Kode broker ritel wajib diketahui bagi kita yang terjun di pasar modal. Penyebab utamanya adalah, untuk melengkapi analisa kita terhadap penjualan dan pembelian saham dengan lebih cermat. Sehingga kita masuk di sebuah saham dalam momentum yang tepat.

Oleh sebab itu kami akan jelaskan bagaimana cara analisa kode broker ritel di pasar modal, terutama dari melihat di kolom broker summary, atau bid dan offer sebuah saham. Apa yang kami tulis berdasarkan pengalaman.

Dua Kelompok Broker

Di pasar modal, ada dua kelompok broker yang perlu dipahami para investor. Yaitu kelompok ritel, satu lagi adalah institusi, seperti JP Morgan, dan lain sebagainya. Dua kelompok ini memiliki sifat yang berbeda.

Perbedaan paling mencolok adalah dalam jumlah uang yang ditransaksikan. Ritel selalu membeli dengan jumlah uang sedikit. Kalaupun kode broker ritel muncul dengan jumlah uang besar, itu artinya ada transaksi berkali-kali. Bukan sekali transaksi.

Kelemahan dari ritel adalah, tidak banyak mampu berbicara dalam menggerakkan harga. Karena masing-masing punya tipe dan cara investasi yang berbeda. Karena itulah pergerakannya tidak terlalu diperhatikan.

Broker yang kedua adalah institusi, orang di pasar modal sering menyebut dengan bandar. Karena uang mereka besar, maka mau tidak mau tindakan pembelian dan penjualan akan menyebabkan harga bergerak, baik ke kanan atau ke kiri.

Tapi yang lebih penting adalah, institusi berusaha untuk tidak rugi dengan kekuatan uang yang dia miliki. Kalaupun mungkin kalah, tidak terlalu besar. Berbeda dengan ritel yang hanya bisa cut loss saja. Karena itu memahami kode broker bandar juga penting.

Kode Broker Ritel

Adapun beberapa kode broker lokal yang di antaranya adalah YP, CC, PD, NI, KK, EP, GR, AT, AG, AZ, YU, serta beberapa kode broker lainnya yang dikenal sebagai rumahnya ritel. Kode ini sering keluar.

Pertanyaan paling besar adalah apakah saham akan naik ketika kolom bid dipenuhi dengan kode broker ritel di atas, atau saham akan turun ketika kolom offer dipenuhi dengan ritel? Ini pertanyaan menarik. Kami jelaskan dari sisi subjektif kami saja. Barangkali Anda berkenan.

Secara bandarmologi memang ada teori demikian, kalau Anda menemukan sisi bid diisi oleh ritel semua, itu artinya ada dua kemungkinan, tren saham tersebut memang sedang bearish, atau kemungkinan kedua bandar sedang nurunkan harga.

Nah yang paling bahaya adalah yang kedua. Karena artinya tidak akan ada perlawanan dari sisi bid. Sehingga kemungkinan untuk mantul belum bisa terprediksi. Kami sudah pernah menulis bagaimana bandar sengaja menjatuhkan harga, fungsi dan tujuannya di link ini. Kalau keadaan demikian, lebih baik jangan masuk.

Keadaan kedua adalah, kalau sisi offer diisi kode broker ritel semua, kemudian tidak ada riwayat broker bandar yang membeli dalam satu atau dua hari. Kemungkinan untuk naik susah. Lebih baik wait and see dulu. Karena ada kemungkinan turun.

Bagaimana jika bid dan offer diisi oleh ritel semua, apakah ada kemungkinan naik atau turun. Kalau demikian pakai hukum penawaran saja. Kalau bid jauh lebih banyak dari offer, maka kemungkinan naik besar. Sebanyak apa, menurut kami tunggu sampai dua kali lipat.

Begitu juga kalau offer lebih banyak dari bid. Kemungkinan untuk naik berat. Apalagi kalau offer jumlahnya dua kali lipat. Tapi dengan catatan, setiap harganya rata ya. Kalau ada satu harga yang terlihat jauh lebih banyak dibanding yang lain. Ini hanya permainan psikologis bandar saja.

Contoh satu harga di bid 2000 lot, padahal yang lain hanya ratusan lot. Ini tandanya kalau berada di bid, menciptakan psikologis, seolah-olah akan naik. Padahal bandar sedang distribusi.

Atau salah satu offer sangat banyak, itu artinya menciptakan psikologis bahwa harga tidak akan naik, padahal bandar sedang akumulumasi. Ini permainan saja. Biasanya dinamakan fake bid dan offer. Selengkapnya tentang ini bisa dibaca di sini.

kode broker ritel
pixabay.com

Kapan Kita Masuk di Saham

Apakah tidak ada kesempatan harga naik kalau semua diisi oleh kode broker ritel? Tetap ada. Biasanya ciri-cirinya adalah, ketika saham itu banyak yang menawar, juga ada yang berniat menjual, tapi tidak terjadi transaksi. Kolom bid lebih banyak. Tapi transaksi minim.

sahamhijau.com

Itu artinya tidak ada yang mau melepas. Kalau sudah seperti ini menurut kami masuk saja. Ritel memiliki keteguhan dan keyakinan tinggi. Biasanya diisi para pemegang saham jangka menengah. Bisa Anda manfaatkan. Kondisi ini juga sering disebut dengan jenuh jual.

Kedua adalah, kalau sudah mulai masuk broker asing atau bandar di sebuah saham. Maka mulai watchlist. Jangan buru-buru masuk. Perhatikan dulu pergerakan harganya. Ketika sideway, Anda masuk saja. Itu artinya sedang diakumulasi. Tanda-tanda saham diakumulasi bisa dibaca di sini.

Soalnya kalau Anda buru-buru masuk, khawatir bandar hanya membeli untuk menjatuhkan harganya. Apalagi kalau yang masuk MoGe, biasanya caranya sadis. Naikkan sedikit, hanya untuk dijatuhkan lebih dalam. Bisa dibaca di sini cara bandar jatuhkan saham.

Kondisi Ideal Membeli Saham

Kondisi paling bagus adalah, ketika mulai terjadi transaksi kode broker bandar, tapi tidak terjadi penjualan kode broker bandar. Itu artinya Anda sah untuk masuk.

Tapi satu hal catatan kami. Jika Anda menggunakan analisa ini, tetap pertimbangkan prospek dan sentimen saham tersebut. Entah sentimen fundamental, masa depan, atau sentimen global.

Karena biasanya saham yang bergerak adalah saham yang tersengat sentimen, entah sentimen positif yang menyebabkan harga naik, atau negative yang membuat bandar jatuhkan harga saham. Tanpa faktor sentimen, hanya berbasis analisa ini saja, saham Anda susah naik.

Metode yang kami jelaskan ini, bukan digunakan dalam waktu singkat kemudian saham Anda langsung naik dan auto kaya. Metode yang kami gunakan ini membutuhkan kesabaran, mingguan bahkan bulanan, tapi risiko tidak sebesar metode follow the trend yang bisa menghasilkan keuntungan optimal, tapi juga very high risk.

Pastikan untuk sesuaikan dengan kepribadian Anda. Ketika metode yang dipakai sesuai dengan pribadi Anda, atau psikologis Anda, besar kemungkinan saham Anda selalu hijau.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *