Portofolio Saham Hijau | Cuan dan Boncos Jadi Satu

Portofolio saham yang kami miliki cukup variatif. Karena pada hakikatnya kami adalah blogger di dunia saham. Kami menyajikan tulisan untuk menjadi pertimbangan para trader atau investor.

Yang akan kami sajikan adalah kode saham serta di harga berapa kami membeli. Itulah portofolio saham kami. Bisa saja apa yang disajikan ini tidak sesuai dengan prinsip Anda. Harapan kami bisa menjadi pelajaran.

Anda tinggal membandingkan dengan harga sekarang, apakah harga sudah naik, itu artinya nilai portofolio kami naik. Atau harga sekarang turun, itu artinya nilai portofolio kami menurun.

Jika ada saham yang sudah dijual, maka kami akan tulis di riwayat penjualan di bagian bawah setelah menyampaikan daftar saham yang kami simpan. Untuk saham yang sudah kami jual akan kami hapus otomatis dari daftar portofolio kami.

Portofolio Saham Hijau

Kami akan menjelaskan alasan pembelian. Portofolio saham kami tidak mementingkan LQ45, atau bluechip. Namun lebih kepada prospek ke depan, fundamental, potensi pendapatan dari capital gain. Ingat kami bukan murni investor jangka panjang, bukan pula trader harian atau mingguan.

MPMX – Rp406

MPMX adalah saham otomotif. Kami membeli saham ini karena rasio PBV-nya sangat rendah, waktu itu 0.35 kalau tidak salah. Plus masuk dalam pasar Indonesia wilayah Timur yang menurut kami pengaruh  Covid-19 di ekonomi tidak ganas.

Alasan kami selanjutnya adalah saham ini masuk dalam portofolio Saratoga yang dikenal cukup efektif dalam menjalankan usaha. Di sisi lain memiliki dividen yang biasanya lumayan besar >7%. Maka kami pegang ini. Analisa lengkap di sini.

BDMN – 2.490

Saham ini paling aneh, yaitu Bank Danamon. Secara kinerja bisa dikatakan biasa. Tapi masalahnya ini saham bank buku iv, masa PBV di 0.6. Tentu ini permainan dari big money.

Dulu memang disebabkan karena free float kecil, porsi besar disikat sama MUFG (Mitsubishi UFJ Financial Group), sehingga dibuang oleh pemegang saham dipasar karena dianggap tidak sehat.

Maka saham ini pernah menyentuh angka hampir 10.000. Tapi kini di angka 2.600-an, menurut kami murah. Oleh sebab itu kami beli dan masuk dalam portofolio saham kami.

KBAG – 50

Ini saham lapis tiga yang kami pegang. Saham properti di ibukota baru. Potensi multibagger di tahun-tahun mendatang. Lagipula sudah terlihat harga rumah dan tanah melonjak di Balikpapan. Bahkan di 2020 labanya sudah melejit.

Tidak ada yang salah secara fundamental dari saham ini. Salahnya hanya gorengan saja. Jangan ikutan kalau tidak terbiasa main di gorengan dalam jangka pendek atau panjang. Lengkap analisa di sini.

BEST – 125

Ini adalah emiten sektor kawasan industri atau dikenal dengan Bekasi Fajar Industrial Estate. Alasan kami membelinya karena jika pandemi sudah mulai bosan dinikmati masyarakat, ekonomi akan tumbuh, dan kawasan industri akan langsung terdampak. Selengkapnya tentang analisa BEST di sini.

MAYA – 709

Ini adalah saham Bank Mayapada. Alasan kami berani mengambil satu saham bank lagi di portofolio mengingat saham ini sedang bearish parah. Biasanya di angka Rp3.500 bahkan Rp4.000-an kini berada di Rp700-an.

Sebab utamanya menurut kami adalah penetapan harga right issue yang terlalu murah, di harga 400 rupiah. Sehingga banyak yang membuang. Kinerjanya biasa. Tapi secara psikologis harganya kemungkinan besar bisa naik kembali.

DKFT – 136

Kali ini kami mengambil saham yang sebenarnya tidak sesuai dengan prinsip kami, karena rasio hutangnya sudah lebih dari 1.5. Tapi alasan kami mengambil lebih kepada fokusnya di nikel.

Sedangkan nikel adalah masa depan dunia mengingat banyak yang konversi energi ke baterai. DKFT juga tergolong murah jika dibandingkan dengan saham lain yang bergelut di industri nikel. Oleh sebab itu masuk portofolio kami.

KPIG – 109

KPIG masuk ke portofolio kami setelah mengetahui bahwa kawasan ekonomi khusus Lido ternyata dikuasai oleh MNC Land. Memang ini saham yang sangat berbahaya, karena naik turun kadang sulit dimengerti.

Namun prospek ke depan menurut kami cukup bagus. Apalagi grup MNC memiliki media yang siap sedia untuk mengabarkan setiap gerak-gerik perusahaan ini. Bagi kami perusahaan yang giat mengeluarkan berita adalah perusahaan yang patut jadi perhatian.

KBLI – 294

KMI Wire and Cable merupakan perusahaan yang khusus dalam bidang kabel sesuai dengan namanya. Perusahaan yang fokus dalam satu kegiatan usaha sangat disukai investor, termasuk kami.

Alasan kedua adalah, perusahaan ini kinerjanya sudah mulai membaik, bangkit dari masa covid-19. Ditambah lagi sentimen pembangunan di Indonesia yang sepertinya tiada henti. Apalagi sekarang tergolong harganya di bottom. Kami pilih.

HMSP – 1570

Saham HM Sampoerna memang terus kami pegang sebagai pembelajaran bahwa kami pernah melakukan kesalahan besar dengan emosi yang sangat tidak stabil. Sebenarnya lebih enak di cutloss, sudah lebih setahun. Tapi buat sejarah bagaimana kami mengambil pisau yang jatuh.

Saham Yang Terjual

Belum lama ini kami sudah pernah menjual dari portofolio saham yang kami miliki. Ada yang rugi yaitu PBRX. Kami khilaf karena tidak melihat hutang sindikasinya yang cukup membahayakan. Kami loss sekitar 9%. Ini jadi pelajaran.

CCSI

Kedua adalah CCSI, saham fiber optik. Kami memegangnya dalam waktu yang tidak terlalu lama, sekitar satu bulan. Kami membeli di Rp223 dan kemudian kami berhasil melepaskannya di harga Rp292. Yang penting istiqomah pelan-pelan.

BJBR

Saham ini menurut kami memiliki sifat mirip dengan BJTM. Namun kenapa kami memlih saham ini karena Jawa Barat potensi kenaikan ekonominya tinggi. Plus BJBR memiliki pola bisnis paling aman, dari para ASN, sehingga kredit aman, terbukti di masa covid tidak goyah.

BJBR juga menarik untuk kami miliki karena memiliki dividen yang cukup menggiurkan. Kami cukup senang memegang saham perbankan yang satu ini dalam jangka waktu lumayan lama. Beli di Rp935, kami jual di harga Rp1.600 dalam jangka waktu sekitar 14 bulan.

KEEN

Kencana Energi Lestari merupakan saham yang bergerak dalam bidang energi baru dan terbarukan. Menurut kami saham-saham energi tidak begitu kalut berjatuhan. Kami memilih KEEN karena akan melalukan ekspansi dan harganya masih di PBV 0.5 sekian.

Kemudian kami jual di 370 dalam jangka waktu sekitar dua bulan. Gain yang kami dapatkan 20%.

HRTA

Yang satu ini adalah saham dalam sektor jual beli perhiasan emas. Maklum mau lebaran, sama bandar diturunkan dulu. Karena tidak ada yang salah dalam fundamentalnya, menurut kami cukup bagus untuk diambil.

Apalagi kalau ekonomi buruk, justru saham emas yang naik. Tapi kami tidak memilih pertambangan emas, kami milih yang langsung bersentuhan dengan konsumen, Hartadinata Abadi. Kami melepasnya di harga 254 dalam waktu sekitar dua bulan. Gain yang kami dapatkan 23%.

PPRE

Yang satu ini merupakan anak perusahaan PPRO, BUMN di bidang properti. Kami mengambilnya karena menurut kami secara fundamental masih cukup oke, plus saham ini juga memiliki rasio hutang rasional dan PBV masih 0.8.

Alasan lain adalah, perusahaan ini mulai menggarap sektor pertambangan nikel. Jadi kontraktor dalam satu aspek tertentu. Kami membeli di Rp175, kemudian melepaskannya di bulan September di harga Rp234. Sekitar 4 bulan kami memegangnya.

ANDI

Saham ANDI bergerak di bidang sawit. Kami akui salah memilih emiten ini. Kesalahan kami adalah tidak tahu bahwa ada kemungkinan besar saham ini masuk grup yang sering diterbangkan bandar yang kini sedang terbelit kasus.

Namun kami berhasil menjualnya di angka Rp60. Lumayan 20% meskipun kami memegang ini cukup lama, sekitar 18 bulan. Jadi pelajaran buat kami.

BALI

Bergerak dalam bidang telekomunikasi. Bidang yang tidak goyah karena covid. Kami membelinya karena kami rasa tidak ada yang salah dari saham ini secara fundamental.

Kami berhasil membeli di harga Rp657 dan kami menjualnya di Rp900 dalam jangka waktu sekitar 6 bulan atau mendapatkan gain 34%. Bukan angka yang jelek lah.

PBRX -10%

Ini adalah salah satu kerugian kami. Kami bukannya tidak mau menunggu berbalik, tapi waktu itu baru tahu kalau Pan Brothers memiliki hutang sindikasi yang cukup lumayan. Sehingga langsung kami cutloss.

Rangkuman Penjualan Saham

kami sajikan data rangkuman dari penjualan saham yang sudah kami lakukan di tahun 2021.

PBRX-10%1 Bulan
CCSI30%1 Bulan
BJBR71%14 Bulan
HRTA23%2 Bulan
PPRE32%4 Bulan
ANDI20%18 Bulan
BALI34%6 Bulan
KEEN20%2 Bulan

Rekomendasi Portofolio Saham

Apa yang kami sajikan semoga bisa menjadi pelajaran, terutama dari alasan yang kami berikan untuk membeli saham tersebut. Jika ada yang mengikuti hati-hati, karena bisa jadi ketika Anda membeli, kami sudah menjualnya.

Related Posts

5 thoughts on “Portofolio Saham Hijau | Cuan dan Boncos Jadi Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *