Prospek Investasi Saham 2021 Cerah atau Suram

Prospek investasi saham 2021 merupakan pertanyaan yang paling sering diutarakan di mata para investor saham. Sebabnya adalah sejak tahun 2018 hingga tahun 2020 IHSG stagnan, berada di angka 6000-an. 

Banyak penyebab yang menyelimuti mengapa IHSG tumpul tidak bisa menembus batas atas 6600-an. Oleh sebab itu pertanyaan tentang prospek investasi saham 2021 menjadi mencuat. Apakah hancur lebur lagi, atau bisa bangkit?

Melihat Investasi Saham Sebelumnya

Bisa dikatakan para investor yang mampu bertahan hingga 2021 adalah orang-orang yang bermental baja. Karena fluktuasi dari tahun 2018 sungguh gila. Ada banyak momentum negatif yang terus menghantui. 

Grafik IHSG sangat berbeda dengan pasar modal lainnya. Jika Dow Jones tumbang di tahun 2020 selama lima tahun terakhir, IHSG sudah berkali-kali. Di antara sebabnya adalah pemilu presiden, saat itu IHSG mengambang. Stagnan naik turun di angka itu-itu saja.

Kedua perang dagang antara China dan Amerika. Saat itu hampir semua indeks gabungan terkena imbas, tapi Indonesia adalah salah satu yang terparah secara teknikalnya. Bisa dilihat di Google. Sebabnya menurut kami adalah pasar ekspor kita salah satu yang sangat tergantung dengan dua negara adidaya tersebut. Sektor batu bara hingga sektor CPO terpukul.

Ketiga mencuatnya kasus dalam negeri terkait skandal keuangan Jiwasraya. Kasus ini melibatkan banyak saham objek investasi menjadi rontok. Contoh kongkrit adalah BJBR. Belum tuntas ada lagi Asabri, dan lain sebagainya. 

Keempat, belum sembuh dari skandal itu di akhir tahun 2019, tahun berikutnya paling mencekam, yaitu virus covid yang menghancurkan hingga nilai IHSG turun mencapai 3000-an perak. 

Akumulasi ini membuat pasar modal dari tahun 2018 hingga tahun 2020 seperti tempat investasi yang buruk. Maka bagaimana prospek investasi saham 2021.

prospek saham 2021

Prospek Investasi Saham 2021

Kalau belum familiar dengan investasi saham baca dulu ini ya. Di akhir tahun 2020, pulihnya IHSG di luar dugaan, begitu cepat. Akhir tahun 2020 ditutup dengan harga yang nyaris menyentuh angka 6000 rupiah. Penyebabnya tentu saja sentimen positif yang terus menerus datang. 

Seperti suku bunga bank yang rendah, kemudian kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya yang mendukung pulihnya ekonomi. Terutama terkait vaksin covid-19. Hal inilah yang membuat IHSG bangkit. 

Namun dari sudut pandang kami sebagai ritel, ada satu hal yang patut dipertimbangkan terkait prospek investasi saham 2021. Yaitu bangkitnya investor lokal yang terdiri dari ritel.

Di luar sentimen-sentimen positif yang beredar, faktor paling kuat penunjang bangkitnya IHSG adalah investor lokal baru yang masuk di IHSG sejak virus covid-19.

Perlu diketahui bahwa IHSG sebetulnya juga sebuah medan pertempuran psikologis antara investor asing dengan investor lokal. Jika investor asing tarik dana besar, maka roboh, investor asing masuk dengan dana besar, maka melejit. 

Tapi di tahun 2020 investor asing terus keluar dari IHSG, bahkan dari bisnis.com diketahui bahwa transaksi net sell asing sepanjang tahun 2020 sebesar 143.76 triliun. Logikanya adalah seharusnya pasar modal turun dalam.

Tapi kenyataan yang terjadi sebaliknya. IHSG mampu bangkit hingga akhir tahun dengan nilai hampir mirip sebelum kejatuhan akibat virus covid.

Semua ditopang investor lokal yang per 19 November 2020 dari wartaekonomi.co.id disebutkan ada peningkatan jumlah Singel Investor Identification, dari 1.1 juta, menjadi 1,5 juta. Kenaikan yang sangat signifikan.

Kalau melihat dari hal ini ada satu harapan dari prospek investasi saham 2021, yaitu bangkitnya nilai IHSG ketika dana asing kembali masuk kembali. Bisa dibayangkan, asing masih net sell saja IHSG sudah bangkit, apalagi asing mencatat net buy. 

Inilah yang menjadi kunci utama dari prediksi kebangkitan investasi saham di tahun 2021. Selain itu tentu saja faktor sentimen positif yang terus hadir. Paling kuat dari sentimen tersebut adalah vaksin covid-19.

Sektor Prospek di Saham 2021

Kalau ditanya sektor apa yang paling prospek untuk bangkit di tahun 2021. Kalau dari sentimen, tentu kesehatan akan paling sering menghiasi, kami melihat masih terus akan datang. Sehingga saham-saham kesehatan akan terpengaruh. Tapi kami menyarankan hati-hati.

Saham emiten kesehatan sudah dikerek sangat tinggi. Aroma-aroma sideways menuju anjlok sudah terasa. Maka saran kami hati-hatilah jika teman-teman masih menginginkan masuk di sektor ini.

Kedua adalah sektor energi. Saham ini masih menjadi andalan untuk semua yang ingin masuk di pasar modal. Energi menjadi aspek penting ekonomi, terutama adalah energi terbarukan. 

Ketiga adalah sektor konstruksi. Di tahun 2020 sektor ini paling terpukul. Tapi di tahun 2021 prediksi kami yang akan terpantul keras. Salah satu sebabnya adalah pernyataan pemerintah bahwa anggaran untuk pembangunan dinaikkan menjadi 47%.

Dugaan kami ada unsur pembangunan ibu kota baru. Nah maka yang terkait ibu kota baru akan banyak mendapatkan sentimen. Ada satu emiten yang kontroversial. Properti yang bertempat di Balikpapan, yaitu KBAG. Anda patut mencermati, ini saham gorengan. Hehehe.

Selanjutnya adalah Agribisnis yaitu CPO. Mengapa kami menyebut CPO, sebabnya harga sedang naik karena kebutuhan memang tinggi. Menurut kami ini masih permulaan. Di sisi lain kebutuhan dalam negeri juga akan tinggi karena kebijakan minyak dari CPO, B30 dan seterusnya. 

Adapun sektor seperti perbankan dan lain sebagainya adalah sektor yang umum diketahui akan kebangkitannya. Terbukti di akhir tahun 2020, harga saham perbankan sudah hampir mendekati harga sebelum covid-19. Adapun yang kami sebutkan adalah prospek yang masih tersimpan untuk naik tajam. 

Semoga menjadi manfaat. Dalam pengamatan kami prospek investasi saham 2021 lebih cerah dari tiga tahun sebelumnya. Semoga bermanfaat, salam hijau.

Related Posts

3 thoughts on “Prospek Investasi Saham 2021 Cerah atau Suram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *