Prospek Saham Rokok | Tetap Menarik atau Roboh?

Prospek saham rokok memang dipertanyakan. Terutama karena melihat harga saham rokok di IHSG trennya turun. Bukan masalah karena covid19, bahkan jauh sebelum itu pun harga sahamnya sudah turun. Maka pertanyaan besarnya adalah bagaimana prospek saham rokok 2021 2022 dan seterusnya.

Kami akan jelaskan prospeknya berdasarkan pengamatan di pasar modal, data, dan kasus-kasus tertentu yang kami temukan sehingga menjadi dasar rekomendasi kami akan prospek saham rokok. Kami tidak condong ke salah satu antara beli atau jual. 

Saham Rokok di IHSG

Di IHSG terdapat beberapa saham rokok yang dikenal memiliki riwayat panjang dan mengesankan. Sebut saja HMPS, atau orang sering menyebutnya dengan Sampoerna. Perusahaan ini dikenal sangat loyal dalam membagikan dividen, plus memiliki fundamental sangat stabil. Sekali lagi sangat stabil. 

Belum lagi GGRM, atau Gudang Garam. Perusahaan raksasa rokok ini dikenal memiliki saham dengan harga cukup tinggi di IHSG, pernah menyentuh angka 50.000-an perlembarnya. Semua karena fundamentalnya juga stabil. 

Keunggulan saham rokok adalah labanya yang mirip dengan bank. Jarang rugi, selalu untung, hanya persoalan naik tidaknya keuntungan yang didapatkan. Bahkan HMSP pernah mencapai 7 kali dari nilai bukunya. Dengan harga segitu dividen yang didapat investor masih lumayan, sekitar 5%. Keren kan. 

Namun mulai tahun 2020, siapa saja yang ingin investasi di emiten hisap asap ini perlu hati-hati. Prospek saham rokok tahun setelahnya mengkhawatirkan. 

sahamhijau.com
prospek saham rokok
pixabay.com

Prospek Saham Rokok 2021

Rokok bagi masyarakat Indonesia merupakan jajanan wajib yang dihisap dengan nikmat. Bahkan ada pula balita yang sampai kecanduan rokok sempat viral di Indonesia. Begitulah rokok di Indonesia. Sangat digemari.

Namun masalahnya rokok bukan lagi barang hisap tunggal yang tidak ada gantinya. Rokok diketahui memiliki harga yang mahal untuk dikonsumsi setiap hari. Satu bungkus bisa dua puluh ribu, bahkan banyak yang berharga lebih mahal.

Maka bermunculan barang-barang hisap sebagai subtitusi dari rokok. Salah satu yang paling trend dalam dua tahun terakhir adalah vape. Atau orang sering menyebutnya dengan rokok elektrik. 

Inilah pembunuh utama dari pabrik rokok. Jumlah perokok sebenarnya tetap, bahkan dari data berita satu, perokok di usia 10-18 tahun semakin bertambah. Tapi konsumsi rokok kretek berkurang. Mereka lebih enjoy dengan vape. 

Pengaruh Cukai Rokok

Kedua kalau ada yang ingat di tahun 2019, saham rokok ketika itu jatuh sampai 20% dalam jangka waktu singkat. Sebabnya adalah cukai rokok naik. Pemerintah memang menjadikan rokok sebagai pintu masuk cukai yang menggiurkan. 

Kenaikan cukai rokok membuat harga rokok menjadi lebih mahal dan mahal. Memang pabrik rokok pasti punya solusi, salah satunya adalah dengan mengeluarkan produk yang lebih murah. Tapi justru muncul masalah lain.

Rokok-rokok murah bermunculan di pasar, entah ada cukai atau tidak rokok tersebut terus tumbuh. Sehingga produk yang eksklusif untuk kelas menengah atas sudah diperangi oleh vape, untuk kelas bawah digempur rokok murah. 

Terakhir yang mengancam ekosistem prospek saham rokok adalah kampanye kesehatan yang terus digaungkan tanpa pernah berhenti. Mungkin bagi Anda perokok itu tidak berpengaruh. Tapi bagi yang akan mendekat, sudah mulai terpengaruh dengan kampanye anti rokok tersebut.

Apalagi di era terbuka seperti sekarang informasi cepat menjejali masyarakat. Diputar di youtube, televisi, whatsapp tentang bahaya rokok, semua jadi terpengaruh. Artinya dalam sudut padang kami prospek saham rokok suram. 

Saham Rokok Yang Menarik

Bagaimanapun masa depan saham, tetap memiliki daya tarik jika sudah pada posisi harga yang pas. Saham emiten rokok sedang mencari kestabilan baru. Kalau kembali ke harga normal yang dulu mungkin mustahil, kecuali perusahaan rokok berani produksi vape. Hehehe.

Tapi kalau harganya menarik, pasti tetap diburu. Terutama HMSP yang sangat loyal deviden. Ketika tulisan ini dibuat harganya 1.400. Menurut kami masih belum menarik. Kalau sudah di bawah 1.100, ini baru menarik. 

Begitu pula dengan saham GGRM, Gudang Garam berada di harga 36.000-an. Menurut kami belum menarik. Nanti kalau sudah di bawah 30.000, menarik. Sabar saja. Kemungkinan akan mencapai di harga tersebut. Prospek saham rokok memang sudah kurang menarik.  

Ingat di saham itu hanya persoalan sabar menunggu saham berharga murah untuk membeli, dan sabar menikmati kenaikan saham agar bisa menjual di harga mahal. Orang yang tidak sabar akan jadi temennya setan. Hehehe. 

Saran Investor Saham Rokok

Jika Anda terlanjur beli di harga ujung, tapi tidak banyak, saran kami kami bisa cutloss untuk dijadikan pelajaran. Kamipun pernah mengalami. Tapi jika banyak, apalagi pegang HMSP, di average down saja. Cara average down bisa dilihat di sini.

Kalau bagi trader saran ini mungkin kurang cocok, tapi bagi investor bisa dipertimbangkan. Semua kembali ke masing-masing. Karena biasanya setiap individu sudah memiliki cara analisa tersendiri.

Related Posts

One thought on “Prospek Saham Rokok | Tetap Menarik atau Roboh?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *