi Kimia Farma, dari harga 2000-an, jadi hanya 900-an. Waktu covid dihajar lebih dalam lagi, didiskon karena bandar ingin mendapatkan harga bawah plus mau dinaikkan gila waktu covid, kami pernah mengulas lengkap di sini.

Saham lain yang pernah demikian adalah ANTM, saham yang pernah menyentuh angka 300 perak dari harga psikologisnya 900-an. Ternyata akan dikerek habis ke langit karena ada isu baterai. Kita hanya menunggu saja.

Saham demikian pasti diulas di media. Contoh “Sebab saham kimia farma anjlok”. Seperti sekarang saham Unilever, semua media membahas. Masalahnya Anda biasanya takut masuk.

Moving Average Area

Moving average area adalah pergerakan rata-rata saham tersebut dalam jangka waktu tertentu. Bisanya ada yang lima hari, ada yang satu bulan, ada yang tiga bulan, ada yang satu tahun. Anda harus melihatnya.

Tapi melihat ini setelah tahu fundamental saham bagus ya, atau potensinya bagus. Caranya adalah Anda mau investasi berapa lama. Kalau waktunya hanya satu bulan, perhatikan moving average area selama satu bulan, kira-kira, harga sudah turun tapi akan naik, atau harga sedang naik tapi belum ketinggian. Maka ini waktunya beli.

Paling enak kalau nemu saham turun tapi sudah mulai diakumulasi dan akan naik. Bukan yang trendnya naik tapi ternyata sedang distribusi. Kami sudah pernah menulis tentang ciri-ciri saham akan naik di sini. Tinggal dibaca saja.

cara melihat saham yang bagus

Saham Murah bukan Murahan

Prinsip cara melihat saham yang bagus adalah menemukan saham yang murah tapi fundamental bagus. Nah murah ini bukan berarti murahan. Kalau Anda menganggap saham di bawah seribu bagus, itu artinya Anda mencari saham murahan.

Saham murah adalah saham yang biasanya dihargai 5000, tahu-tahu jadi 3000, ini saham murah tapi tidak murahan. Cukup dilihat di Google riwayatnya bahwa saham itu masih mahal atau sudah murah. Ketik di kolom saham ITMG, nanti terlihat grafik, Anda tinggal memilih durasi satu tahun atau lebih lama lagi.

Dari situ Anda tahu oh saham ini sedang murah. Kami sudah mengulas cara ini di sini. Atau memakai aplikasi. Yaitu dengan memilih indeks tertentu, nanti akan tersaji saham mana yang sebenarnya kinerja bagus tapi sedang diskon.

Fasilitas ini ada kok di tiap aplikasi sekuritas kita. Hanya biasanya males, pengin yang cepat saja. Juga ada fasilitas screening, kalau memang ingin saham di luar indeks. Mana yang sedang murah bisa disortir, PBV sekian, PER sekian, ROE sekian, Kapitalisasi pasar sekian, tinggal klik, keluar semua.

Mendapatkan Saham Bagus di Bandar

Anda sudah analisa fundamental, sudah analisa teknikal juga, tapi kok ternyata longsor parah, itu artinya Anda melupakan analisa bandarmologi yang sedang tren. Di mana siapa yang punya uang lebih besar, dia yang bisa membuat harga saham naik, atau turun. Biasanya disebut dengan bandar.

Bandar akan berperilaku kebalikan dari psikologis orang pada umumnya. Kalau harga turun itu artinya dia sedang akan akumulasi, kalau harga naik dia sedang akan distribusi. Nah kalau pusing mikirin gimana cara bandar bisa masuk pakai aplikasi berbayar. Banyak.

Tapi kalau males seperti kami, lihat arus dana asing saja. Kenapa di bursa diperlihatkan arus dana asing masuk sekian, dan selalu dibahas di media, karena dananya guide. Jadi saham bisa bergerak karena arus itu.

Kalau sudah tahu fundamental bagus, teknikal oke, maka lihat saja apakah sedang diakumulasi asing atau tidak. Kalau mulai akumulasi Anda ikut beli saja. Itu tandanya saham akan naik. Kalau masih bingung baca bandarmologi di sini.

Cara Melihat Saham Bagus dari Prospek

Nah ada satu lagi cara melihat saham yang bagus. Tapi ini terkadang berlaku pada fundamental yang biasa-biasa saja, tidak bagus banget, plus teknikal juga tidak turun-turun amat, harganya biasa, tidak murah tidak juga mahal tapi akan ada potensi naik. Yaitu prospek.

Analisa prospek ke depan sangat penting. Maka review saham di website ini seringkali berjudul prospek saham MPMX, prospek saham HRTA, dan lainnya. Karena memang prospek berarti akan ada arus besar dalam bisnis itu dan pasti akan kecipratan.

Contoh ketika covid-19 datang, maka prospek berada pada saham farmasi. Ketika resesi datang, maka prospek berada pada saham emas. Ketika omnibus law berlaku, maka saham kawasan industri seperti KIJA dan BEST berjaya. Cara melihat saham yang bagus demikian biasanya juga disebut follow trend.

Kuncinya Anda harus sering banyak baca media, rutin. Kalau orang investasi saham, medsos yang ga’ penting dihapus aja, apalagi sempat-sempatnya goyang tiktok. Hehehe. Install cnbc, kontan, atau bisnis.com. hehehe.

Inilah beberapa cara dalam sudut pandang penglaman kami bagaimana cara melihat saham yang bagus. Sebenarnya terlihat jelas, hanya ketamakan kita yang membuat semua seperti gelap gulita.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Copas Ya