Di dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dalam tentang beberapa emiten batu bara terbesar di Indonesia. Sebelumnya, laporan kondisi pertambangan batu bara terkini menyatakan bahwa pemerintah Indonesia saat ini memang tengah menfinalisasi beleid baru. Beleid inilah yang kemudian bisa menjadi angin segar bagi pelaku usaha pertambangan. 

Aturan tersebut digadang-gadang akan lebih menjamin kepastian usaha dan bisa mengerek penerimaan negara dari sektor pertambangan. Tentunya, ini menjadi alasan perkembangan industri batu bara di Indonesia menarik untuk diulas.

Saat ini, Indonesia memiliki sumber daya dan juga cadangan batu bara yang cukup besar, yakni pusat sumber daya mineral batu bara dan panas bumi. Dan batubara merupakan komoditas cukup hangat di bursa saham Indonesia selain CPO yang prospeknya sudah kami bahas di sini.

Indonesia sebagai Penghasil Batu Bara Terbesar

Di Indonesia, ketersediaan batu bara tergolong melimpah dan proses penambangannya pun relatif mudah. Terutama pada tambang terbuka. Hal inilah yang membuat negara kita menjadi andalan bagi negara-negara besar, seperti Cina, Amerika Serikat, India, Australia, untuk menyediakan batu bara sebagai energi listrik yang murah.

Pada tahun 2018 lalu, Indonesia menjadi negara penghasil batu bara nomor empat di dunia, dengan jumlah produksi mencapai 561 juta ton. Jumlah tersebut juga menjadi rekor produksi tertinggi sejak tahun 1981.

Sumber batu bara tersebut diantaranya berada di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Di situ jugalah sebagian besar emiten batu bara terbesar di Indonesia meletakkan markasnya untuk memproduksi batu bara.

Kapasitas Produksi Batu Bara di Indonesia

Kementrian ESDM mencatat, cadangan batu bara nasional meningkat dari 25 miliar ton di tahun 2017 menjadi 37 miliah ton di tahun 2018. Lalu seperti apa kapasitas produksi batu bara di tanah air?

Indonesia sendiri adalah penghasil batu bara terbesar ketiga di dunia. Pada tahun 2017 lalu Indonesia memproduksi 461 juta ton dan untuk tahun 2018 mencapai 485 juta ton. 

Dari jumlah batu bara yang dihasilkan di perut bumi Indonesia ini, hanya beberapa perusahaan tambang yang tercatat memproduksi dengan volume yang tinggi, berdasarkan data pada tahun 2017 dari laporan keuangan emiten dan termasuk ke dalam emiten batu bara terbesar di Indonesia.

Penghasil Batu Bara Terbesar di Indonesia

Emiten penghasil batu bara terbesar di Indonesia yang pertama adalah Bumi Resources dengan 83,6 juta ton produksi batu bara (BUMI). Di tempat kedua, ada Adaro Energy (ADRO) 51,8 juta ton. 

Disusul kemudian oleh Berau Coal 33 juta ton, Indika Energy 32 juta ton (INDY), Bukit Asam 24,2 juta ton (PTBA), Indo Tambangraya Megah 22,1 juta ton (ITMG), Golden Energy Mine 15,6 juta ton, dan Bara Multi Sukses Sarana 9,01 juta ton. 

Total produksi dari 8 pemain besar batu bara tersebut mencapai 271 juta ton. Jumlah tersebut lebih dari setengah total produksi nasional, atau sekitar 58%, dikuasai oleh 8 pemain utama tersebut.

Lalu siapa saja sebenarnya yang ada di balik raksasa batu bara Indonesia tersebut? Inilah yang menjadi pembahasan menarik. Karena biasanya berpengaruh pada harga saham emiten yang bersangkutan.

emiten batu bara terbesar

Mengenal Perusahaan Tambang dan Afiliasinya

Faktanya, perusahaan-perusahaan batu bara di atas berafiliasi dengan sejumlah crazy rich Indonesians, ada juga yang berstatus BUMN, dan sisanya terafiliasi asing. 

Bumi Resources, misalnya, kerap diasosiasikan dengan keluarga Bakrie sebagai pendirinya. Meskipun pada saat ini, keluarga Bakrie bukan lagi menjadi pengendali PT Bumi Resources Tbk. sejak pelaksanaan restrukturisasi hutang. 

Sebagai emiten penghasil batu bara terbesar di Indonesia, sebagian besar saham Bumi Resources yang dimiliki oleh keluarga Bakrie kemudian diserahkan kepada kreditor untuk dikonversi menjadi hutang perseroan. 

Kemudian ada Adaro Energy, dengan sosok Garibaldi Thohir di baliknya, atau Boy Thohir, putra pengusaha Muhammad Teddy Thohir. Selain di bidang energi, keluarga Thohir ini memiliki berbagai lini bisnis lainnya. Mulai dari properti, media, lewat PT Mahaka Media (ABBA), kemudian ada kuliner, seperti Restoran Hanamasa dan Yakun Kaya Toast. 

Anda mungkin juga tak asing dengan sepak terjang sang adik, yakni Erick Tohir, ketua panitia ASEAN GAMES yang juga pernah menjadi presiden Intermilan sebelum melego sahamnya dan saat ini tengah menjabat sebagai menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).

Selanjutnya ada Golden Energy Mines dan juga Berau Coal yang dimiliki oleh Sinar Mas Group. Sinar Mas Group sendiri, seperti yang kita tahu, didirikan oleh Taipan Eka Cipta Wijaya.

Selain menjadi pemilik dari emiten batu bara terbesar di Indonesia, ia juga memiliki gurita bisnis di berbagai bidang. Mulai dari properti, perbankan, energi, pendidikan, hingga kesehatan yang saat ini dijalankan oleh generasi kedua dan ketiga pendirinya.

Sinar Mas Group resmi menguasai Berau Coal di tahun 2015 dan untuk Golden Energy Mines sudah didirikan sejak tahun 1997 dan terus melakukan ekspansi, hingga akhirnya mengakuisisi 4 perusahaan. Demikian tadi adalah beberapa emiten penghasil batu bara terbesar tentu diantaranya adalah emiten batu bara terbaik di Indonesia.

sumber dari sini.

Related Posts

One thought on “8 Emiten Batu Bara Terbesar di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *