Pilih investasi emas atau saham merupakan pilihan yang sulit bagi siapa saja yang memiliki dana. Hal ini karena keduanya merupakan salah satu cara berinvestasi yang cukup baik dilakukan. Pertanyaannya adalah, mana yang lebih baik? 

Inilah yang akan kami jawab dari pengalaman kami melakukan keduanya selama lebih dari sepuluh tahun di emas, dan tiga tahun di saham. Kami sajikan kelebihan dan kekurangan investasi di keduanya. 

Sifat Dasar Emas dan Saham 

Emas dalam dunia investasi memiliki istilah safe haven, atau alat penyimpanan yang paling aman. Aman dari segala banyak segi, kecuali cara penyimpanan. Ya, kalau Anda tidak memiliki tempat menyimpan yang baik, maka menyimpan emas sedikit was was.

Aman juga berarti nilai yang terkandung di dalamnya tetap. Jadi sekiranya Anda membeli kambing senilai 2.5 gram emas, maka sampai kapan pun juga rata-rata nilainya sebesar itu. 

Sedangkan saham justru sebaliknya, saham adalah alat penyimpanan yang paling tidak aman. Tidak aman bukan berarti dicuri, tapi nilainya sangat fluktuatif, bisa naik bisa juga turun tergantung keadaan saham tersebut, dan kondisi global. Bisa dibaca risiko investasi saham di sini.

Dari perbedaan ini pula kita bisa memahami kalau emas memiliki sifat yang tidak begitu fluktuatif, adapun saham sangat fluktuatif nilainya. Bisa naik satu persen, turun lima persen, atau sebaliknya.

Imbal Balik Investasi Emas dan Saham

Jika berbicara imbal balik dari investasi emas dan saham, maka kita akan mengukur dalam hitungan sepuluh tahun terakhir. Di antara keduanya mana yang lebih unggul. Meskipun memang belum tentu menghasilkan perbandingan yang seimbang.

Ketika tulisan ini dibuat, harga emas sudah menyentuh angka 880.000. Adapun sepuluh tahun yang lalu harganya di kisaran 400.000 rupiah. Artinya untuk emas setiap tahunnya menghasilkan sekitar 11% lebih. 

pilih investasi emas atau saham
sumber gambar di sini

Adapun untuk saham dalam sepuluh tahun terakhir justru menghasilkan return rata-rata setiap tahun 10.59%. Dari awalnya 2.500-an, sudah mencapai harga 6.200-an jika melihat data dari IHSG.

Artinya baik emas atau saham memiliki nilai return yang hampir sama dengan selisih yang tidak jauh berbeda. Sehingga kalau ditanya nilai return, atau imbal balik, pilih investasi emas atau saham, hasilnya sama. 

grafik saham

Waktu Yang Tepat Investasi Emas dan Saham

Sekarang persoalan waktu investasi. Keduanya akan menghasilkan perbandingan yang sangat berbeda. Emas memiliki waktu investasi tepat di saat ekonomi stabil. Karena biasa harga emas cenderung stagnan.

Nah waktu menjualnya ketika ekonomi global berada pada titik nadir. Seperti ketika ada wabah, ada krisis, ada perang, atau keadaan apapun yang membahayakan. Saat itulah harganya naik menggila. 

Sedangkan saham sebaliknya. Ketika ekonomi runtuh, saat itulah waktu yang tepat untuk membeli saham. Karena harga saham jatuh sejelek-jeleknya. Bisa dilihat dari grafik yang kami tampilkan. 

Bahkan Warrent Buffet seorang investor kawakan juga berhasil menghasilkan profit di saham karena menyimpan banyak cash untuk membeli di saat krisis. Sehingga mendapat harga di paling bawah. 

Sedangkan waktu menjual saat ekonomi sudah stabil. Yaitu ketika harga saham merangkak naik terus menerus dan menghasilkan harga tinggi. Sehingga selisih antara jual dan membeli juga lumayan besar. 

Cara Menabung Emas dan Saham

Nah menurut kami di sinilah sisi yang paling berbeda di antara keduanya. Untuk membeli emas tidak bisa menyicil, meskipun di pegadaian sudah ada program tersebut, namun pada hakikatnya tidak bisa langsung memiliki.

Paling tidak harus memiliki uang untuk satu gram jika ingin membeli emas ANTAM. Itupun kalau ada. Karena umumnya emas murni dimulai dari berat 5 gram seharga hampir lima juta rupiah.

Sedangkan saham lebih mudah. Anda bisa menyicil membeli dengan memilih saham seharga paling rendah lima puluh perak perlembar, atau satu kali transaksi satu lot, 100 lembar, senilai 5000 rupiah. Jadi bisa dicicil. Untuk cara lengkap menabung saham bisa dibaca di sini. 

Kerugian Investasi Emas dan Saham

Tapi jangan lupa ada sisi kerugian dari keduanya. Kalau emas, terdapat selisih antara nilai jual dan nilai beli yang cukup lumayan. Bisa menyentuh hampir 6%. Sehingga kalau menyimpan waktu sebentar, Anda rugi.

Kalau saham kelemahannya adalah nilainya yang sangat fluktuatif. Bisa sangat turun dalam jangka waktu hanya sebulan. Nilainya berkurang 50% dalam sebulan adalah hal biasa di saham. Ini yang paling membahayakan. 

Tapi kalau analisa Anda jeli, hal ini bisa dihindari. Pasti turun naik, tapi tidak terlalu. Untuk analisa lengkap saham bisa dibaca di sini.  

Kesimpulan Pilih Investasi Emas atau Saham

Kesimpulan dari kami apakah pilih investasi emas atau saham adalah melihat waktu yang ada di hadapan Anda. Ekonomi sedang baik, belilah emas. Tapi kalau ekonomi sedang buruk, belilah saham. 

Kalau Anda merasa saran kami terbalik, sah sah saja, tapi dari cara ini kami mendapatkan untung yang optimal dari portofolio yang kami miliki. Kami memiliki emas, juga menyimpan saham.

Related Posts

One thought on “Pilih Investasi Emas atau Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *