7 Perbandingan Analisis Fundamental dan Teknikal Saham

Perbandingan analisis fundamental dan teknikal dalam saham sering jadi pertanyaan para investor bahkan trader. Dua analisis ini sering digunakan untuk mengetahui peluang mendapatkan keuntungan dari naik-turunnya harga saham tersebut. 

Pada kesempatan ini, akan diulas perbandingan analisis fundamental dan teknikal dalam saham Manakah yang paling menguntungkan? Manakah yang paling mudah diaplikasikan untuk membeli dan menjual saham. 

Nanti kami contohkan analisis teknikal dan fundamental yang paling sederhana, bukan yang rumit seperti candlestick dan lain-lain. Akan kami sajikan di menu lainnya. Harapan kami yang terpenting mengerti agar nantinya bisa meraup cuan di pasar modal. 

Pengertian Analisis Teknikal dan Fundamental

Kami yakin ketika Anda membaca ini berarti sudah memahami risiko dan keuntungan investasi saham. Oleh sebab itu ingin tahu bagaimana cara analisanya.

Namun sebelum membahas lebih jauh tentang perbandingan antara dua alat analisa dalam saham, maka kita akan membahas pengertian analisis teknikal dan pengertian analisis fundemental terlebih dahulu.

Analisis Teknikal Saham

Analisa ini merupakan sebuah teknik analisa yang biasa dipakai trader untuk menganalisa fluktuasi harga saham. Analisa teknikal memanfaatkan beberapa data historis sebelum mengambil keputusan jual-beli saham. 

Dasarnya adalah beberapa pola dan data pasar yang berbentuk grafik dari data pada waktu sebelumnya. Para trader meyakini bahwa harga saham tergantung dengan tren tertentu yang berulang. 

Sederhananya ketika grafik menunjukkan turun, ternyata kemudian mendatar, sideways, analisis teknikal mengatakan bahwa saham sedang proses konsolidasi mau naik atau turun. Ternyata setelah konsolidasi ternyata naik, maka pemain saham memutuskan untuk masuk.

Analisis Fundamental Saham

Seperti halnya analisa teknikal, analisa fundamental juga digunakan untuk membantu investor dalam memutuskan jual-beli saham. Analisa fundamental umumnya dipakai untuk melihat kinerja sebuah perusahaan, menganalisis persaingan dalam usaha dan hal lain yang berkaitan dengan perusahaan. 

Sehingga dengan melakukan analisis maka dapat mengetahui apakah perusahaan masih sehat atau tidak.  Lebih tepatnya jeroan perusahaan. Meraih laba atau tidak. Kemudian bagaimana hutang perusahaan. Apakah hutangnya masih rasional. 

Perbedaan Analisis Teknikal dan Fundamental

Nah untuk lebih jelas kita harus memahami perbandingan analis teknikal dan fundamental saham dari banyak aspek. Sehingga bisa menjadikan Anda lebih mudah untuk menerapkannya.

Objek Analisis

Beberapa orang yang memilih menggunakan analisa teknikal biasanya karena menyukai gambar chart atau grafik. Mereka beranggapan bahwa sebuah perusahaan dapat dilihat dari grafik pergerakan harga saham dari waktu ke waktu. 

Oleh sebab itulah, umumnya mereka disebut dengan chartist. Grafik yang sering dipakai adalah grafik candlestick karena lebih praktis dan mudah dipahami, bahkan bagi trader pemula sekalipun.

Sementara pengguna analisis fundamental akan menggunakan laporan dan data-data keuangan perusahaan. Pengguna analisis fundamental disebut dengan fundamentalist. Seorang fundamentalist akan membutuhkan banyak data seperti pertumbuhan pendapatan, rasio laba, rasio harga saham dan beberapa rasio lain. 

Rentang Waktu

Analisis fundamental mengolah data-data yang berasal dari laporan keuangan dalam beberapa tahun ke belakang. Setelah menganalisa sesuai dengan rasio-rasio analisis fundamental, barulah investror berani membeli saham perusahaan tersebut.

Hasil pembelian saham juga dapat terlihat setelah beberapa tahun kemudian atau berjangka panjang.

Sedangkan Analisa teknikal hasilnya dapat terlihat bahkan dalam hitungan hari. Umumnya analisis ini memang dipakai dalam jangka pendek. Beberapa chartist lebih tertarik untuk melihat pergerakan harga saham dalam waktu singkat.

Mereka meyakini bahwa harga saham di waktu kemarin dapat dijadikan sebagai parameter untuk memperbaiki pergerakan harga saham selanjutnya. Inilah perbandingan analisis fundamental dan teknikal yang paling jelas. 

Segi Waktu Terbaik Untuk Membeli Saham

Setelah melakukan analisis fundamental, biasanya investor akan membeli saham pada saat harganya turun. Jadi memungkinkan sekali bagi fundamentalist untuk membeli saham di beberapa perusahaan sekaligus meski harus menunggu momen harga saham turun. Alasannya, mereka harus mencari harga saham yang termurah.

Sedangkan pengguna analisis teknikal yang berbasis grafik, mereka akan lebih sering membeli saham.  Para trader percaya bahwa harga saham mengikuti tren dengan pola yang berulang. 

Segi Tujuan

Analisis teknikal pada dasarnya dipakai untuk trading, sedangkan analisis fundamental umumnya dipakai untuk berinvestasi. Artinya lebih baik Anda menentukan terlebih dahulu karakter investasi yang Anda miliki.

Apakah Anda seorang fundamentalist, atau seorang penganut teknikal. Yang penting bukan illusionist, di saham ga bisa di hipnotis. Ckckckck. Ketika Anda sudah mengetahui tipe diri Anda, maka sudah bisa memilah salah satunya atau keduanya. 

Data Yang Dipakai 

Pengguna analisis fundamental akan membutuhkan beberapa data terkait dengan perusahaan. Misalnya saja data ekonomi, laporan keuangan dan data perkembanan industri. 

Sementara pengguna analisis tektikal akan mneggunakan harga saham dan beberapa indikator yang terukur misalnya moving average, RSI. 

Keuntungan dari Teknikal dan Fundamental

Pengguna analisis fundamental akan menghitung pembagian dividen setiap tahun plus dengan capital gain, yaitu hasil dari selisih kenaikan harga saham sebuah perusahaan. 

Sementara analisis teknikal tidak terlalu ambil pusing dnegan pembagian dividen. Karena seorang chartist akan lebih memikirkan tentang kenaikan harga sebelum cumdate. Atau istilahnya capital gain meski sedikit. Biasanya yang penting rutin. 

Contoh Analisis Teknikal Saham

perbandingan analisis fundamental dan teknikal

 Mari perhatikan grafik saham berikut sebagai dasar analisis teknikal. Ini adalah saham Hartadinata Abadi. Saham lapis dua di pasar modal yang memiliki bisnis dalam perdagangan emas di hilir. Kode saham HRTA.

Kami akan memberikan gambaran analisis teknikal secara cepat, tidak perlu rumit-rumit membaca grafik. Sampai candle nya ditelusuri satu persatu. Nanti di sesi lain kami beri kabar. Hehehe. 

Kalau dari grafik tersebut diketahui bahwa nilai tertinggi sekitar 280-an. Sedangkan nilai terendah dalam satu tahun adalah 180-an. Sedangkan rata-rata berada di angka 230-an atau 220-an. 

Kami sering berprinsip kalau harga di bawah 220, itu artinya secara analisis teknikal layak dibeli. Sedangkan jika di angka 220-230 maka boleh dibeli. Tapi kalau sudah di angka 260-280, maka harus hati-hati. Sederhana contoh analisis teknikal demikian. 

Kelebihan dan Kelemahan Analisis Teknikal

Ada sisi kelebihan dan kelemahan dari analisis teknikal. Kelebihannya adalah dengan cara teknikal Anda bisa mudah masuk dan keluar. Ini biasanya digunakan oleh para trader di pasar saham. 

Tapi kelemahannya karena tidak memperhatikan fundamental, bisa selalu kepleset. Apalagi kalau sudah melawan bandar. Dia seringkali bergerak melawan teknikal. Informasi tentang bandarmologi saham bisa dipelajari di sini. Maka harus dipahami betul perbandingan analisis fundamental dan teknikal saham.

Contoh Analisis Fundamental Saham

Kami akan memberikan contoh analisis fundamental saham secara sederhana. Kami contohkan dari saham HRTA di atas. Data yang kami ambil dari IPOT. Di kuartal III tahun 2020. Sehingga lebih sederhan.

Diketahui bahwa HRTA di kuartal tiga memiliki ROE 10.25%, DER 1.13, PBV 0.8, net profit 134 Milyar. Sebenarnya masih banyak analisis fundamental lainnya. Namun kami hanya ambil tiga rasio sebagai contoh sederhana. 

Cara membacanya adalah, perusahaan ini cukup bagus karena mampu menghasilkan laba sebesar 134 milyar di tengah masa pandemi 2020. Bahkan return on equity, atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal sebesar 10.25%. Di dunia saham, ini sudah tergolong bagus. Bisa Anda bandingkan dengan KAEF sang fenomenon. 

Tapi yang mengkhawatirkan adalah debt to equity ratio 1.13, artinya melebihi nilai ekuitasnya. Memang di pasar modal jumlah sekian masih belum membahayakan, karena ada juga yang sampai lebih dari dua. 

Terakir dianalisa harganya, Price Book Value, yaitu harga saham dibanding nilai bukunya. Ternyata masih 0.8, artinya masih lebih murah dari harga perusahaan tersebut. Anda tinggal memutuskan beli atau tidak dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Analisis Fundamental

Setiap analisis dalam saham selalu ada kelebihan dan kekurangannya. Untuk analisis fundamental saham perusahaan, kelemahannya adalah pada aspek menetapkan harga beli yang tepat. 

Maksudnya adalah, terkadang harga perusahaan memang murah. Tapi ternyata secara psikologis harga tersebut sudah tinggi. Maka waktu tunggu untuk cuan dalam saham lebih lama. 

Tapi kelebihannya adalah kemungkinan untuk untung di dunia saham lebih besar jika sabar menunggu dalam jangka waktu yang lumayan lama. Inilah yang terkadang dihindari para trader, katanya terlalu lama.  

Manakah Yang Paling Menguntungkan?

Setelah kita mengulas tentang definisi, pengertian dan beberapa hal yang penting terkait perbandingan analisis fundamental dan teknikal saham, Lalu manakah yang lebih menguntungkan? Analisa teknikal ataukah analisa fundamental? 

Jawabannya adalah perbedaan analisis fundamental dan teknikal justru membuat kita menyimpulkan untuk memakai kedua metode di atas. Karena kedua metode analisis di atas saling melengkapi. Baik trading atau investing, keduanya mendatangkan keuntungan bagi Anda. 

SahamHijau.com

Anda hanya perlu menambah pengetahuan tentang perbandingan analisis fundamental dan teknikal tersebut. Sebab tanpa pengetahuan yang memadai, kedua cara analisis tersebut tidak akan mendatangkan keuntungan pada Anda. 

Fokuslah pada tujuan awal, jika memang menginginkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Maka Anda dapat menganalisis saham menggunakan analisis teknikal. 

Namun jika Anda menginginkan mempunyai saham di perusahaan bagus dengan untung dalam jangka panjang. Maka Anda bisa menganalisan menggunakan analisis fundamental. 

Anda juga dapat meneggabungkan analisis fundamental dan analisis teknikal sekaligus.  Jadi, untuk menganalisa sebuah perusahaan Anda melakukannya dengan Analisa fundamental. Setelah itu, Anda bisa menganalisa kembali menggunakan metode analisis teknikal untuk mencari tahu waktu yang pas dalam menjual/membeli saham. 

Intinya, jangan mudah menyerah dan bosan untuk terus mempelajari tentang saham. Selamat mencoba! Semoga bisa mengambil hikmah dari perbandingan analisis fundamental dan teknikal dala dunia saham.

Related Posts

3 thoughts on “7 Perbandingan Analisis Fundamental dan Teknikal Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *