Right Issue dan Kerugian Bagi Investor

Right issue di periode paska krisis ramai-ramai dilakukan. Salah satu yang paling menyedot perhatian yang dilakukan oleh BBRI, salah satu bank buku empat yang dikenal masuk golongan saham blue chip.

Lalu apa sebenarnya pengertian right issue dalam pasar modal. Terutama yang menjadi pertanyaan besar adalah posisi kita sebagai investor di saham tersebut bagaimana. Apakah aman, atau justru tindakan ini membahayakan.

Pengertian Right Issue & HMETD

Pengertian right issue adalah penawaran umum bersifat terbatas untuk sebuah saham. Terbatas, karena ada keistimewaan bagi pemegang saham untuk mendapatkan prioritas dalam penawaran umum tersebut yang berbentuk penerbitan saham baru.

Ketika perusahaan menerbitkan saham awal melalui IPO, maka banyak pembeli yang berkedudukan sebagai pemegang saham. Nah ketika right issue terjadi, maka akan ada saham baru yang diterbitkan, dan pemegang saham menjadi pemegang saham lama.

Maka kegiatan ini juga sering disebut dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Karena memang memiliki hak untuk memesan terlebih dahulu dibandingkan masyarakat umum.

Cara Penghitungan Right Issue

Jika ada perusahaan yang melakukan right issue, maka ada cara penghitungan khusus. Biasanya menggunakan rasio. Contoh rasio 1:4, itu artinya setiap pemegang saham lama akan mendapatkan kesempatan untuk membeli empat lembar saham baru.

Harga right issue variatif. Ada yang lebih rendah, sama, atau lebih tinggi dari harga yang ada di pasar ketika pelaksaan HMETD. Kesempatan ini bisa digunakan atau juga tidak digunakan oleh investor lama. Suka-suka saja.

Fungsi Right Issue

Fungsi ringht issue adalah penggalangan dana dari pasar. Seperti laiknya IPO, juga penggalangan dana dari pasar. Nah yang menjadi perhatian bagi para investor adalah penggalangan dana ini untuk apa, karena biasanya bermacam-macam.

Umumnya adalah untuk pembayaran hutang, biasanya perusahaan demikian keadaannya memang tidak bagus. Atau meski tidak memilki hutang, right issue dilakukan untuk ekspansi dan aksi korporasi lainnya sebagai upaya pengembangan perusahaan di masa yang akan datang.

Bagi investor, penerbitan saham baru dalam bentu right issue harus diperhatikan baik-baik landasannya. Karena memang akan berimbas pada kinerja harga saham di tahun-tahun berikutnya. Right issue bagi investor memiliki dampak yang lumayan dibandingkan dengan aksi korporasi semacam stock split.

Contoh Right Issue

Kami akan mencantumkan beberapa contoh perusahaan yang melakukan right issue pada 2021. Pertama adalah BAJA, emiten ini menerbitkan hingga 610.000.000 lembar dengan nilai perlembarnya Rp100. Tujuan utama dari penerbitan ini, yaitu 98.42% untuk melunasi hutang kepada PT. Sarana Steel, sumber.

Lebih besar lagi yang dilakukan oleh FREN yang menerbitkan hingga 7 miliar saham dengan harga Rp120. Sebagian besar dana digunakan untuk membayar hutang, serta digunakan untuk anak usaha yaitu smartel.

Yang menjadi catatan adalah, meskipun memang banyak yang menyatakan bahwa dana right issue tidak hanya digunakan untuk melunasi hutang. Tapi memang banyak diantaranya digunakan untuk melunasi hutang. Inilah yang patut menjadi perhatian bagi para investor di pasar modal.

right issue

Dampak Bagi Investor

Pertanyaan paling besar muncul dalam aksi right issue adalah, apa dampaknya bagi investor seperti kita. Yang perlu diperhatikan yang pertama adalah apakah pelaksanaan penambahan modal tersebut untuk membayar hutang atau ekspansi.

Biasanya yang disukai investor adalah right issue yang digunakan untuk ekspansi. Kalau untuk bayar hutang kurang disukai, dan cenderung buruk di mata investor. Bahkan biasanya harganya turun. Right issue yang demikian jarang dilakukan oleh perusahaan yang bagus.

Yang kedua adalah berkurangnya nilai saham yang kita miliki. Maksudnya adalah, dulu jumlah saham seribu lembar atas kepemilikan senilai 100 juta. Artinya satu saham memiliki nilai 100.000 dari perusahaan tersebut. Namun setelah penambahan lembar saham, maka terjadi yang namanya delusi nilai saham.

Kalau bagi investor receh, yang memegang saham sedikit, mungkin hal ini tidak terasa, tapi kalau Anda pegang saham dalam jumlah banyak, harus pikir-pikir juga. Oleh sebab itu patut menjadi perhatian penting.

Selanjutnya juga perhatikan harga saham ketika akan dilaksanakannya right issue. Biasanya sebelum right issue, beberapa saham harganya terus naik. Nah strategi ini biasanya dilakukan agar harga penawaran terlihat pas, atau bahkan terlihat lebih murah. Tapi selepasnya, bisa anjlok bin longsor. Ini juga bahaya.

Rekomendasi Saham Right Issue

Memang tidak sedikit emiten di bursa efek yang melakukan aksi right issue, namun demikian yang paling penting adalah perhatikan tujuannya. Jika tujuannya ekspansi, kita bisa melihat pertumbuhan berkelanjutan dari perusahaan tesebut.

Namun demikian hal sebaliknya, jika untuk melunasi hutang, dan ternyata kinerjanya buruk, apalagi setelah pelunasan hutang ternyata hutang lagi, Itu artinya kita memegang perusahaan yang kualitasnya patut ditinggalkan. Oleh sebab itu saran kami hati-hati jika memegang saham yang model ini.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Copas Ya