Masa Depan Mobil Listrik di Indonesia | Pilihan Saham

Masa depan mobil listrik di Indonesia menjadi pertanyaan besar. Secara umum kendaraan listrik kini semakin dikembangkan di Indonesia. Bahkan pemerintah memiliki ambisi untuk mengembangkan kendaraan berteknologi listrik.

Kabar ini tentu saja memicu andrenalin para investor. Oleh sebab itu kami akan mengulas bagaimana sebenarnya prospek kendaraan listrik di Indonesia. Terutama berkaitan dengan saham-saham yang terkait dengannya. 

Stimulus  Kendaraan Listrik

Apa yang menjadi tantangan pemerintah dalam membirukan kendaraan berteknologi listrik? Pemerintah perlu berpacu dengan waktu agar target yang ditetapkan tidak meleset. 

Untuk mempercepat kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai dalam negeri, industri kendaraan bermotor dan komponen kendaraan bermotor, yang telah memiliki izin usaha industri dapat mengikuti program percepatan KBL berbasis baterai.

Sementara itu berbagai insentif pun digelontorkan, tetapi dengan sejumlah syarat. Pabrikan sendiri harus memenuhi tingkat komponen dalam negerinya minimal 35 persen per 2019 hingga 2021.

Dengan kata lain kendaraan listrik didorong cukup masif. Baru-baru ini ada pengumuman bahwa kebutuhan mobil listrik untuk pemerintah 132.000 unit. Gila. Dengan kata lain masa depan mobil listrik di Indonesia kian menggemaskan.  

Insetif Kendaraan Berteknologi Listrik

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), yang dikecualikan sebagai bentuk insentif fiskal bagi kendaraan berteknologi listrik. 

Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik produsen mobil listrik di Indonesia untuk menentukan keputusan satu negara menjadi basis produksi. 

Insentif tersebut dapat berupa potongan harga langsung ke konsumen, relaksasi pajak untuk produsen, sampai pada akses umum. Akan tetapi mewujudkan kendaraan listrik di Indonesia tidaklah mudah. 

Ada banyak hal yang mesti dilakukan pemerintah dan pemangku kepentingan, termasuk kalangan industri dan pengusaha untuk berkontribusi menciptakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan. 

Persoalan Kendaraan Berteknologi Listrik

Meskipun demikian masa depan mobil listrik di Indonesia cerah, tapi beberapa persoalan penting yang perlu dipikirkan. Jika dibandingkan dengan mobil konvensional berbahan bakar minyak, kendaraan listrik, terutama mobil listrik di Indonesia memiliki harga yang relative lebih mahal. 

Pasalnya kendaraan tersebut membutuhkan komponen seerti yaitu baterai yang memiliki harga jualnya mahal yakni bisa sekitar 40 persen dari harga mobil listrik. Hal itu tentunya memengaruhi konsumen untuk membeli. 

Sementara itu saat ini, harga jual mobil listrik mencapai Rp400 juta hingga Rp600 juta. Sedangkan mobil yang paling laku di Tanah Air berada di rentang harga Rp200 juta sampai dengan Rp250 juta.

Selain dari segi harga, persoalan yan harus dihadapi yaitu infrastruktur dan dukungan lainnya yang masih harus banyak dipersiapkan. Jarak tempuh mobil listrik juga masih terbatas karena kapasitas baterai mobil listrik terbatas. 

Hal tersebut berbeda  dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak yang memiliki jarak tempuh panjang karena dukungan ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar. Inilah persoalan yang harus diselesaikan jika ingin masa depan mobil listrik di Indonesia tetap bagus. 

sahamhijau.com

Target Mobil Listrik di Indonesia

Kementerian Perindustrian semakin serius untuk mendorong pengembangan kendaraan berteknologi listrik ini guna mengurangi emisi karbon. Tak hanya itu, kendaraan berteknologi listrik juga memberi peluang baru terhadap ekonomi dan hilirisasi sumber daya alam.

Populasi kendaraan listrik ditargetkan oleh pemerintah mencapai 20 persen dari total volume penjualan domestik pada 2025. Jumlah tersebut mencakup kendaraan listrik, seperti hybrid, plug-in hybrid dan mobil listrik berbasis baterai. 

Kementrian perindustrian juga sudah merancang teknologi fuel hydrogen ke depan. Mobil dengan teknologi fuel hydrogen mungkin muncul, karena di Eropa sudah mulai muncul pada 2035. Dengan kata lain masa depan mobil listrik di Indonesia tetap cerah.

Pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai sejalan dengan animo investasi baterai listrik dan kendaraan listrik yang semakin meningkat di Indonesia. Mengingat bahan baku nikel, kobalt, dan mangan cukup melimpah di Indonesia. 

Sehingga dapat menjadi tulang punggung dalam upaya pengembangan kendaraan listrik. Sejumlah produsen atau pabrikan otomotif juga semakin menunjukkan ketertarikan dan keseriusannya. Inilah aspek yang perlu diperhatikan benar oleh investor.

masa depan mobil listrik di Indonesia

Seperti Hyundai yang berkomitmen mengembangkan mobil listrik di Indonesia dengan mendirikan pabrik di atas lahan seluas 77,6 hektare di Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

Bahkan PT Hyundai Motors Indonesia ini sudah meluncurkan dua mobil listriknya, yakni Hyundai Ioniq EV dan Hyundai Kona EV. Dengan adanya produk ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mempercepat elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia. Terutama untuk menjamin masa depan mobil listrik di Indonesia. 

Beberapa pihak didorong menggunakan kendaraan lisrik seperti kementerian/ lembaga, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta. 

Total potensi kendaraan listrik nasional yang bisa digunakan pada 2025 bisa meningkat lebih dari dua kali lipat mencapai 374 ribu unit mobil listrik dan motor listrik bahkan diperkirakan naik hampir 10 kali lipat menjadi 11,79 juta unit. 

Potensi kendaraan listrik akan meningkat lebih tinggi pada 2030 di mana mobil listrik diperkirakan bisa mencapai 2,19 juta unit dan motor listrik mencapai 13 juta unit. Sedangkan untuk umlah SPKLU diperkirakan mencapai sebanyak 31.859 unit dan SPBKLU sebanyak 67.000 unit. 

Saham Terkait Baterai Kendaraan Listrik

Baterai listrik sangat terkait dengan nikel. Indonesia memiliki itu. Bagi Anda investor saham perlu mencermati beberapa saham yang terdampak sengatan masa depan mobil listrik di Indonesia.

Di antaranya tentu saja ANTM yang sudah bergejolak sejak akhir 2020. Kedua adalah INCO yang menurut kami sebenarnya lebih bagus dari ANTM. Satu lagi adalah DFKT, tapi nama ini asing meskipun harganya juga mendidih. 

Sedangkan masa depan mobil listrik di Indonesia juga akan berdampak kepada saham-saham otomotif semacam, AUTO, ASII, IMAS. Tiga ini kemungkinan besar juga akan merasakan dampaknya. 

Inilah analisa kami tentang prospek kendaraan listrik di Indonesia, terutama terkait masa depan mobil listrik di Indonesia dan saham-saham yang akan mendapatkan dampak langsung darinya. Semoga cuan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *