3 Strategi Bandar Saham | Bisa Dimanfaatkan

Strategi Bandar Saham | Di pasar saham, big player sering disebut pula dengan bandar. Kekuatan uangnya yang besar membuatnya bisa menggerakkan harga ke atas, atau justru menjatuhkannya ke bawah. 

Sayangnya jarang diketahui bagaimana strategi bandar dalam mengatur saham. Padahal itu penting. Paling tidak kita tahu. Agar tidak terjerumus dan kemudian buntung. 

Berdasarkan pengalaman di pasar modal, kami ingin menjelaskan strategi bandar saham. Bukan untuk dilawan. Uang dia milyaran, sedangkan kita hanya jutaan, bukan puluhan juta.

Maka strateginya justru memanfaatkan pergerakan bandar saham tersebut. Namun jika belum banyak mengerti tentang bandarmologi bisa baca di sini.

Apa Itu Bandar Saham

Bandar memang identik dengan judi. Namun di saham, disebut bandar karena memiliki dana yang besar. Sehingga pergerakannya sangat mempengaruhi harga saham. Kita berharap harga saham naik, tapi ternyata bandar saham menjual 10.000 lot ketika itu, tentu harganya turun. Bahkan anjlok.

Bandar bisa jadi perseorangan. Memang punya uang sangat banyak. Tapi bisa juga perkumpulan yang bersepakat sama-sama untuk membeli, dan sama-sama untuk menjual. Ritel pun bisa melakukan asal berjumlah ribuan dan dengan satu komando. Tapi sulit. Egonya besar. Hehehe.

Bandar saham selalu tidak kelihatan, meskipun ada bandar detector tapi seringkali tidak sesuai perkiraan kita. Kita beli dia jual, kita jual dia beli. Pokoknya sering berlawanan.

Bandar saham bisa jadi memiliki jaringan yang lengkap. Mulai dari news maker, insider, sehingga di tahu informasi sebelum disebar. Bisa beli sebelum sentimen positif, bisa jual sebelum sentimen negatif. 

Mari kita telaah strategi bandar Saham

Strategi Bandar Saham | Harus Dimengerti

Bandar saham bukanlah tipe investor tapi bukan pula murni trader. Prinsip ini harus dipahami benar. Bukan beli langsung jual. Bandar mengumpulkan saham di harga bawah sebanyak-banyaknya. Bisa sebentar, bisa lama.

Contoh saham ANDI yang tidur setahun, harga 50, saham gocap, tiba-tiba diborong jutaan lot pada awal november. Orang lain pada tidur. 

Tapi apakah saham ANDI langsung bangkit. Tidak, dibiarkan dulu sampai orang lengah. Atau nunggu sentimen. Jumlah saham itu terus mengendap. Tapi ini tanda-tanda bahwa saham pasti akan bangkit. Berapa lama, hanya bandar yang tahu.

Kita sebagai investor receh bisa mengikutinya. Asal tahan dengan uang yang mengendap. Ikut beli saja, nanti akan bangkit sendiri dan naiknya luar biasah di atas rata-ratah. Tapi karena investor ritel tidak sabar, biasanya tidak mau. 

Anda Membeli Doi Menjual

Oleh sebab itu strategi bandar saham yang pertama adalah membeli di saat yang lain menjual, dan menjual di saat yang lain membeli. Ini sama seperti yang difatwakan oleh Mbah Warrent Buffet. Karena ketika di harga bawah dia punya banyak sekali lot, misalkan 100.000 lot di harga 1000. 

Nah ketika harga sahamnya naik perlahan, merangkak dari 1000 menuju 1300. Di harga 1050 dia pasti ikut beli agar harganya naik, tapi modal 100.000 lot masih dia pegang. Di situlah ritel ikut berpartisipasi membeli. 

Ketika sudah ramai dia akan menjual perlahan-lahan. 1.000 lot di harga 1.100, naik lagi dia jual 1.150, naik lagi di harga 1.200 dia jual 5000 lot. Naik lagi di harga 1.250 dia jual 30.000 lot. Sampai pada target puncak, dia jual sisanya. Sehingga anjlok, bahkan mungkin jatuh ke harga lebih rendah dari 1.000.

Anda harus paham bagaimana cara bandar akumulasi saham. Bisa dibaca di sini. Karena nantinya Anda tahu bahwa saham tersebut sedang dikumpulkan.

Menunggu Ritel Putus Cinta di Saham

Strategi kedua adalah selalu berlawanan dengan pemikiran ritel. Pernah lihat saham turun terus, seperti LPCK, atau LPKR, kita tidak pernah tahu di mana titik tolak bawahnya. Kapan mantul kita tidak tahu. Nah saat itulah kita bingung mau melepas atau menahan saham yang kita pegang. 

Yang belum beli, biasanya menunggu, membiarkan sampai mantul terlebih dahulu. Tapi strategi bandar saham selalu berlawanan dengan Anda. Pikirkanlah, ketika Anda merasa putus asa, kemudian melepas harga saham karena sudah turun lebih dari 30%, maka pasti keputusan Anda ingin menjual. Saat itulah bandar membeli. 

Pokoknya ketika Anda merasa ini saham akan terus naik ke puncak, maka pada akhirnya saat itulah strategi bandar saham adalah menjual.

sahamhijau.com

Jadi strategi Anda harus seperti bandar. Saat yang lain berpikir ini waktu yang tepat jual, Anda harus membeli. Waktunya saat saham mulai diakumulasi oleh bandar, bisa dilihat dari resume trading harian.

Dia Bangun Pagi Tidur Dini

Strategi bandar saham selanjutnya adalah membeli atau menjual sebelum pasar buka, dan menjelang penutupan. Pokoknya mereka bisa melakukan itu, sehingga kita bingung, tahu-tahu anjlok sampai 3% di pembukaan.

Atau tahu-tahu ketika ditutup sudah naik 3%. Berarti besok naik, tapi kita sudah ketinggalan mungkin 5%. Ini paling sulit diikuti. 

Kalau ketinggalan ketika naik masih mending, tidak rugi. Tapi ketinggalan di waktu mau menjual. Ini yang sulit. Tahu-tahu sudah anjlok sebelum ditutup, besok kita belum jual sudah anjlok 5%.

Di sinilah mengapa menjadi trader melelahkan. Karena terkadang harganya yang naik turun tidak menentu. Kalau di aspek ini kita lebih banyak pasrah. Dia selalu bertindak last minute.

strategi bandar saham
ilustrasi strategi bandar saham dari Pixabay.com

Memilih Saham Yang Tepat

Strategi berikutnya adalah Bandar Saham sering masuk di saham yang mudah digerakkan. Yaitu yang tidak butuh banyak modal. Harganya di bawah seribu, atau kalau bisa di bawah lima ratus, jumlah lotsnya sedikit. Istilahnya saham gorengan. Ingin lebih dalam tentang saham gorengan, di sini.

Alasan lainnya adalah, harga di bawah seribu membuat ritel bisa membeli. Sedangkan di atas itu tidak banyak yang bisa membeli dalam jumlah lot yang banyak. Inilah mengapa bandar sering bergerak di saham lapis dua, dan lapis tiga. Kalau blue chip bisa tekor dia. Kalau Anda mau ikut, maka beli saham lapis dua dan lapis tiga yang bagus, jangan asal lho ya. 

Strategi Bandar Mengaktifkan Transaksi

Strategi bandar saham selanjutnya adalah membuat saham menarik untuk ritel. Caranya, dibuat transaksi aktif bagi saham tersebut. Jual dan beli sendiri. Itu bisa terjadi. Jual di harga 100, beli di harga 100, jual lagi naik turun di situ-situ saja.

Tapi itu menarik bagi ritel yang belum ngerti, karena sahamnya aktif. Maka lihat dari transaksi jual beli, perhatikan brokernya. Kalau satu broker, mending jangan beli dulu. Wait and see. 

Bid Tebel dan Offer Saham Tipis

Strategi bandar saham selanjutnya adalah membuat bid tebal. Kalau pernah Anda lihat, bid di salah satu harga, atau salah dua harga, tebal sekali. Yang lain 100 lot, di situ 1000 lot. Pasti pikiran Anda tidak bakal turun. Anda ikut serta membeli. Padahal belum tentu. 

Bid tersebut bisa tiba-tiba hilang jika ternyata bandar saham tidak kuat untuk menahan. Pernah terjadi di LINK. Saya perhatikan ada dua harga yang besar, tapi ternyata asing jual keras. Langsung hilang bidnya dan longsor. 

Saran saya ikutlah bid tersebut. Coba harga bawahnya. Kalau ketangkap, beruntung. Tapi jangan terlalu banyak lot dulu. Ingat jangan pernah rakus di saham. Karena kemungkinan akan longsor meski tipis bisa terjadi. 

Sentimen Ditunggu atau Dibuat

Strategi bandar saham selanjutnya adalah menunggu sentimen yang tepat. Sangat jarang bandar saham menggoreng tanpa ada sentimen apapun. Harus ada sentimen meskipun kecil. Kalaupun tidak ada sentimen pasti ada unsur harga terlalu murah. PBV sudah 0.2, pasti banyak yang memborong.

Maka saran saya bacalah berita untuk mengetahui sentimen saham. Meski kita pada akhirnya mengendapkan uang lebih lama. Contoh dalam aspek harga CPO yang memang terus rali, kebutuhan CPO juga tinggi, prospek CPO bisa dibaca di sini. Itu artinya kita harus membeli itu. 

Nah ternyata muncul berita awal November harga CPO menyentuh rekor selama delapan bulan. Dia memborong banyak lot. Ritel tidak tahu sentimen apa yang muncul. Karena tidak baca berita. Kalau baca berita, pasti kita membeli dulu, mungkin di bulan Oktober, selisih satu bulan tapi itu sudah bagus. 

Sabar Pangkal Cuans di Pasar Modal

Terakhir adalah sabar menunggu giliran. Memanfaatkan bandar saham bukan berarti selalu mengikuti langkahnya. Tapi sabar menunggu giliran saham Anda diangkat. Anda pasti pernah melihat rombongan farmasi naik gila. Besoknya rombongan saham nikel.

Nah Anda tunggu giliran saja, masuk kloter berapa dalam daftar sentimen. Akumulasi terus perlahan-lahan. Ketika Anda bersabar, pada waktunya saham Anda akan terbang. Karena ketika Anda tidak sabar, loncat ke rombongan farmasi, eh ternyata bandarnya pindah ke rombongan emiten konstruksi. Ambil pelajaran dari KAEF ya. 

Inilah beberapa strategi bandar saham yang bisa Anda ikuti. Jangan dilawan, kita tidak mampu, dinikmati saja sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan yang diharapkan.

Tapi saran kami, tetap perhatikan fundamental saham. Jangan pernah merasa bisa menaklukkan bandar saham, atau pada akhirnya terjerumus dalam bujuk rayu setan yang terkutuk. Selamat mencoba. Disclaimer on.  

Related Posts

One thought on “3 Strategi Bandar Saham | Bisa Dimanfaatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *