Harga Naik Volume Turun | Pertanda Apa?

Harga naik volume turun di saham pasti sering Anda temukan. Terutama jika Anda seorang trader yang selalu mengamati pergerakan tersebut harga dan grafik. Keadaan ini sebenarnya memberikan sebuah sinyal untuk kita. Baik itu sinyal jual atau sinyal beli.

Lalu bagaimana sebenarnya cara membaca volume saham, secara khusus keadaan harga naik volume turun. Karena hal ini tidaklah lazim. Umumnya adalah harga naik volume naik. Kami akan berikan penjelasan berdasarkan pengalaman.

Volume dan Harga Saham

Volume dan harga saham memiliki ikatan yang cukup erat serta bisa kita analisa untuk melihat pergerakan selanjutnya. Volume artinya adalah jumlah transaksi yang terjadi pada hari tersebut.

Jika volume besar artinya partisipasi investor terhadap tindakan jual beli di saham tersebut besar. Artinya saham tersebut ramai. Seperti ada orang jualan tempe, tiba-tiba banyak yang datang. Ini volume besar.

Memang hukum alamnya adalah ketika volume tersebut besar, harusnya harga akan naik. Ini pertanda yang beli banyak, permintaan banyak, harganya terkerek. Tapi di saham bisa saja volumenya turun harga naik. Jadi yang ikut transaksi menyusut, tapi harganya tetap naik.

Harga Naik Volume Turun

Hal ini sebenarnya sebuah indikator untuk kita semua. Harga naik volume turun berarti volumenya tidak setebal biasanya. Misalkan biasanya jumlah transaksi mencapai 1000 lot, kali ini justru 500 lot, padahal umumnya kalau naik berada di 1.500 lot.

Maka dengan kata lain volume turun menandakan keadaan sudah jenuh beli. Maksudnya investor yang membeli jumlahnya semakin sedikit di saham tersebut. Bisa karena sentimennya sudah habis, atau memang benar-benar karena harga sahamnya terlanjur tinggi.

Tapi kok harganya bisa naik? Karena lot yang tersedia bisa disikat oleh pembelian yang jumlanya sedikit tersebut. Sehingga mampu naik. Persoalannya apakah konsisten naik? Jawabannya tidak.

Ini adalah tanda-tanda awal bahwa harga akan turun. Atau ada istilah jual pada penguatan. Jika Anda seorang trader, ini memang waktunya bagi Anda untuk menjual, sebelum benar-benar longsor ke bawah dan justru berbalik rugi.

harga naik volume turun
tradingview.com

Kombinasikan dengan Teknikal

Namun perlu menjadi catatan bahwa tidak ada ketepatan 100% di dunia pasar modal. Meskipun Anda menggunakan analisa volume saham. Bahkan misalkan harga naik volume turun. Itu juga kemungkinan tidak ada 100%.

Untuk menguatkan argumen tersebut, maka kombinasikan dengan analisa teknikal. Yaitu dengan melihat pattern, atau menganalisa pattern yang populer sebagai pertanda pembalikan arah dari naik menuju penurunan.

Contoh ketika harga naik tapi volume turun, muncul pattern double top, maka Anda harus lebih waspada. Karena itu pertanda pembalikan arah akan terjadi. Oleh sebab itu lebih baik jual. Tentang pattern pembalikan arah bisa dibaca di sini.

Bandarmologi Saham

Nah ada sisi yang menarik dari harga naik volume turun yang pertanda akan ada penurunan harga. Biasanya hal demikian adalah tingkah laku big money. Atau orang sering menyebut dengan bandar.

Ingat, hukum yang berlaku di bandar selalu berbanding terbalik dengan apa yang dipikirkan oleh ritel. Harga naik dikira menuju trend bullish. Padahal ini adalah trik untuk menarik partisipan ritel untuk kemudian distribusi saham. Selengkapnya tentang bandarmologi di sini.

Nah ketika terjadi seperti ini perhatikan apakah ada satu broker yang dominan atau tidak. Terutama dalam transaksi yang terjadi ketika kenaikan harga saham tersebut. Kalau Anda melihat satu broker dominan sedang distribusi. Lebih baik jual.

Tindakan Kita Apa?

Analisa volume dan harga saham menurut kami hanya cocok untuk trader saja. Adapun bagi Anda yang investor, atau mungkin position trader, menurut kami lebih cocok kombinasi antara teknikal dengan bandarmologi.

Karena ketika harga naik volume tipis, bisa jadi selepasnya terjadi penyesuaian atau konsolidasi terlebih dahulu pada harga baru. Bisa jadi memang turun, tapi bukan membentuk tren jangka panjang. Mungkin hanya sejenak untuk lebih bertolak ke titik yang lebih tinggi.

Oleh sebab itu bagi Anda investor menurut kami jangan terlalu risau. Tapi bagi Anda trader, lebih baik memang perhatikan antara volume, dan teknikal saham. Dua metode tersebut sangat penting. Semoga saham Anda selalu cuan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *