7 Ciri-ciri Saham Akan Turun | Siap Jantungan

Ciri-ciri saham akan turun | Salah satu hal yang paling diwaspadai di pasar modal adalah turunnya harga saham. Jika hanya turun satu dua persen bisa dimaklumi, tapi kalau tiba-tiba turun sampai reject bawah, 7% dalam sehari, maka bisa berubah drastis portofolio yang kita miliki.

Kita bisa berusaha menghindarinya, dengan melihat ciri-ciri saham akan turun. Apa yang kami tulis berdasarkan pengalaman selama bertahun-tahun di pasar modal. Mungkin bisa diterapkan pada model investasi saham Anda. 

Penyebab Saham Akan Turun

Sebelum mengulas ciri-ciri saham akan turun, maka kita ulas terlebih dahulu penyebab harga saham turun. Yang paling umum terjadi adalah kinerja buruk perusahaan. Laporan keuangan jelak biasanya akan turun. 

Kedua, sentimen buruk terkait sektor keluar di berita. Misalkan pajak rokok naik hingga 20% lebih, pada akhirnya saham rokok semua rontok berguguran dengan sangat sadis. Contoh kasus HMSP dan emiten rokok lainnya.

Ketiga, keadaan global. Kalau yang satu ini biasanya turunnya rombongan. Satu keluarga IHSG turun. Tidak hanya saham yang Anda pegang, tapi juga saham lainnya. Kalau sebabnya demikian, ditunggu baliknya saja.

Yang jelas, saham turun karena lebih banyak yang jual. Mengikuti hukum supply and demand, semakin banyak yang jual akan turun harganya, semakin banyak yang beli akan naik harganya. Anda ikut menjual dengan lot yang besar, semakin longsor juga harga saham.

Ciri-Ciri Saham Akan Turun

Sebelum hal di atas benar-benar terjadi, kita bisa melihat ciri-ciri saham akan turun. Pengalaman kami yang pertama adalah kalau offernya sangat banyak berbanding bid, bukan beda tipis lho ya. Itu artinya saham akan berat akan naik. Lebih banyak kemungkinan turun.

Biasanya setiap harga jumlah offernya mirip-mirip banyaknya. Tapi kalau ada satu offer yang lebih besar dibanding yang lain, terlihat lebih tebal, yang satu seribu lot, padahal yang lain seratus lot, itu ada tekniknya sendiri ya. Hehehe.

Kedua ciri-ciri saham akan turun adalah adanya simpang siur berita negatif. Meskipun biasanya disangkal, tapi lama-lama juga mengusik investor. Kalau sebagai trader, lebih baik jual. Biasanya itu merupakan cara big funds untuk melongsorkan harga sehingga dapat harga murah. 

Ciri-ciri kedua bisa mengalahkan yang pertama, karena hukum saham adalah turun dan naik karena sentimen. 

Ketiga, laporan keuangan bulanan. Sebelum keluar laporan tri wulan, biasanya ada laporan bulanan yang muncul di website emiten. Hitung dulu saja labanya. Sederhananya untung atau buntung. Kalau dikalkulasikan rugi, pasti longsor. 

Biasanya pada males untuk melakukan ini. Tapi jika Anda bisa melakukannya, Anda mendahului yang lain. Contoh seperti BRIS, BJBR, di website selalu ada laporan keuangan bulanan. Dari situ terlihat saham akan tren turun atau naik.

ciri-ciri saham akan turun

Keempat, arus asing keluar. Ada ciri-ciri saham turun yang berikutnya. Yaitu dana asing terus keluar dari saham tersebut. Meskipun harga sahamnya belum turun, tapi ternyata dana asing keluar perlahan, itu tandanya saham akan turun. Meskipun tidak selalu, tapi biasanya demikian. Jika Anda trader, ancang-ancang keluar.

Contoh adalah MPMX di masa bulan September dan Oktober 2020, asing terus menjual, sahamnya pun meski sudah ada usaha membeli dari lokal, tetap tidak kuat menahannya turun.

Kelima, bandar sedang buang barang. Ada aplikasi yang bisa mendeteksi pergerakan big funds (bandar), tidak hanya asing tapi juga lokal, biasanya mereka akan keluar perlahan-lahan. Saham pun turun pelan-pelan. Jika Anda bisa menghitung dana total bigfunds, maka Anda bisa paham apakah masih banyak yang akan dijual atau tinggal sedikit. 

Inilah beberapa ciri-ciri saham akan turun, atau tanda-tanda saham akan turun. Semoga bisa memberikan manfaat dan menikmati hasil yang optimal. Salam sahamhijau.com.

Related Posts

One thought on “7 Ciri-ciri Saham Akan Turun | Siap Jantungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *