11 Saham Lippo Grup | Karakteristik Potensi Cuan

Saham Lippo Grup selalu menjadi incaran bagi mereka yang gemar investasi di pasar modal. Terutama karena Grup Lippo dikenal memiliki profil perusahaan-perusahaan raksasa seperti Matahari dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana profil saham Lippo Grup? Kami sedikit akan mengulas satu-persatu karakteristik dan disertai komentar dari kami. Beberapa sumber kami ambil dari CNBC. Semoga bisa bermanfaat bagi para investor.

Profil Lippo Grup

Lippo Grup merupakan jaringan perusahaan besar selain Bakrie Grup, Astra Grup, dan lain sebagainya. Jika Anda masuk di pasar modal harus memahami beberapa grup bisnis ini, karena biasanya memiliki karakteristik yang berbeda setiap sahamnya.

Sosok Mochtar Riady adalah rahasia di balik Lippo Group. Di mana pada 2011 Forbes pernah menobatkannya sebagai orang terkaya di Indonesia dengan peringkat ke-38. Mungkin setelah sepuluh tahun pasti sudah merangkak naik.

Saham Lippo Grup

Nah di balik beberapa perusahaan besar yang tercatat di bursa, mereka adalah satu grup di bawah naungan Lippo. Kita harus tahu karena biasanya satu saham naik, yang lain naik. Satu saham turun yang lain turun. Inilah mengapa mengetahui grup usaha di bursa sangat penting.

Matahari Putra Prima (MPPA)

Ini adalah perusahaan dalam bidang gerai Hypermart, nama lengkapnya PT. Matahari Putra Prima Tbk. Pasti semua tahu namanya Matahari. Namun bisnis Hypermart sedang sunset, terutama karena adanya pandemi.

Bisa terlihat dari rugi yang diderita MPPA mulai dari 2017 hingga 2020, setiap tahun berdarah-darah hingga mencapai rata-rata 700 milyaran setiap tahun. Tapi bukan saham Lippo Grup namanya kalau tidak fenomenal. Sahamnya di tahun 2021 justru naik tajam dengan iso akuisisi dari Gojek.

Multipolar Technology (MLPT)

Saham Lippo Grup selanjutnya di bidang technology, yaitu Multipolar. Ini merupakan saham yang cukup fenomenal di tahun 2021, di Januari nilainya sekitar 730 rupiah, tapi kemudian di April sudah mencapai 1.900-an. Begitulah istimewanya.

Tapi memang secara kinerja ciamik. Di tahun 2020 yang cukup berat berhasil membukukan laba 172 milyar dibanding tahun sebelumnya 137 milyar. Ini memang perusahaan di bidang teknologi yang anti badai. Karena itu pula sahamnya to the moon.

Multipolar (MLPL)

Yang satu ini merupakan induk usaha dari MLPT, namanya sama, Cuma kalau anak perusahaan ada tambahan bidangnya. Nah lebih ke atas lagi, atau induk utamanya, tentu saham Lippo Grup. Ini juga cukup fenomenal. Januari Cuma 70 perak, 2021, selang hanya lima bulan sudah 500-an. Edan.

Bidangnya adalah investasi multisektor. Padahal kinerjanya tidak bagus. Dari IPOT, kami mendapatkan selalu merugi dalam empat tahun ke belakang, dari 2017 rugi 1 triliun lebih, hingga 2020 yang rugi 790-an milyar. Tapi kalau ditanya kenapa harga sahamnya to the moon, mungkin di hati saja ya bergumamnya.

Link Net (LINK)

Yang satu ini merupakan perusahaan di bidang penyedia jaringan internet, atau digital. Jadi pesaingnya semacam MNC dan lainnya. Anda pasti tahu First Media, lah ini induknya. Kami pernah menenggak profit capital gain hingga 50% dari saham ini dalam jangka waktu tidak ada satu tahun.

Memang secara kinerja stabil. Apalagi di masa pandemi kebutuhan internet semakin tinggi. Dari 2018 hingga 2020 profitnya antara 800-950 milyar. Intinya ini perusahaan oke dan banyak penggunanya.

Matahari Department Store (LPPF)

Ini salah satu yang cukup berdarah-darah. Matahari Department Store, kelompok ritel yang di masa pandemi nyungsep, seperti RALS. Terbukti di tahun 2020 mengalami rugi hingga 870-an milyar. Bahkan di tiga bulan pertama juga masih rugi hingga 60-an milyar.

Tapi bicara nasib saham Lippo Grup memang tidak sejelek fundamentalnya. Sahamnya dari bulan Januari 2021 justru naik dari 1000-an menjadi 1.800-an. Keren kan. Makanya terkadang di pasar modal tidak bisa satu analisa dipercayai 100%, seringkali tidak sesuai teori.

Siloam Internasional Hospitals (SILO)

Saham Lippo Grup memang menguasai banyak aspek penting. Salah satunya Siloam Internasional Hospitals atau yang memiliki kode (SILO). Ini merupakan jaringan rumah sakit besar di Indonesia dan dikenal memiliki layanan istimewa.

Di saat 2019 sempat merugi hingga 338 milyar, namun kemudian di tahun 2020 melesat menjadi untung 116 milyar. Sahamnya juga terdampak, di tahun 2019 di hargai 3000-an, 2020 dihargai 5000-an. Rumah sakit ini memang sudah terkenal.

First Media (KBLV) | Group Lippo

Mungkin ada yang seperti saya, baru menyadari kalau First Media adalah salah satu jaringan saham Lippo Grup di bawah LINK. Perusahaan ini dikenal memiliki harga kompetitif dengan jaringan internet di beragam kota besar.

Entah kenapa sahamnya tidak sedramatis yang lain. Cuma berputar-putar di angka 300-400 saja. Jarang naik fantastis. Padahal kinerjanya lumayan di tahun 2020, mampu membalikkan rugi tahun-tahun sebelumnya menjadi laba.

Lippo Karawaci (LPKR)

Lippo Karawaci merupakan sebuah kawasan hunian elit setingkat kecamatan di wilayah Tangerang, masuk ke Banten. Kalau kita mengenal Serpong, bisa dikatakan ini mirip dengan itu. Lippo cukup gigih dalam sektor ini.

Sahamnya masih berdarah-darah di harga 160-an, padahal pernah menyentuh angka 1000-an. Roda memang berputar. Keadaan keungannya memang tidak menggairahkan. Di 2019 dan 2020 mengalami kerugian, paling parah 2020 yang mencapai lebih dari 7 triliun.

saham lippo grup
pixabay.com

Bank Nationalnobu (NOBU) | Lippo Group

Ini sektor perbankan milik saham Lippo Grup. Kalau kita tidak begitu banyak mengenal. Namun ini melengkapi jaringan grup Lippo yang cukup luar biasa. Hehehe. Seperti Bank Mega milik CT Group.

Kinerja di sektor keuangan ini sangat stabil sekali. Dalam tiga tahun terakhir menghasilkan laba rata-rata di 40-an milyar. Oleh sebab itu sahamnya juga cukup lumayan, pernah menyentuh 700 perak di awal 2021, kini sudah 995. Lumayan tiga puluh persen lebih. Ini cukup besar loh.

Lippo Cikarang (LPCK)

Jika Anda sering melihat televisi, mungkin ingat iklan fenomenal Meikarta. Nah itu adalah buah karya dari group Lippo. Sempat viral juga karena kasus hukum dan melibatkan pejabat. Namun bisnis terus go on.

Bahkan hingga sekarang sahamnya terus merangkak naik, dari 700-an sudah mencapai 1100-an. Tapi secara kinerja di tahun 2020 cukup berat. Kerugian yang diderita mencapai 2 triliun lebih. Nanti analisa lebih dalam sendiri.

Multifiling Mitra Indonesia (MFMI)

Ini saham Lippo Grup terakhir yang kami bahas. Bergerak di bidang penataan arsip. Atau intinya pengelolaan file. Induknya adalah MLPL, multipolar. Namun isu yang berkembang terkait MFMI adalah divestasi dari Grup Lippo.

Catatan Penting Saham Lippo

Menurut kami ada catatan penting dari saham Lippo Group. Yaitu memiliki media holding bernama Berita Satu. Di bawahnya ada investor daily yang khusus dalam dunia ekonomi dan bisnis. Pengalaman kami ada rumor sedikit langsung tercium. Ada aksi sedikit, langsung nyebar.

sahamhijau.com

Jadi saham grup Lippo bergerak secara simultan antara di pasar, dan di media. Inilah keistimewaan saham Lippo Group. Beberapa saham yang bagus bisa diambil menjadi pilihan investasi Anda.

Website resmi Lippo Group di sini. Sumber data dari IPOT.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *