Hikmah dari Saham KAEF di Tahun 2020

Saham KAEF di tahun 2020 menjadi fenomena selain saham BRIS. Nama populernya Kimia Farma yang bergerak di bidang farmasi. Di tahun 2020 menjadi salah satu perhatian karena kenaikannya yang super gila dalam jangka waktu pendek. 

Namun banyak hal yang bisa kita ambil pelajaran dari lonjakan Saham KAEF. Terutama bagi para pemula seperti kami. Sebagai informasi kami juga membeli saham ini di harga 900-an, namun kami lepas hanya dengan kenaikan cukup tipis. Masih newbie ketika itu. Cckcck.

Profil Saham KAEF

Saya tidak akan menjelaskan profil saham KAEF terlalu detil. Saya ringkas saja. Kalau teman-teman pernah melihat apotek Kimia Farma dengan papan warna biru, itulah salah satu outlet Kimia Farma. 

Seperti Indomaret dan Alfamaret di retail, Kimia Farma menguasai dari hulu ke hilir. KAEF merupakan perusahaan farmasi yang berbasis BUMN terbesar di Indonesia. Oleh sebab itu ini memang saham dengan kapitalisasi lumayan besar. Di pertengahan tahun 2020 di angka 6.2 Triliun.

Informasi lebih lengkap bisa kunjungi website resmi Kimia Farma di sini.

Kinerja Kimia Farma

Semua yang sudah lama terjun di dunia investasi saham pasti sudah paham terkait sektor farmasi dan profil saham KAEF. Intinya tidak mengesankan. Meskipun memiliki outlet apotek di setiap kota tapi faktanya KAEF bukanlah emiten yang bagus. 

Kalau ingin bagus di farmasi tentu KLBF, tapi masalah harga tidaklah demikian. Inilah mengapa kami tertarik untuk mengulas saham KAEF. 

Sebagai gambaran, di kuartal ke-3 tahun 2020, posisi rasio saham KAEF tidak bagus. PER-nya, sampai 600-an kali. ROE di angka 0.5%. DER juga di angka 1.5. Ini saham yang tidak masuk kualifikasi bagus. Biasa. Hanya menang di plat merah.

Tapi harganya naik gila-gilaan melebihi KLBF atau emiten farmasi lainnya. Di sinilah kami akan mengambil hikmah agar menjadi pelajaran bagi semua investor di pasar modal. Karena banyak yang menjadi korban, hehehe, dan banyak pula yang mendapatkan durian keuntungan.

Hikmah Saham KAEF di 2020

Secara psikologis dalam waktu rentang 2016 hingga 2019, saham ini memiliki harga di angka 2200-an. Rata-rata berputar-putar di kisaran tersebut. Juni 2019 pernah mencapai 3.390. Yang unik, selepasnya dibanting hingga sedalam-dalamnya harga dalam jangka waktu lima tahun terakhir. 

Mari kita lihat waktu jatuhnya. Desember 2019 di angka 1.200-an. Tidak hanya minus setengah, tapi juga sudah lebih dari setengah. Kalau Anda ingat, covid-19 belum datang. Penurunan terjadi karena memang laporan keuangannya jelek. Minus di kuartal 3 tahun 2019. 

Tapi biasanya saham dengan performa laporan keuangan jelek turun kisaran 30%. Ini melebihi hal tersebut. Sentimen luar yang sedang beredar ketika itu bukan covid, tapi perang dagang antara China dan Amerika.

Ada sentimen negatif diturunkan lagi harganya, terus demikian. Sampai terdengar kabar covid-19 di China, harga sahamnya belum ada pergerakan. Masih terus longsor. Nah di sini menurut kami cerita bermula.

Kimia Farma sudah diketahui bukanlah emiten yang memiliki kinerja memuaskan. Apalagi kalau ada yang anti BUMN, pasti tidak mau mendekat ke Saham KAEF. Tapi sepertinya pemain besar sudah mengetahui akan ada momentum besar terkait dunia kesehatan. Yaitu covid-19.

Ketika virus ini menghantam ke Indonesia, sudah pasti yang akan banyak bermain dalam pengobatan dan lain sebagainya adalah BUMN, Anda pasti tahu jawabannya, Kimia Farma, vaksin dan lain sebagainya. 

Ingat big player selalui mengetahui rahasia sebelum kita, selalui memahami derita sebelum kita rasakan, dan selalu tahu masa depan sebelum ritel ketinggalan. 

Harga saham KAEF ketika kabar covid-19 datang, jatuh di harga 580-an. Itu artinya seperempat dari harga biasanya. Padahal saham-saham lain ketika covid-19 datang jatuh paling banyak sampai diskon setengah harga. 

saham kaef

Anda kalau memegang saham KAEF di waktu itu pasti melepas karena dilanda ketakutan yang luar biasa. Pasti banyak yang cutloss. 

Entah ada bandar atau tidak, tapi kami meyakini setiap saham ada satpamnya. Hehehe. Mereka akumulasi besar di rentang harga bawah tersebut. Karena berada di posisi 580-620 sekitar satu bulan. Naik dikit, turun dikit, terus diakumulasi.

Hingga pada akhirnya sejak akhir Maret sentimen dunia kesehatan berdatangan. Bukan kinerja lho ya. Berawal dari kebutuhan vitamin C di pasar yang langka, masker, serta kebutuhan untuk kesehatan lainnya. Harganya terus merangkak naik tidak pakai perasaan. 

Apakah kemudian kinerjanya mengesankan setelah covid-19. Sama sekali tidak. Di kuartal dua tahun 2020 meraih laba 22 milyar, padahal di periode sebelumnya 27 milyar. Artinya lebih buruk, padahal dapat momentum. Bahkan di kuartal 3 tahun 2020 merugi 11 milyar. Sudah kami katakan di awal ini perusahaan yang susah dimengerti. Hehehe. 

Tapi berita terus berdatangan hingga ketika tulisan ini dibuat harganya sudah 4.250. Ini membuktikan kalau sentimen lebih sakti daripada kinerja. Tapi juga membuktikan satpam saham lebih ngerti daripada semua orang. 

Prediksi Saham KAEF 2021

Tidak mungkin saham akan naik terus-terusan dengan sentimen dari luar. Pasti ada momentum di mana nantinya saham tersebut akan turun. Prediksi kami untuk saham KAEF di tahun 2021 tidak akan sedahsyat 2020.

Bahkan dalam pandangan kami saham KAEF mulai didistribusi oleh big fund selagi masih ada yang bisa jadi landasan kenaikan. Karena kemungkinan besar akan pindah ke sektor properti yang nantinya akan menjadi titik balik di 2021.

Ini hanya prediksi. Kalau ada yang masih memegang saham yang sedang naik maka perlu diingat, paling susah melepas saham yang sedang naik, karena perasaan masih akan naik. 

Tapi ingat, senaik apapun saham jika belum direalisasikan, tetap hanya menjadi portofolio, tapi belum menjadi uang. Selamat menikmati keindahan naik turunnya saham. Hehehe.  

Related Posts

6 thoughts on “Hikmah dari Saham KAEF di Tahun 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *