Kecanduan trading, mungkin kita baru mendengar istilah ini. Tapi memang benar-benar ada orang-orang yang kecanduan dengan aktivitas jual beli di pasar modal. Padahal kecanduan ini cukup membahayakan.

Tidak hanya bagi diri Anda tapi juga bagi orang-orang di sekitar Anda. Sehingga ada istilah bukan trading for living, tapi living for trading. Nah oleh sebab itu kami akan jelaskan bagaimana tanda-tanda bahwa Anda sedang mengalami penyakit ini.

Kecanduan Trading Sampai Lupa Waktu

Mungkin Anda merasa aneh dengan trading yang tidak kenal waktu. Tapi ini tanda kecanduan trading yang paling parah, yaitu melakukan trading siang dan malam. Bukankah pasar modal buka dari jam 9:00 dan tutup pada 15:00?

Itu benar, tapi kalau Anda sudah adiksi, berpikir bagaimana pagi meraup untung dari pasar modal lokal, dan malam membuka lapak lagi dari pasar modal internasional. Luar negeri. Yang di otak hanya memikirkkan keuntungan.

Jika Anda mengalami hal ini, maka patut waspada, karena sebenarnya sudah pada taraf kecanduan bermain saham yang sangat akut. Jika melewatkan hari sedikit saja tanpa trading, rasanya stress.

Tidak Kenal Kondisi

Yang kedua tanda Anda kecanduan trading saham yaitu tidak mengenal kondisi pasar. Pokoknya trading terus. Padahal teknik trading akan berfungsi baik ketika pasar sedang bullish, atau kondisi sedang naik.

Bahkan scalper sukses semacam Bekti Sutikna yang berhasil meraup milyaran juga akan berhenti trading ketika kondisi pasar sudah bearish. Tidak membabi buta selalu trading meski kondisi pasar sedang buruk.

Artinya jika Anda tidak mengenal kondisi, tetap trading meskipun keadaan pasar jelek, berarti Anda sudah mulai kehilangan akal sehat, dan sudah masuk dalam kategori adiksi, atau kecanduan. Ini berbahaya.

Selalu Deposit Dana

Nah tanda Anda kecanduan berikutnya adalah selalu deposit uang ke portofolio yang Anda miliki. Jadi uang yang Anda miliki dipusatkan untuk saham. Dalam pikirian hanya memiliki keinginan menambah dana.

Tapi lupa mengevaluasi, apakah dana total yang kita masukkan benar-benar bertambah atau justru sebenarnya berkurang karena kerugian dalam trading, itu tandanya Anda sudah kecanduan di saham.

Tidak Pernah Tarik Dana

Nah satu lagi tanda kecanduan, Anda tidak pernah menarik dana. Pertanyaannya adalah kalau Anda selalu deposit, lalu tidak pernah tarik dana, untuk apa uang hasil trading Anda. Ini adalah angan yang semu.

Karena Anda akan selalu berpikir untuk menumpuk uang di portofolio, terus, terus, semakin besar, dan semakin membesar, sehingga tidak terpikir sama sekali untuk menarik dana. Sampai kapan? Ini menyiksa, Anda terus melakukan trading, tapi sama sekali tidak menikmati.

kecanduan trading saham
pixabay.com

Hutang untuk Trading

Nah banyak yang kecanduan trading sehingga seperti berjudi sampai berhutang. Dalam otaknya hanyalah pengembalian yang didapatkan nantinya akan lebih besar jika berhutang. Bahkan hutangnya dalam jumlah besar.

Padahal saham selalu mengalami fluktuasi naik turun dikarenakan perdagangan. Tidak selalu naik dan mendapatkan keuntungan. Ketika Anda mulai berhutang untuk saham, itu artinya satu kaki sudah diinjakkan ke jurang.

Apabila Anda memiliki keyakinan seperti ini, itu artinya sudah kecanduan trading saham. Sangat membahayakan. Ingat bahaya hutang dalam saham, bahkan sampai ada yang bunuh diri. Kami pernah menuliskannya di sini.

Emosional Karena Trading

Efek kecanduan trading dalam hidup Anda adalah cenderung emosional dari pada hari-hari sebelumnya. Mudah marah karena memikirkan trading yang jenuh. Emosional karena selalu terpikir trading.

Apalagi kalau keadaan pasar sedang bearish dan Anda masuk, kemudian lebih banyak ruginya, tingkat emosi Anda pasti jauh lebih tinggi. Karena terpikir uang yang sudah berkurang akibat pasar yang anjlok.

Berpikir Ulang

Ingat, kecanduan main saham akan merugikan diri Anda dan orang-orang yang ada di sekitar Anda. Cobalah merenung, apakah kegiatan trading yang Anda lakukan membuat hidup Anda tenang, atau justru membuat hidup semakin gelisah. Kalau gelisah, pasti ada yang salah.

Terutama kalau sudah kecanduan trading. Ini sangat membahayakan sekali. Terutama untuk keuangan Anda. Nantinya hal ini akan berakibat juga kepada keluarga Anda. Trading tidak salah, tapi kecanduan trading saham sangat membahayakan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Copas Ya