Saham Acset Indonusa | Analisa dan Prospek Ke Depan

Saham Acset Indonusa sedang mendapatkan ujian berat. Harganya berada di Rp200-an, padahal biasanya tidak demikian. Mungkin karena covid-19, tapi saham ini salah satu yang belum merangkak naik.

Oleh sebab itu kami akan mengulas bagaimana prospek saham Acset Indonusa dari beragam sudut pandang. Dari analisa fundamental, analisa teknikal saham ACST hingga rekomendasi dari kami. Semua dirangkum dari beragam sumber dan pengamatan kami pergerakan saham tersebut.

PT Acset Indonusa Tbk

Di pasar modal memiliki kode saham ACST, tapi nama sebenarnya adalah Acset Indonusa, sehingga banyak yang menyebut juga dengan saham Acset Indonusa. Ini merupakan cucunya United Tractors Tbk, atau dengan kata lain cicitnya Astra.

Acset Indonusa bergerak dalam bidang konstruksi umum. Di antaranya adalah bidang fondasi, pembongkaran, infrastruktur, bangunan bertingkat, serta layanan lainnya, bahkan juga melayani perbaikan tanah.

Pemegang Saham ACST

Untuk melihat lebih jauh analisa saham ACST, maka kita bisa menelaah struktur pemegang saham. Sekitar 65% dipegang oleh PT. Karya Supra Perkasa (KSP), sedangkan perusahaan tersebut sahamnya 99.91% dipegang oleh UNTR.

Sisanya sipegang oleh publik. Tidak ada keterangan pemegang saham lain. Namun baru-baru ini ada aksi private placement yang dilakukan oleh Acset Indonusa. Yang menyebabkan kepemilikan KSP meningkat menjadi 82.17%.

Analisa Fundamental Saham ACST

Sejenak kita analisa saham Acset Indonusa dari sisi fundamental. Data yang kami ambil bersumber dari IPOT. Kami sajikan dalam tiga tahun terakhir agar tergambar bagaimana kurang lebihnya perusahaan konstruksi ini.

TahunLabaROE
2019-1.1 T-396.63%
2020-1.3 T-408.36%
2021*-153.2B-90.78%

Data di tahun 2021 adalah satu semester. Dari data di atas kita bisa mengetahui jika keadaannya tidak bagus. Selalu minus. Padahal tahun 2019 belum hadir pandemi, tapi sudah mengalami kerugian yang cukup dalam. ROE pada akhirnya minus.

Namun sisi positifnya adalah kerugiannya mulai berkurang. ROE yang minus ratusan menyusut hingga di bawah seratus. Meskipun masih belum bagus, tapi ada harapan di saham Acset Indonusa. Lebih jauh kita lihat hutangnya.

TahunDER
201935.47
20208.43
2021*16.32

Saya sebenarnya meragukan data ini, tapi yang tertulis demikian. Karena kami belum pernah menemukan hutang sebesar ini. Tapi ini terjadi. Perlu diketahui, hutang yang masih rasional di bawah dua, yang bagus di bawah satu.

Menurut kami sisi inilah aspek yang paling berbaya. Oleh sebab itu belum lama ini ASCT melakukan aksi penambahan modal dengan pola private placement. Peruntukan paling besar adalah untuk membayar hutang.

saham acset indonusa
pixabay.com

Analisa Teknikal Harga Saham

Namun demikian secara teknikal saham ini cukup memiliki pergerakan khas saham lapis dua. Naik turun lumayan tajam, tapi tidak sedahsyat gorengan. Saham ini sangat dipengaruhi sentimen internal. Lebih ke kinerja. Artinya kinerja bagus sahamnya naik. Tidak banyak pengaruh dari sentimen luar.

Terbukti saat kinerjanya tidak bagus, saham ini berada di harga Rp244 ketika tulisan ini dibuat. Padahal biasanya berada di harga Rp500-an. Bahkan lebih. Pasar memang sedang memandang buruk perusahaan ini.

Di sisi lain, dengan harga yang secara psikologis sudah terlalu bawah, tapi PBV-nya di atas 10. Per masih minus -10.20x. Masih belum begitu berharga untuk dipegang. Saat tulisan dibuat, trend sedang bearish.

Prospek Saham Acset Indonusa

Menurut kami konstruksi sudah mulai menggeliat di semester dua 2021. Buktinya banyak perusahaan konstruksi yang mendapatkan kontrak cukup lumayan. Seperti PPRE yang hampir mencapai target.

Mengutip dari idnfinancials.com, Acset Indonusa juga mendapatkan proyek baru, ini di Agustus tahun 2021 adalah scrap fill and overlay Tol Tangerang – Merak. Ini memang proyek yang lumayan. Kemudian ada Apartment Cleon Park. Keduanya bernilai Rp 115 miliar.

Total pendapatan ACST sudah naik 4% dibanding tahun 2020 per September 2021 (investor.id). Jadi ada harapan yang cukup besar.

Menurut kami kinerjanya akan membaik, sehingga menjadikan fundamental juga mengalami perbaikan. Ditambah lagi Aksi yang sudah dilakukan adalah private placement.

Dana hasil tersebut sekitar 60% digunakan untuk pembayaran utang. Ini yang akan membuat fundamental akan mengalami perubahan yang lumayan signifikan. Sehingga ada harapan di saham Acset Indonusa.

Sisi adem lainnya adalah, perusahaan ini merupakan cicit Astra dan Cucu UNTR yang memiliki riwayat bagus dalam mengelola perusahaan. Terlihat dari tindakan terbaru yang lebih memilih private placement daripada Right Issue.

Rekomendasi Saham ACST

Menurut kami untuk investor, lebih baik menunggu terlebih dahulu, atau bahkan memilih saham lain yang jauh lebih bagus. Ingat, meskipun konstruksi menggeliat, tapi tidak semua langsung bergerak bagus. Secara fundamental masih banyak yang rasionya lebih bagus. Bisa kunjungi link ini, saham pilihan konstruksi lainnya.  

Adapun untuk trader, saham ini memiliki peluang potensi bisa diambil keuntungan dalam jangka pendek, terutama karena harga sahamnya masih harga covid-19. Jadi kalau yang berharap harga saham Acset Indonusa naik turun hingga Rp300, masih sangat mungkin.

sahamhijau.com

Semua kembali pada pribadi masing-masing. Kami sendiri tidak memilih saham Acset Indonusa. Semoga saham Anda hijau selalu. Website resmi ACST bisa dikunjungi di sini.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *