Bagi Anda yang mungkin kesal, bingung, atau frustasi di pasar modal, karena tak kunjung mendapatkan keuntungan di pasar modal, maka sebenarnya ada satu trik sederhana orang sabar untuk cuan di saham.

Trik ini kami sebut sebagai cara orang sabar cuan di pasar saham. Caranya mudah dan bisa ditiru oleh siapapun bahkan masih newbie dan belum tahu apa-apa. Trik ini kami beberapa kali lakukan dan berhasil.

Modalnya hanya satu, yaitu menjadi orang yang super sabar saja. Tidak lebih. Hanya modal itu saja. Sabar di sini berarti siap memegang uang cash dalam kurun waktu yang panjang.

Uang Cash di Saham

Tahukah Anda bahwa tidak semua investor di pasar modal memiliki uang cash yang cukup besar. Justru uang cash itu dipegang oleh mereka-mereka yang sudah sangat berpengalaman. Jumlahnya bisa 20-40% dari portofolio.

Sedangkan orang baru di saham atau yang sok pintar, biasanya hanya memiliki uang cash di bawah 10% dari total nilai portofolio. Ini seperti peluru cadangan.

Nah saran kami kalau Anda bingung trik cuan yang kami sampaikan, maka peganglah uang cash mencapai 60% dari total portofolio Anda. Misalkan total nilai uang Anda seratus juta, maka uang cash yang Anda pegang adalah enam puluh juta rupiah.

Meskipun ada saham murah, jangan dulu dibeli dengan uang cash Anda. Tetap pegang uang cash tersebut. Inilah tingkat kesulitannya.

Langkah Penting Sebelum Cuan

Nah yang pertama kalau Anda bingung, list daftar pantau saham lapis dua atau lapis pertama yang memang harganya masih murah. Tapi jangan beli. Ingat jangan buru-buru beli terlebih dahulu. Hanya pantau saja.

Kemudian perhatikan titik support dari sebuah saham. Kalau bingung tentang titik support, baca di sini. Biasanya ketika sudah berada di titik support maka akan berada pada fase sideway yang artinya big money sedang akumulasi dengan jumlah besar.

Tunggu lagi. Ingat yang kita butuhkan benar-benar unsur kesabaran tingkat dewa. Sampai ada satu momentum penting yang membuat IHSG jatuh. Jatuh dalam arti turun berturut-turut dalam beberapa hari. Bukan hanya satu hari.

Menunggu Momentum Datang

Sebagai catatan, dalam setahun ada beberapa kali momentum IHSG jatuh. Entah karena kondisi global seperti terjadinya perang antara Ukraina dan Rusia, atau karena keadaan lokal seperti kasus kisruh pemilu, atau demo besar-besaran.

Dalam hitungan kami selama setahun, minimal ada tiga momentum besar yang membuat IHSG berguguran. Di tahun 2022, yang kini berada di bulan Agustus saja sudah mengalami dua momentum besar.

Yaitu di bulan Mei, ketika data inflasi di mana-mana meninggi, khawatir terjadi krisis dunia yang begitu besar. IHSG kemudian terperosok dalam.

Kedua di bulan Juli masih dengan isu yang tidak jauh berbeda. Juga jatuh dengan angka yang lumayan dalam. Artinya dalam jangka waktu setengah tahun, dua kali IHSG mengalami kejatuhan.

Ketika IHSG jatuh, maka di sinilah biasanya saham yang sudah murah, jatuh lagi ke harga yang jauh lebih murah. Di sinilah momentum Anda mengeluarkan uang cash di portofolio.

Saat seperti itu datang, maka Anda harus berani mengeluarkan sebagian besar uang cash Anda. Tapi saran kami jangan total. Misalkan Anda memiliki lima puluh juta, keluarkan tiga puluh juta. Kalau sudah berpengalaman, feeling pasti jalan.

Kecuali ada krisis besar, maka tidak bisa Anda gegabah untuk membeli dalam jumlah yang besar. Biasanya turun berkali-kali dan suasana mencekam. Biasanya terjadi dalam jangka waktu sepuluh tahun, atau bahkan lima puluh tahun sekali.

Waktu Menjual Saham

Dengan metode demikian, biasanya secara otomatis harga akan naik kembali menuju titik normal sebelum terjadinya kejatuhan. Pengalaman kami untuk meraih 10% dari kejatuhan tersebut bukanlah perkara yang sudah asal memilih saham yang tepat.

Atau bahkan mungkin Anda take profit dalam angka yang sederhana, 7% saja, itu sangat mungkin dalam beberapa hari pada saham-saham bagus.

Kalau Anda menggunakan metode ini, maka Anda harus siap menjualnya, jangan terus dipegang dalam jangka panjang, jual dengan target tertentu. Bisa 10%, bisa 5%. Ingat Anda harus menjualnya.

Jika terjadi dalam jangka waktu tiga kali saja dalam setahun, dan setiap momentum menjual dengan keuntungan 7%, maka dalam setahun sudah mendapatkan angka 20%-an. Menurut kami di pasar modal, ini sudah sangat bagus.

Cobalah metode ini. Sangat mudah, tapi yang terpenting apakah Anda sabar memegang uang cash, atau tidak. Itu pertanyaan yang tidak semua investor bisa melakukan dalam jangka panjang.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Copas Ya