3 Cara Menghitung Harga Wajar Saham dengan Mudah

Cara menghitung harga wajar saham beredar di banyak website, channel, tapi biasanya rumit-rumit. Saya terkadang ketika menerapkan juga sering bingung. Maka kemudian saya menerapkan metode yang sederhana. 

Saya mengingatkan sebelum memperpanjang tulisan ini. Tipe kami bukan trader. Bukan pula investor jangka panjang lebih dari tiga tahun. Kami tipe yang nyantai ajah. Hehehe. Jadi kalau Anda trader yang suka lihatin layar, metode ini sangat tidak cocok. 

Cara menghitung harga wajar saham juga seringkali digunakan oleh mereka para investor yang memiliki uang banyak, untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu.

Sehingga ketika menemukan ternyata ada saham di bawah nilai wajarnya, maka berharap suatu hari akan menuju harga wajarnya, sehingga bisa untung. Sebelum lebih jauh membaca, lebih baik pahami risiko dan keuntungan investasi saham.

Cara Cepat Menghitung Harga Wajar Saham

Di banyak aplikasi saham selalu muncul rasio pengukuran dengan singkatan PBV. Itu artinya Price to Book Value, yaitu harga saham dibandingkan dengan nilai buku. Kalau semakin kecil akan semakin murah. 

Dengan kata lain kalau harga sahamnya di bawah price to book value, atau rasio di bawah angka 1, dengan kata lain saham tersebut di bawah harga wajarnya. Contoh harga saham ketika dilihat 500, ternyata harga wajarnya adalah 1000. Berarti murah. 

Begitulah menghitung harga wajar saham. Cukup melihat rasio yang tercantum di aplikasi saja. Cari kode PBV. Stockbit, IPOT, dan lain sebagainya pasti mencantumkan. Pertanyaannya adalah apakah semua saham bisa menghitung harga wajar dengan cara seperti ini.

Jawabannya adalah tidak. Anda ingin harga saham BBCA di angka PBV 1, sama saja seperti nunggu pernikahan cucu. Bahkan saat wabah dari PBV 4 hanya turun jadi 3 saja. Kapan bisa turun di bawah harga PBV. 

Artinya cara demikian tidaklah menjadi ukuran untuk mengukur harga wajar dari saham. Bahkan saham HMSP harga rata-ratanya secara psikologis pasar di angka PBV 5. Maka sulit untuk mengukur harga wajar saham dari rasio PBV saja. 

Kini kami akan jelaskan pengalaman kami dalam menentukan harga wajar saham di pasar modal. 

Pahami Deviden Saham

Saran pertama kami untuk cara menghitung harga saham perusahaan di pasar modal adalah pahami deviden emiten objek investasi. Karena setiap saham akan memiliki standard harga yang berbeda jika melihat devidennya. 

Dalam sudut pandang kami, kalau saham tersebut tidak memiliki deviden, maka harga saham yang wajar adalah PBV 1. Jika sudah mencapai PBV satu artinya saham tersebut sudah menyentuh angka batas kewajarannya.

Pertanyaannya adalah, apakah masih mungkin naik jika melewati harga wajarnya. Sangat mungkin sekali. Hal biasa jika saham menyentuh angka PBV 2x, bahkan lebih. Apalagi saham gorengan. Maka ketika Anda menemukan saham tanpa deviden, sudah bisa dipastikan mengharap capital gain, selisih harga dari kenaikan. 

Contoh. Saham KBAG. Ini saham tanpa deviden. Berada di angka 50 perak. Ternyata PBV-nya masih 0.9. Masih layak dibeli. Keadaan perusahaannya juga lumayan. Meskipun di kami masuk kategori goreng. Bisa dilihat di sini detil kategori gorengan.

cara menghitung harga wajar saham

Saham Dengan Deviden

Kalau saham yang membagikan deviden, bisa dipastikan sangat jarang menemukan harganya di PBV satu. HMSP yang terkenal loyal, juga mencapai PBV 6x. Itupun masih mendapat deviden sekitar 6%. Tergolong masih besar. 

Nah kalau menemukan saham loyal deviden. Maka pengalaman kami cara menghitung harga wajar saham cukup mudah, lihat apakah devidennya sudah lebih kecil dari 3% atau tidak. Bisa dilihat di stokbit, atau IPOT. 

Kalau sudah lebih kecil dari 3%, maka menurut kami sudah kemahalan. Rata-rata minimal dapat 5% lah. Hehehe. Ini cara menghitung harga wajar saham dengan mudah.

SahamHijau.com

Perlu Anda ketahui, saham dengan pembagi deviden memiliki karakater jika semakin mahal harganya, maka prosentasi devidennya juga akan mengecil. Semakin murah harganya prosentase devidennya semakin besar.  Ini cara menghitung harga wajar saham dengan mudah.

Contoh Bank BJB, atau kodenya BJBR. Ketika di harga 1000, deviden sekitar 8%. Kemudian harganya naik sampai 1700, devidennya turun sampai 5.8% (Stockbit). Apakah masih layak. Kalau kami masih. Pokoknya kalau deviden turun sampai 3%, itu antisipasi. 

Karena saham dengan model demikian kapitalisasi pasarnya pasti besar. Mengharap dari kapital gain tidak mudah. Biasanya merayap. Kecuali BBCA yang sangat stabil naiknya, sedangkan saham yang lainnya turun naik seperti ular tangga.

Pengecualian Harga Wajar Saham

Namun demikian cara ini tidak berlaku untuk saham-saham dengan deviden yang super tinggi seperti di batu bara. Contoh ITMG atau PTBA yang berada di atas 10%. Maka kalau menemukan demikian, harga wajarnya adalah ketika deviden berada di angka 8%. 

Artinya kalau deviden masih di atas harga tersebut, masih oke. Kalau sudah menyentuh angka 8%, hati-hati. Bisa dibuat longsor dengan alasan musim batu bara sudah habis. Jadi kalau menemukan harga saham batu bara kemudian devidennya masih 12-15%, sikat. 

Pokoknya yang devidennya cukup besar cara menghitung harga wajar saham berbeda tipis. 

Kalau Anda berpikir, cara ini aneh banget. Kami menerapkan dan bersyukur mendapatkan cuan konsisten meskipun belum berlipat-lipat. Semoga yang baca ini dapatkan saham dengan harga wajar dengan cepat. Aminn.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *