Kesalahan investor pemula di saham cukup banyak. Rata-rata mereka tidak melakukan evaluasi. Bukan berarti kami pintar. Tapi justru karena kami sudah mengalami, sehingga kami ingin berbagi agar Anda tidak mengalami hal yang sama.

Kami mengalami hal yang cukup sadis dan dramatis. Hehehe. Jika Anda masuk di tahun 2019, maka itulah rentetan tahun yang cukup berat. Pertama perang dagang Amerika dan China. Pasar modal naik turun gila. Ga’ stabil sama sekali.

Selepasnya Indonesia diterpa banyak kasus, Jiwasraya, dll yang disentil OJK. Pasar modal mulai goyang. Dihajar habis sama covid-19. Rontok-tok. Betul-betul pengalaman yang nikmat. Kami menulis pengalaman dari rugi hingga cuan di sini.

Tapi kami tidak goyah, justru karena itulah kami mengetahui beberapa kesalahan fatal yang kami lakukan. Berikut beberapa kesalahan investor pemula di saham yang pernah kami alami.

Kesalahan Investor Pemula Yang Umum

Hampir semua investor saham pemula beranggapan kalau mendengar pasar modal artinya akan mendapatkan untung berlipat-lipat ganda. Lupa kalau investasi saham yang dibeli adalah perusahaan bukan teka-teki dan tebak-tebakan harga. Butuh analisa dan lain sebagainya.

Akibatnya karena beranggapan demikian, ketika harga sedikit turun langsung menganggap gagal. Hingga sahamnya langsung dijual. Padahal naik turun saham adalah hal yang sangat biasa mengikuti supply and demand di pasar.

Maka kalau Anda masih menganggap pasar modal sebagai sarana untung pasti berlipat-lipat, dijamin hanya kekalahan yang Anda dapat. Yang ada hanya mengumpat pasar modal dengan segala kejelekannya. Berikut mengapa harga saham naik turun.

Minim Risiko Maksimal Profit

Kesalahan kedua adalah memandang pasar modal sebagai investasi yang mudah sehingga minim risiko dan untung yang berlipat ganda. Anda salah besar. Hukum dalam dunia investasi adalah, semakin tinggi risiko maka akan semakin besar profit. Risiko investasi saham bisa dibaca di sini.

Ada satu lagi yang sering dilupakan, semakin tinggi profit dalam investasi, maka dibutuhkan keilmuan yang semakin besar pula. Tidak hanya modal banyak uang dapat bunga sekian. Tengok deposito, minim risiko, tidak butuh banyak ilmu. Cukup punya banyak uang disimpan di bank, selesai. Tapi keuntungan juga kecil.

Ikuti Grup Rekomendasi

Setelah Anda jual saham yang terus turun, kemudian akan mencari jalan pintas, yaitu ikuti grup rekomendasi saham. Grup ini memang menggiurkan. Mereka polanya akan mengumbar screenshoot portofolio yang menunjukkan keuntungan. Anda tergiur, dan bergabung.

Tidak pusing, cukup ikuti rekomendasi di grup tersebut langsung cuan. Tapi ternyata sebaliknya. Anda beli malah harga saham turun. Ketika lapor di grup jawabannya, disclaimer on, atau justru dibalik, kan target price sekian, kok tidak dijual. Ini kesalahan investor pemula di saham.

Anda lupa kalau kebanyakan grup saham adalah trader. Artinya Anda harus memantau grafik saham setiap waktu. Dia sudah akumulasi di harga 210, Anda membeli di harga 220. Padahal dia sudah jual. Modal Anda jutaan, dia ratusan juta. Selengkapnya tentang bahaya grup saham di sini.

Nyali Besar Modal Saham Besar

Biasanya mentang-mentang orang banyak uang, maka masuk pasar modal nyalinya cukup besar. Tidak mempedulikan risiko. Yang terjadi adalah, meskipun baru pertama kali masuk pasar modal, tapi langsung dengan uang besar. Ini juga kesalahan investor pemula di saham.

Padahal ada yang namanya proses pematangan psikologi. Ternyata melihat nilai saham minus 10% sudah mulai panas dingin, uangnya dua ratus juta, dua puluh juta lenyap dalam satu minggu.

Seharusnya adalah asah kemampuan secara psikologis baik ketika menghadapi keuntungan atau kerugian. Agar kesalahan investor pemula tidak terjadi berulang.

sahamhijau.com
kesalahan investor pemula di saham
pixabay.com

Mengutamakan Optimisme

Kesalahan investor pemula di saham selanjutnya adalah terlalu optimisme. Anda belum tahu bagaimana pasar modal. Jangan terlalu optimis. Anda hanya akan jadi permainan para big player saja. Pasar modal tempatnya para pengelola uang besar. Kita hanya recehan saja. Jangan terlalu optimis.

Kami selalu menyampaikan dalam tulisan, apapun prediksi, analisa, tidak ada yang benar 100%, yang ada hanya seberapa besar untung, dan seberapa kecil rugi. Kepastian keuntungan tidak ada. Warrent Buffet saja pernah salah, apalagi kita.

Contohnya mudah, banyak yang terlalu optimis dengan satu saham hingga berani hutang untuk impian menggandakan uang. Efeknya adalah seperti yang kami tulis di sini. Bahkan ada yang sampai bunuh diri.

Lupa Analisa Sebelum Membeli

Lebih parah lagi adalah tidak melalukan analisa sebelum membeli saham. Pokoknya hanya lihat grafik, kayaknya bagus, langsung beli. Kayaknya sudah murah, langsung beli. Semua masih kayaknya, bukan menggunakan analisa.

Menurut kami minimal Anda memiliki dua analisa, entah fundamental dengan teknikal. Teknikal dengan bandarmologi, atau teknikal dan fundamental. Lebih baik analisa. Karena umumnya kesalahan investor pemula di saham asal beli tanpa analisa.

Mengutamakan Satu Analisa

Di pasar modal terkenal ada dua kiblat analisa besar, ada yang fundamentalist yaitu para investor yang gemar mengutamakan kualitas perusahaan secara ril. Nilai bukunya, nilai hutangnya, dan lain sebagainya.

Yang kedua adalah analisa teknikal. Umumnya digunakan oleh para trader yang hanya melihat grafik, ditarik garis, chart, candle, hammer, palu gada, palu apalagi. Sangat fanatik dengan ini. Sehingga melupakan yang lain. Ini umumnya kesalahan investor pemula di saham.

Adalagi yang tren adalah bandarmologi. Yaitu mengikuti arus big money, mereka memang bisa menggerakkan harga saham dengan kekuatan besarnya uang yang dimiliki. Kemudian Anda menganggap hal ini paling benar. Pasar modal adalah kombinasi analisa dari semuanya. Anda akan tahu jika sudah menikmati.

Komposisi Portofolio Ideal

Pertama kali kami masuk bursa saham mengalami satu masalah yang aneh. Portofolio selalu minus. Ternyata ada cara bagaimana membuat portofolio yang ideal. Mulai dari prosentasi hingga sektor yang kita miliki.

Kami sudah mengulasnya lebih lengkap di sini. Kami sajikan dengan contoh agar bisa mudah dimengerti dan memberikan evaluasi terhadap portofolio yang Anda miliki saat ini. Evaluasi portofolio cukup penting untuk menjadi pembelajaran kita di pasar modal.

Tidak Tahu Identitas

Ini menurut kami kesalahan investor pemula di saham yaitu tidak mengetahui identitas pribadinya di pasar modal. Maksudnya adalah apakah Anda seorang trader atau seorang investor, konsekuensinya berbeda.

Jika Anda investor ikuti grup trader, bisa fatal. Begitu juga sebaliknya. Maka kenali terlebih dahulu, sebenarnya Anda investor atau seorang trader.

Coba telaah dari jangka waktu investasi, mau berapa lama? Satu bulan, satu tahun, atau lima tahun. Kalau sudah tahu, maka akan mudah untuk menemukan pembelajaran dan mendapatkan cuan di pasar modal.

Tidak Memiliki Target

Kesalahan investor pemula di saham bukan hanya persoalan kerugian, tapi juga mengelola keuntungan. Contoh, investor sebenarnya akan menjual saham di harga 210, eh tahu-tahu dalam hati sudah mengatakan, jangan dulu ah, masih mau naik. Terus ada persaan itu.

Sampai keadaan berbalik, turun, masih dalam hati, “Ini sedang penyesuaian normal, nanti naik lagi kok”. Hingga kemudian saham turun lagi. Ini kesalahan fatal. Ingat satu hal, seberapa banyak pun kenaikan harga yang Anda alami, jika belum dijual, itu namanya keuntungan yang belum terealisasi.

Maka harus ada target, Anda harus jual di harga berapa. Misal untung sepuluh persen jual. Untung tiga puluh persen jual, atau untung lima puluh persen jual. Tujuannya agar keuntungan terealisasi.

Inilah beberapa kesalahan investor pemula di saham yang patut dijadikan pelajaran dan jangan sampai terulang. Kami sudah mengalami ini. Harapan besar Anda jangan jadi korban pasar modal, tapi justru menikmati investasi di pasar modal. Salam Hijau.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *