Perilaku Herding di Pasar Saham | Penyebab dan Dampaknya

Perilaku herding atau suka ikut-ikutan merupakan perilaku biasa dalam dunia investasi terutama bagi mereka yang masih pemula. Saat melihat kawan membeli saham dan untung, pasti ada rasa di hati untuk ingin ikut membeli saham tersebut.

Perilaku Herding atau yang bisa disebut juga Herd behavior bisa menimbulkan dampak yang tidak baik, sebut saja jatuhnya harga saham perusahaan internet akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an. Disebut juga dengan bubble stock.

Maka dari itu Anda harus mempelajari apa itu herd behavior, supaya bisa memanfaatkan perilaku ini dengan rencana yang matang.

Pengertian Perilaku Herding

Herding adalah perilaku dimana investor mengikuti langkah dari investor yang lainnya daripada mengandalkan analisis mereka sendiri.

Sebagai contoh saat investor berbondong-bondong membeli saham dari sebuah perusahaan, secara alami hal ini bisa menarik investor lain untuk ikutan beli tanpa tahu informasinya lebih lanjut.

Investor terkadang dituntut untuk mengambil keputusan yang cepat, hal ini bisa membuat ia kehilangan rasionalitas dan salah perhitungan sehingga melakukan perilaku herding.

Ada 3 alasan utama mengapa herding merupakan hal yang biasa dilakukan:

  • Eksternalitas pembayaran (return) hasil yang meningkat dari sejumlah investasi yang dilakukan investor
  • Masalah dan isu yang berhubungan dengan teori principal agent untuk bisa menghindari performa buruk dari portofolio saham
  • Informasi, rumor informasi yang begitu kuat sehingga investor secara sukarela merelakan melepas analisisnya sendiri dan lebih mengikuti keputusan atau ikut-ikutan melakukan hal yang sama dengan kelompok investor lain

Penyebab dan Dampak Perilaku Herding

Penyebab herding yang  paling sering adalah ketika Anda dihadapkan dalam situasi sulit di dalam dunia investasi, ada tekanan yang besar dari dalam hati dan memaksa Anda mempertanyakan apakah penilaian Anda benar atau salah.

Saat itulah keputusan yang Anda ambil menjadi cenderung mengikuti keputusan orang lain atau mayoritas investor tertentu. Ketika investor tidak bisa mengontrol diri untuk bisa bersikap tenang terhadap gejolak pasar, investor cenderung mencari arahan dari orang lain yang mereka kagumi.

Dampak herd behaviour sendiri, jelas seorang investor yang sering melakukan hal ini tidak akan memiliki pendirian dan ketajaman analisis karena lebih suka mengikuti investor lain dan dampak terbesarnya adalah kerugian yang dapat diderita apabila investor yang kita ikuti jejaknya ternyata salah dalam mengambil langkah.

Maka dari itu sangat penting bagi investor untuk bisa menahan diri dari godaan herding supaya tidak mengambil keputusan yang salah, ingat satu pilihan yang diambil bisa menentukan masa depan karir Anda di dunia investasi.

Cara Menghindari Perilaku Herding Saat Investasi

Meskipun ikut-ikutan tidak selamanya buruk, alangkah lebih baiknya memiliki analisa sendiri yang matang supaya tidak terjebak godaan herding.

Di bawah ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari herding :

Pahami mengapa herding bisa terjadi

Ternyata herding terjadi karena ketakutan akan kegagalan, panik saat harus mengambil keputusan, dan tergoda dengan pencapaian orang lain.

Maka dari itu agar bisa terhindari dari herding siapkan strategi investasi, cari info sebanyak-banyaknya, dan lakukan analisis mendalam soal portofolio yang mau dibeli atau dijual.

Abaikan tren investasi yang tidak menjanjikan

Analisa fundamental sangat diperlukan sebelum memutuskan untuk berinvestasi, analisis ini meliputi kondisi perusahaan, keuangan, dan kondisi industri yang terkait.

Saat semua orang mengatakan jika saham perusahaan A menjanjikan namun bertentangan dengan analisa fundamental yang Anda lakukan, maka ini adalah saatnya Anda harus percaya dengan insting diri sendiri dibanding ikut-ikutan.

perilaku herding

Anda tidak perlu selalu mengikuti tren, karena tren tidak selalu baik. Lebih bagus jika Anda percaya pada diri sendiri, supaya bisa mengambil keputusan yang tidak akan berdampak buruk pada portofolio yang dimiliki.

Buka mata dan lihat secara rasional

Luangkan waktu untuk menganalisa portofolio yang sedang jadi tren, Anda bisa melihat apakah portofolio tersebut memiliki manfaat yang masuk akal atau tidak. Jangan mengikuti hanya dengan dasar banyak orang yang melakukan.

Investasi dan harga bisa terdistorsi dengan signifikan akibat perilaku herding dan aspek fundamental.

Hati-hati dengan bisnis yang menggiurkan

Faktor yang menggiring herding terjadi bukan hanya karena manusia saja, Anda harus waspada dengan perusahaan yang memiliki tanda-tanda menggiring (Menggiurkan).

Contoh, pada tahun 1990-an ada sebuah perusahaan telekomunikasi yang melakukan investasi besar-besaran pada serat optik. Namun pada tahun 2003 gelembung pecah sehingga saham jaringan serat optik turun hingga 90%.

Herding merupakan perilaku yang harus Anda hindari jika ingin karier investasi Anda tetap baik dan meningkat.

Perilaku herding paling sering dilakukan oleh investor pemula atau yang gagal mengontrol perasaan. Namun bukan tidak mungkin juga seorang profesional  bisa melakukan perilaku ini.

Intinya lakukan analisa mendalam, cari informasi sebanyak-banyaknya dan percaya pada diri sendiri agar Anda bisa menjadi seorang investor yang andal dan memiliki analisis tajam.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Copas Ya