3 Seluk Beluk Investasi Saham | Keuntungan Mudah

Seluk beluk investasi saham | Investor pasar modal di Indonesia terus meningkat. Di bulan Agustus 2020 sudah menyentuh angka 3 juta. Naik 22% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini diprediksi akan terus bertambah ke depan, terutama bagi investor millenial. Sumber.

Apalagi penduduk Indonesia lebih dari 260 juta jiwa. Investor hanya satu persen lebih. Terlalu sedikit. Oleh sebab itu jumlah investor diprediksi akan terus bertambah seiring positifnya iklim investasi di Indonesia.

Kali ini sahamhijau.com akan mengulas seluk beluk investasi saham. Hal penting mendasar yang harus Anda ketahui tentang dunia saham. Tulisan kami lebih banyak berdasarkan pengalaman.

Apa Itu Saham | Seluk Beluk Investasi

Saham adalah tanda kepemilikan dari perusahan yang diistilahkan di pasar modal dengan sebutan emiten. Oleh sebab itu jika memiliki lebih dari 50% saham perusahaan akan diakui sebagai pengendali.

seperti ketika teman Anda memiliki usaha, kemudian Anda ikut menyertakan modal, nantinya ada pembagian keuntungan. Begitu pula saham. Sebesar apapun perusahaan jika Anda memiliki sahamnya, ketika membagikan keuntungan Anda akan kecipratan. 

Maka saham seringkali diibaratkan sebagai cara seseorang memiliki perusahaan meski tidak bisa mendirikan perusahaan. Daripada susah-susah mendirikan perusahaan, memikirkan lebih baik langsung membeli sahamnya. 

Begitulah kenapa orang-orang kaya cukup membeli saham perusahaan untuk memiliki. Contoh akuisisi HM. Sampoerna ke tangan Philip Morris. Cukup membeli sahamnya, selesai. Kita bisa juga lho. Inilah seluk beluk investasi saham yang terlupakan.

Namun porsi kepemilikan dihitung dari porsi jumlah saham yang kita miliki. Sebagai investor receh, maka kita hanya memiliki sebagian kecil saja dari perusahaan. Hanya punya 100 lot dari total jumlah jutaan lot yang beredar. 

Nah saham bentuknya surat berharga dengan bahasa lembar. Kita bisa membeli lembar saham dengan angka minimal 100 lembar yang disebut dengan lot. Maka kalau harga saham 200, kalau kita membelinya harus 100 lembar, atau 20.000. 

Dengan kata lain kalau Anda ingin memiliki perusahaan, cicil terus saja sahamnya sampai memiliki jumlah lot yang besar.

Keuntungan dari Memiliki Saham

Ingat prinsip utama dari saham adalah tanda kepemilikan dari perusahaan. Maka keuntungan yang diperoleh ketika perusahaan tersebut memiliki prospek yang cerah. Atau dengan kata lain keuntungan Anda tergantung perusahaan yang Anda beli.

Hal ini mengingat banyak pihak yang salah paham berkaitan dengan saham. Lebih sering dilihat sahamnya dan harganya, tapi ketika memiliki lembar saham lupa memperhatikan perusahaan yang dimilikinya. 

Nah ketika perusahaan Anda berhasil meraih keuntungan, itu artinya nilai dari perusahaan Anda naik. Seperti Anda punya mobil, harga jualnya ternyata tinggi. Maka saham Anda pun naik harganya, respon dari pasar yang melihat nilainya meningkat. Dari 200 perlembar menjadi 250 perlembar, inilah yang disebut dengan capital gain. 

Begitu juga sebaliknya ketika perusahaan Anda ternyata memiliki kinerja buruk, maka orang akan menghargai murah perusahaan tersebut. Bisa jadi yang awalnya 200 menjadi 160 perlembar. Itu bisa terjadi hanya dalam jangka waktu dua hari saja. Artinya nilai dari saham Anda sudah hilang 20%.

Anda tetap memiliki 1000 lembar. Tapi yang awalnya berharga 200.000, kini hanya menjadi 160.000. Awalnya berharga 200.000.000, kini hanya menjadi 160.000.000. 40.000.000 berkurang hanya dalam waktu dua hari saja. Begitulah saham. 

Maka harus jeli melihat nilai dan prospek dari perusahaan.

Keuntungan Investasi Saham

Keuntungan lain dari memiliki saham adalah ketika perusahaan membagikan deviden, atau keuntungan dari usaha perusahaan. Bisa 70% dari total keuntungan. Misal untung satu milyar 700 juta dibagikan kepada seluruh pemilik saham. Nanti dibagi perlembarnya berapa.

Misalkan perlembar dapat 10 rupiah dari perlembar saham yang berharga 200. Artinya mendapatkan 5%. Inilah seluk beluk investasi saham yang menyenangkan.

Maka semakin banyak lembar yang Anda miliki semakin banyak pula deviden yang akan Anda nikmati. Seperti inilah cara orang kaya hidup. Mereka tidur deviden mengalir. 

Bayangkan misalnya memiliki saham senilai 2 milyar, deviden 5%, maka akan mendapatkan setiap tahun 100 juta. Apa tidak cukup. Belum lagi dari kenaikan harga saham capital gain. Oleh sebab itu rata-rata orang kaya masuk di dunia pasar modal.

seluk beluk investasi saham
sumber: pixabay.com

Pentingnya Investasi Saham

Saya pernah diberikan pesan oleh seorang pengusaha. Kalau kamu miliki uang tabunglah, tapi kalau kamu ingin berkembang investasikanlah. Paling sederhana di emas, tapi orang kaya investasikan uangnya di saham. 

Saya ingat betul pesan ini. Sehingga terjun ke dunia saham. 

Bahkan ketika Anda mengikuti program asuransi, uangnya juga diputar di saham. Ingat kasus jiwasraya yang heboh di awal tahun 2020. Itu terjadi karena manager investasinya gagal di pasar modal. Ceroboh. Daripada dititipkan di asuransi, mending kita sendiri yang berinvestasi di pasar modal.

Nah semakin dini kita investasi di saham, semakin banyak pula kita mendapatkan keuntungan. Ingat Warrent Buffet yang berinvestasi di saham sejak usia belasan. Kalau bisa bayi baru lahir sudah dibelikan saham. Wkwkwkw. Inilah seluk beluk investasi saham. Tapi Anda juga harus tahu risiko investasi saham, bisa dibaca di sini.

Related Posts