Jangka Waktu Investasi Saham Ideal Daerah Khusus Indonesia

Jangka waktu investasi saham yang ideal selalu menjadi pertanyaan. Khususnya bagi mereka yang baru masuk di pasar modal. Atau baru menjalani satu dua tahun. Kadang ada yang menyarankan jangka panjang, kadang ada menyarankan jangka menengah, atau bahkan pendek.

Kami akan sharing saja pengalaman selama beberapa tahun di pasar modal. Serta sharing pengalaman agar bisa menjadi pertimbangan. Apakah lebih baik jangka panjang, atau jangka pendek dalam investasi saham.

Jangka Waktu Investasi Saham

Sebelum lebih jauh membahas jangka waktu investasi saham, menurut saya ada baiknya kita memahami hubungan antara waktu, keuntungan, dan aspek psikologis investor. Nantinya bisa menjadi pertimbangan.

Durasi waktu yang pendek selalu menghasilkan tekanan secara psikologis yang cukup berat. Anda akan bersikap was-was, bahkan khawatir akan terjadinya fluktuasi yang mengerikan. Sehingga tidak semua mampu untuk berinvestasi di jangka pendek.

Anda bisa melihat seorang trader harian akan memiliki kemampuan analisa yang cepat melebihi yang mingguan. Lebih cepat lagi adalah scalper yang hanya dalam jangka waktu hitungan jam saja. Terus terang kami belum mampu di posisi ini.

Tapi sebaliknya, semakin panjang durasi waktu, akan menghasilkan aspek psikologis yang justru lebih tenang dan santai. Karena bersikap sebagai investor yang tidak terlalu memeriksa harga setiap harinya. Oleh sebab itu bisa dikatakan jauh lebih nyaman.

Sosok-sosok seperti Lo Kheng Hong, Sandiaga Uno, Warren Buffet memiliki hari-hari yang cukup menyenangkan dalam hidupnya. Tidak harus menatap monitor setiap harinya. Sehingga ia bisa bebas. Begitulah konsekuensi jangka waktu investasi saham. Yang trader harian, harus monitor layar.

Lebih Untung Jangka Panjang atau Pendek?

Lalu berapa jangka waktu investasi saham yang ideal? Apakah lebih baik jangka panjang atau jangka pendek? Saya lebih cenderung menjawab, jangan terlalu pendek, juga jangan terlalu panjang.

Saya katakan jangan terlalu pendek, karena setiap orang yang berinvestasi dalam jangka pendek, akan menghasilkan kemungkinan kerugian lebih besar dari jangka panjang. Trader bukanlah selalu untung. Tapi keuntungannya lebih banyak dari kerugian. Ada loss yang harus ditanggung.

Kalaupun Anda menjadi trader, apalagi belum siap secara emosional, lebih baik investasi dalam jangka waktu bulanan. Atau istilahnya dalam dunia trading disebut dengan position trader. Kami sudah menulis lengkap di sini.

Position trader akan meminimalisir kerugian, tapi memaksimalkan keuntungan. Konsekuensinya jangka waktu tidak cepat. Bulanan, paling lama satu tahun. Ini bisa menjadi alternatif bagi Anda yang bertanya waktu investasi saham yang ideal.

Tapi juga jangan terlalu lama. Banyak di forum-forum menyebutkan idealnya 5 tahun. Menurut kami tidaklah demikian, kalau Anda masuknya pas, maka durasi waktu lebih pendek dari itu, yaitu tiga tahun. Pasar saham Indonesia berbeda.

Jangka Waktu Investasi Saham di Indonesia

Jujur saja bursa Indonesia tidak mengalami pertumbuhan yang konsisten, tumbuh saja berat dalam lima tahun terakhir. Harga psikologisnya selalu berada di angka Rp5.500-Rp6.500. Tidak ada perkembangan yang signifikan.

Tidak seperti di zaman sebelum-sebelumnya. Menurut kami faktornya adalah media sosial. Orang semakin rasional. Sehingga ketika menemukan saham blue chip sekalipun, kalau sudah kemahalan, langsung dibuang-buang. Jangka waktu investasi saham yang ideal menjadi berubah.

sahamhijau.com

Ditambah lagi unsur politik yang sangat kental. Di Indonesia namanya kampanye presiden, sudah terasa dua tahun setelah pelantikan. Anda tahu sendiri, kalau politik seringkali memberikan sentimen kepada pasar. Demo mahasiswa pasar jeblok. Bentrok kubu ini dan itu, saham anjlok. Wis gitu lah.

Buktinya saham Telkom, masih stagnan di lima tahun terakhir pada Rp3.100-Rp4.100. Saham Unilever lebih sadis lagi. Kalau Anda investasi lima tahun justru minus sampai 56%. Menurut kami bukan kesalahan investor, tapi mereka mulai cerdas. Serta saham lainnya.

Sangat sedikit sekali saham yang memiliki pertumbuhan signifikan terus stabil grafik ke atas. Tidak bisa semua diterapkan. Hanya sedikit, BBCA, SIDO, dan lainnya. Bahkan BBCA mulai stocksplit, kayaknya analisa kalau di harga Rp30.000-an pertumbuhan sudah mulai seret.

Jangka Waktu Ideal Investasi Saham

Maka ada istilah reset harga. Saat ini saham mengalami masa demikian. Jadi ketika saham itu sudah tinggi, dia akan mengalami masa penyesuaian. Caranya adalah turun ke harga ideal, tidak terlalu tinggi. Nantinya akan naik kembali.

Saya contohkan saham PTRO yang dikenal sebagai salah satu portofolio Lo Kheng Hong. Lebih lengkap tentang portofolio Lo Kheng Hong di sini. Kami sudah mengulasnya.

jangka waktu investasi saham

Kami sajikan grafik dalam lima tahun terakhir. Di tahun 2018, saham ini mengalami titik puncak di harga Rp2.800-an. Karena naiknya sudah terlalu tinggi ada penyesuaian lagi di tahun-tahun selepasnya. Padahal saat itu pandemi belum datang. Maka ketika pandemi datang, lebih turun lagi.

Pertanyaan besarnya adalah mengapa saham PTRO tidak dijual saja di harga Rp2.500, tidak perlu di Rp2.800. Oleh sebab itu menurut kami kalau terlalu panjang, di Indonesia cenderung membahayakan. Ckckck. Pendapat pribadi ya.

Dari hal ini kami menyimpulkan untuk pasar saham Indonesia, jangka waktu investasi saham ideal adalah jangan terlalu pendek, minimal bulanan kalau ingin trading. Tapi juga kalau investasi jangan terlalu panjang. Ideal 3 tahun.

Lebih dari itu pertimbangkan saham yang Anda pilih. Karena tidak semua cocok diinvestasikan lebih panjang dari 3 tahun. Kami sudah pernah menulis rekomendasi saham jangka panjang di sini. Semua murni pendapat kami. Semoga saham Anda hijau.  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *