Cara Membaca Volume Saham Agar Tidak Terkecoh

Cara membaca volume saham memang sangat penting sekali. Terutama bagi kita yang pemula. Kami pun sering menggunakan analisa volume saham untuk melihat potensi harga naik atau sebaliknya justru turun.

Berikut kami sajikan cara membaca volume saham berdasarkan hasil bacaan, diskusi, dan tentu saja pengalaman kami selama terjun di pasar modal dari tahun 2019 hingga sekarang. Semoga bisa menjadi pertimbangan.

Cara Membaca Volume Saham

Volume transaksi saham adalah sebuah indikator yang akan menunjukkan banyaknya transaksi yang terjadi dalam satu sesi. Dari volume ini akan menunjukkan indikator akan terjadi kenaikan atau penurunan.

Jika umumnya banyaknya volume transaksi menandakan harga naik, tapi di saham justru sangat dinamis. Kita tidak bisa menentukan demikian. Ada kondisi-kondisi yang justru berbalik dari hukum ekonomi umum yang kita maklumi.

Harga Naik Volume Naik

Kondisi pertama adalah harga naik volume naik. Itu artinya yang ikut transaksi sangat banyak. Partisipasi transaksi cukup besar yang menggambarkan keriuhan. Jika Anda mengalami atau melihat saham yang demikian maka berbahagialah.

Ini adalah keadaan di mana saham masuk dalam fase bullish. Sehingga grafiknya akan mendaki. Jumlah investor bertambah. Biasanya bertambahnya investor disertai dengan adanya sentimen yang mempengaruhi.

Namun demikian yang perlu diantisipasi adalah, ini bukan tanda-tanda kenaikan. Tapi sudah berada dalam fase kenaikan. Jika ingin masuk, maka lebih baik sedini mungkin. Atau di waktu pertama kali menujukkan fase bullish. Rekomendasinya adalah BUY.

Harga Naik Volume Turun

Nah keadaan yang kedua unik, harganya naik tapi volume turun. Maka cara membaca volume saham akan berbeda. Keadaaan ini menandakan bahwa partisipasi investor mengecil. Meskipun harganya naik tapi yang beli tidak ramai.

Dengan kata lain sudah masuk fase jenuh membeli. Ingat pembelian adalah pangkal kenaikan. Maka ketika terjadi kenaikan tapi keikutsertaan investor dalam pembelian rendah, itu pertanda akan ada masa pembalikan.

Oleh sebab itu rekomendasi jika menghadapi keadaan demikian adalah sell on strong. Sebelum terlambat terjadi penurunan yang tajam. Biasanya ritel tertipu dengan keadaan demikian dan lupa cara membaca volume saham.

Harga Turun Volume Turun

Keadaan berikutnya adalah harga turun volume turun. Ini menandakan bahwa saham tersebut sedang mengalami fase distribusi tapi semakin berada pada titik kejenuhan. Sederhananya yang jual semakin sedikit.

Maka ketika sudah jenuh jual, itu artinya akan datang satu masa pembalikan arah. Atau paling dekat adalah sideway, yaitu konsolidasi sebelum naik. Jika menemukan masa ini maka rekomendasi kami adalah buy on weakness.

Tapi jangan emosi ya belinya. Alon-alon, atau tetapkan metode cicil agar mendapatkan harga yang pas. Bisa dibaca di sini. Mengingat dalam saham tidak ada yang benar-benar tahu titik dasar atau support sebuah saham.

cara membaca volume saham
volume sisi bawah

Harga Turun Volume Naik

Cara membaca volume saham berikutnya adalah ketika menghadapi keadaan harga turun volume naik. Nah ini cukup menarik. Karena dengan kata lain ketika volume naik partisipan dalam penjualan bertambah.

Maka keadaan demikian pertanda banyak yang jual. Sudah harganya turun, banyak yang jual pula. Ini sudah pasti menandakan fase penurunan yang cukup dalam. Jika Anda trader maka lebih baik saham yang Anda miliki jual saja. Sebelum turun lebih jauh.

Atau kalau Anda sedang mengamati penurunan harga saham, dan sedang mengincar untuk dibeli, maka ketika menghadapi keadaan demikian jangan dibeli dulu. Lebih baik menunggu keadaan harga turun volume turun.

Kombinasi Metode Volume Saham

Cara membaca volume saham ini adalah sebuah metode yang umumnya digunakan oleh para trader atau position trader. Investor jangka panjang tidak banyak yang menggunakan. Maka saran kami kombinasikan dengan metode lain.

Terutama teknikal saham yang berkaitan dengan pattern-pattern revelsal yang bisa menandakan pembalikan arah. Ketika dikombinasikan dengan baik maka cara membaca volume saham ini akan lebih akurat. Selengkapnya tentang teknikal pembalikan arah bisa dibaca di sini.

Selanjutnya kombinasikan dengan analisa broker summary untuk melihat secara bandarmologi. Contoh harga turun volume naik, ada satu broker yang dominan, lebih baik hajar saja. Beli. Sehingga analisa saham Anda menjadi lebih yahud. Semoga saham Anda hijau.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *